Para
mahasiswa sekalian. Saat ini kita
memasuki materi inisiasi 6 yaitu :
·
Pemahaman Dasar-Dasar Etika Perusahaan (modul
10)
·
Komunikasi dan Motivasi Organisasi (modul 11)
Bahan utama penyusunan materi ini
diambil dari BMP EKMA 4116 Manajemen.
Setelah pemberian materi
dilanjutkan dengan diskusi bersama.
Silakan berpartisipasi dalam diskusi.
Selamat belajar.
PEMAHAMAN DASAR-DASAR ETIKA PERUSAHAAN
1.
Etika Manajemen
Istilah etika
umumnya merujuk pada aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang merumuskan perilaku
benar atau salah. Bagi seorang manajer,
ada tolok ukur yang dipakai yang disebut etika manajerial, yaitu untuk meninjau
etis atau tidak etisnya keputusan yang diambil manajer.
Menurut
Zimmerer (1996) dalam Dadang dan Sylvana (2007), ada 3 tingkatan etika :
a.
Hukum.
b.
Kebaikan dan prosedur organisasi.
c.
Sikap moral dan mental individu.
Etika bisnis
lebih ditujukan untuk membangun kepercayaan masyarakat untuk keberhasilan dalam
jangka panjang.
Kerangka kerja
etika meliputi :
a.
Mengakui berbagai dimensi etika yang ada.
b.
Mengidentifikasi stake holder yang terlibat.
c.
Mengambil alternatif yang tersedia.
d.
Mengimplementasikan pilihan yang konsisten.
Prinsip etika dan perilaku bisnis :
a.
Kejujuran.
b.
Integritas.
c.
Memelihara janji.
d.
Kesetiaan.
e.
Keadilan.
f.
Suka membantu orang lain.
g.
Hormat kepada orang lain.
h.
Tanggungjawab sebagai warga negara.
i.
Meraih keunggulan.
j.
Akuntabilitas.
Kiat mempertahankan standar etika perusahaan :
a.
Ciptakan kepercayaan perusahaan.
b.
Kembangkan dan laksanakan kode etik bisnis.
c.
Berikan perlindungan hak individu.
d.
Berikan pelatihan tentang etika.
e.
Lakukan audit pelaksanaan etika.
2.
Tanggungjawab sosial perusahaan.
Perusahaan
disamping mencari laba, juga tidak dapat melepaskan diri dari tanggungjawabnya
terhadap masyarakat atau disebut tanggungjawab sosial. Tanggung jawab sosial pada dasarnya adalah
merujuk pada usaha perusahaan untuk mengejar sasaran-sasaran jangka panjang
yang baik bagi perusahaan.
Jenis
tanggungjawab sosial perusahaan :
- Tanggungjawab terhadap lingkungan.
Melestarikan
lingkungan.
- Tanggungjawab terhadap karyawan :
·
Mendengarkan karyawan.
·
Menghormati pendapat karyawan.
·
Meminta masukan pendapat atau ide.
·
Memberi umpan balik.
·
Memberikan kepercayaan kepada seluruh karyawan.
·
Memberikan peluang selebar-lebarnya kepada
mereka.
·
Memberikan imbalan yang setimpal kepada setiap
karyawan.
·
Memberikan kepercayaan kepada karyawan dalam
melakukan pekerjaannya.
- Tanggungjawab terhadap pelanggan.
·
Memperoleh produk yang aman untuk dikonsumsi.
·
Memperoleh informasi tentang aspek produk.
·
Mendengar dan didengar.
·
Memilih apa yang akan mereka beli.
·
Mengetahui secara pasti barang dan jasa yang
mereka beli.
·
Mengetahui cara menggunakan dan memelihara
produk yang dibeli.
·
Memilih produk yang ada di pasar sesuai
persaingan sehat.
- Tanggungjawab terhadap investor.
Mempertanggungjawabkan
pengembalian investasi kepada investor dan memaksimalkan laba.
e.
Tanggungjawab terhadap masyarakat.
Memberikan
lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Ada 2 pandangan yang
berbeda yaitu :
·
Pandangan klasik.
Tanggungjawab
manajemen adalah menghasilkan laba.
·
Pandangan sosial ekonomi.
Tanggungjawab
manajemen adalah menghasilkan laba dan melindungi dan mensejahterakan
masyarakat.
Unsur-unsur
untuk menyusun pedoman perilaku dan kebijakan untuk perusahaan yaitu :
a.
Kejujuran.
b.
Persaingan : pasar bebas.
c.
Kerahasiaan dan informasi.
d.
Pengendalian gosip.
e.
Saling menghormati.
f.
Anti diskriminasi.
g.
Tidak kerja paksa.
h.
Pekerja anak-anak dilindungi.
i.
Upah dan tunjangan sesuai hukum.
j.
Bebas dari penganiayaan tanpa intimidasi.
k.
Produk yang aman dan sehat, berkualitas.
l.
Lingkungan kerja yang sehat dan aman.
m.
Lingkungan sekitar sumberdaya perusahaan : mengelola
usaha dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan.
n.
Lingkungan perusahaan : ,menjaga kebersihan lingkungan,
tidak berpolusi
o.
Asas kepatuhan : prinsip-prinsip keterbukaan penuh dengan
aturan kerahasiaan bisnis standar.
KOMUNIKASI DAN MOTIVASI ORGANISASI
1.
Komunikasi
Pengertian
umum dari komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pemberi pesan kepada
penerima pesan.
Fungsi
komunikasi :
- Pengendalian.
Yaitu
menyampaikan peraturan atau aturan yang berlaku.
- Pengembangan motivasi.
Memberikan
penjelasan tentang setiap hal yang harus dilakukan perusahaan.
- Sarana ungkapan emosional.
Saluran
terpercaya yang bisa menampung berbagai perasaan, keluhan, kekecewaan, dan
perasaan puas.
Pemberian
informasi.
Pemberian
informasi kepada seluruh karyawan tentang suatu keputusan melalui saluran
komunikasi yang benar.
Komunikasi
efektif sangat dibutuhkan organisasi, karena :
a.
Mengurangi ketidakpastian.
b.
Manusia memiliki kemampuan memprediksi suatu kejadian.
c.
Mendapatkan informasi.
d.
Menguatkan keyakinan.
e.
Menggunakan wewenang fungsional.
- Ungkapan emosional.
- Pengendalian.
Unsur-unsur
komunikasi :
a.
Manusia sebagai komunikator.
b.
Pesan yang akan dikomunikasikan.
c.
Saluran komunikasi.
d.
Metode komunikasi.
e.
Komunikan atau penerima pesan.
f.
Gangguan atau distorsi.
g.
Konteks.
h.
Umpan balik.
Penghalang
komunikasi :
a.
Perlindungan.
b.
Jika informasi dapat menyebabkan karyawan dipecat
atasan, maka informasi tidak disampaikan.
c.
Pertahanan.
d.
Menolak informasi yang disampaikan seseorang karena
sudah terbentuk emosi penolakan untuk orang tersebut.
e.
Kecenderungan menghakimi.
f.
Untuk informasi yang negatif atasan cenderung menilai
jelek seseorang sebelum mengeceknya.
g.
Ekspektasi yang tidak sesuai.
h.
Kurang waktu.
Peranan
komunikasi :
- Komunikasi dan perumusan kebijaksanaan.
Untuk
menghindari salah penafsiran terhadap suatu kebijaksanaan
- Komunikasi dan pengambilan keputusan.
Keputusan yang
diambil akan efektif jika dikomunikasikan kepada stake holder.
- Komunikasi dan perencanaan.
Rencana perlu
dikomunikasikan agar diketahui.
- Komunikasi dan pengorganisasian.
Struktur
organisasi bisa saja berubah. Untuk itu
perlu dikomunikasikan mengenai visi, misi yang baru kepada anggota.
- Komunikasi dan penggerakan.
- Komunikasi dan pelaksanaan kegiatan operasional.
Kegiatan
operasional adalah kegiatan utama untuk menghasilkan produk. Untuk itu perlu menggunakan komunikasi yang
mudah dicerna dalam pelaksanaan.
- Komunikasi dan pengawasan.
Pengawasan
adalah untuk melihat apakah berjalan sesuai rencana. Jika tidak dikomunikasikan akan menimbulkan
kesalahpahaman.
- Kumunikasi dan penilaian.
Penilaian
adalah untuk mengevaluasi secara menyeluruh untuk perbaikan kebijakan. Oleh karena itu seluruh karyawan perlu
dikomunikasikan dengan baik arti pentingnya agar tidak salah paham.
Keberhasilan
komunikasi dalam organisasi.
Untuk dapat
berhasil dalam komunikasi, diperlukan beberapa langkah yaitu :
- Penetapan tujuan.
Tujuan formal
maupun informal.
b.
Pembuatan dan pelaksanaan keputusan.
Kepatuhan
pelaksanaan yang sudah diputuskan.
c.
Perekrutan dan pengembangan staf.
Dilakukan
transparan agar tidak menimbulkan dugaan negatif.
- Pengukuran hasil.
- Komunikasi dengan stake holder.
Agar sesuatu
dapat berjalan lancar.
- Proses negosiasi dengan pemasok penyedia dana.
Agar harga
pasokan dapat diturunkan atau mendapat pasokan kualitas baik.
- Proses produksi produk perusahaan.
- Pemahaman tentang peraturan hukum yang berlaku.
Agar proses
produksi sudah memperhatikan sisi hukum dan tidak mengganggu adat, agama,
kepentingan masyarakat, atau lingkungan.
- Penerapan komunikasi dua arah :
·
Mendengar.
·
Terbuka.
·
Menyamakan persepsi.
·
Komunikasi empat mata.
2.
Motivasi
Merupakan
konsep yang dimanfaatkan untuk mendeskripsikan berbagai dorongan yang timbul
pada atau di dalam individu yang menggerakkan dan mengarahkan perilakunya.
Ada 3 jenis motivasi yaitu
:
a.
Motivasi karena takut.
b.
Motivasi karena ingin memperoleh hasil.
c.
Motivasi karena kekuatan dari dalam.
Teori-teori
motivasi.
- Teori pemuasan kebutuhan.
Oleh
AbrahamMaslow, yaitu :
§
Kebutuhan fisiologis.
·
Kebutuhan rasa aman.
·
Kebutuhan rasa memiliki.
·
Kebutuhan penghargaan.
·
Kebutuhan aktualisasi diri.
- Teori motivasi proses.
Oleh : Victor
Vroom, yaitu :
·
Harapan (Expectancy) adalah kemungkinan yang
dirasakan seseorang apabila ia melakukan sejumlah usaha tertentu.
·
Nilai (Valence)
atau daya tarik adalah akibat atau perilaku tertentu yang memiliki nilai atau
martabat tertentu bagi individu tertentu.
·
Pertautan (Instrumentality) yaitu persepsi
individu bahwa hasil pertama berhubungan dengan hasil berikutnya.
c.
Teori keadilan atau kesetaraan.
Yaitu :
Individu ingin
diperlakukan adil, yaitu upah yang diterima harus sesuai dengan hasil
usaha. Hal ini sulit dan menjadi
masalah, karena tiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang rasa adil.
d.
Teori pengukuhan.
Yaitu :
Jika perilaku
disertai imbalan, maka seseorang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu.
Beberapa
prinsip dalam memotivasi karyawan :
a.
Prinsip partisipasi.
b.
Prinsip komunikasi.
c.
Prnsip mengakui adanya perbedaan individu.
d.
Prinsip menyesuaikan individu dengan pekerjaan.
e.
Prinsip mengakui andil bawahan.
f.
Prinsip mendelegasikan wewenang.
g.
Prinsip memberi perhatian.
h.
Prinsip pemberian uang.
Dalil-dalil
seorang manajer untuk memotivasi orang lain :
a.
Motivasi kepada diri sendiri.
b.
Kecerdasan emosi.
c.
Empati.
d.
Memberikan harapan terbaik kepada bawahan yang anda
pimpin.
e.
Pelajari hal-hal serius yang dibutuhkan bawahan.
f.
Terapkan standar keunggulan yang tinggi.
g.
Ciptakan suasana dimana kegagalan bukanlah sesuatu yang
fatal.
h.
Dukunglah terus seseorang yang akan melakukan apa yang
anda inginkan.
i.
Gunakan keteladanan untuk merangsang keberhasilan.
j.
Jangan ragu memberi pujian atas prestasi.
k.
Gunakan perpaduan antara pergulatan yang positif dan
pergulatan negatif.
l.
Ciptakan keinginan bersaing.
m.
Ciptakan kerjasama.
n.
Kembangkan para pemberontak menjadi pengganti anda.
o.
Usahakanlah agar motivasi tetap tinggi.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi.
a.
Memahami kebutuhan karyawan.
b.
Mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan apa yang
diinginkan.
c.
Adanya pujian, pengakuan ataskinerja karyawan.
d.
Pemanfaatan imbalan jasa uang atas hasil kerja.
e.
Menyadarkan karyawan bahwa imbalan jasa akan didapat
jika hasil kerjanya baik.
Teori motivasi
dalam aplikasi.
a.
Manajemen berdasar sasaran.
b.
Modifikasi perilaku.
c.
Program pelibatan karyawan.
·
Manajemen partisipastif.
·
Partisipasi representatif
·
Lingkaran kualitas.
d.
Rencanakan kepemilikan saham.
e.
Program upah variabel.
f.
Rencanakan upah berdasarkan keterampilan.
g.
Tunjangan fleksibel.
h.
Harga sebanding.
0 komentar:
Posting Komentar