TUGAS 3
MANAJEMEN
1. Manfaat manajemen bagi organisasi :
a. Meningkatkan
efisiensi
b. Mengkristalkan
Manajemen
c. Mencapai
tujuan (pribadi/organisasi)
d. Menjaga
keseimbamgandiantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
e. Mencapai
efektifitas dan efisiensi untuk mengukur hasil kerja organisasi
2. Organisasi
perlu memahami lingkungan dikarenakan lingkungan memiliki tanggung jawab dalam
membentuk cerminan perusahaan dan lingkungan yang mengandung unsur
ketidakpastian mempengaruhi perusahaan melalui berbagai aspek yang terkait
dengan aktifitas perusahaan dan lingkungan eksternal. Untuk itu, bagi pimpian perusahaan dibutuhkan
kompetensi menganalisis lingkungan agar manajemen dapat memprediksi dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut sehingga dapat diantisipasi hal-hal
yang tak terduga yang dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan.
3. Dampak
organisasi yang melaksanakan proses departementalisasi dan pembagian
kerja,tetapi tidak melaksanakan koordinasi akan mengalami kesalahan fatal dalam
pengimplementasian perencanaan,kegagalan dalam mengkomunikasikan strategi
perusahaan secara terbuka kepada karyawannya, penggandaan tugas agar terjadi,
bahkan selisih paham antar karyawan akan menghambat dalam organisasi, mencapai
tujuan dan pemerataan kerja, sehingga program kerja yang telah direncanakan
tidak bisa berjalan tanpa adanya koordinasi organisasi tersebut. Seharusnya organisasi melaksanakan
departementalisasi, pembagian kerja dan koordiasi agar dapat berjalan beriringan
dalam mencapai tujuan dengan pemerataan kerja tersebut dan dapat
mempertanggugjawabkan tugasnya masing-masing.
TUGAS 3
1.
Berapakah kepuasan
total yang diperoleh seorang anak apabila ia membeli Nutrisari sachet dengan
harga Rp 600,- per sachet dan fungsi kepuasan total anak tersebut:
TU = 605Q – 0,25Q2
Kepuasn marjinal:
MU = dTU/dQ
MU = 605 – 0,5Q
Kepuasan total yang maksimum
diperoleh bila P = MU
P = 605-0,5Q
Pada tingkat harga Rp 600,-
perbuah jumlah yang dibeli adalah:
600 = 605 –0,5Q
0,5Q = 5
Q = 10
Kepuasan total
yang diperoleh seorang anak dengan membeli 20 buah permen
adalah:
TU = 605Q – 0,25Q2
TU = 605(10) –
0,25(10)2
TU = 6050 – 25
TU = 6025
Jadi kepuasan total yang diperoleh seorang anak diukur
dalam uang adalah Rp 6025,-.
2.
Suatu perusahaan
memproduksi suatu jenis barang dengan input variabel x. Output yang dihasilkan
pada berbagai tingkat penggunaan input ditunjukkan oleh fungsi produksi: Q = 4x2
– 1/3 x3. Jika harga input x yang digunakan adalah Rp 3000,- per
unit dan harga output per unit Rp 200,- berapa unit yang harus diproduksi oleh
perusahaan agar keuntungan yang diperleh maksimum? Berapakah produksi
rata-rata?
Px
= 3000; Pq = 200
Fungsi produksi: Q = 4x2 – 1/3 x3
maka MP = 8x – x2
Syarat keuntungan maksimum:
MP = Harga input (Px) / Harga output (Pq)
Jawab:
1).
8x – x2 = 3000/200
8x – x2 = 15
x2
– 8x + 15 = 0
(x-5)(x-3)
= 0
x = 5 atau x = 3
Pada tingkat
penggunaan input yang harus dipilih ketika produksi marjinalnya menurun. I ni berarti fungsi produksi marjinal pada tingkat penggunaan input itu
mempunyai lereng curam negatif. Persamaan berlereng curam adalah turunan
pertama dari fungsi produksi marjinal (MP) atau turunan kedua dari fungsi
produksi (Q):
m = dMP/dx = 8–2x
Pada tingkat
penggunaan input x = 5
m = 8 – 2(5) = -2 (karena hasil curamnya negatif berarti
berlereng negatif maka kurva MP menurun)
Pada tingkat
penggunaan input x = 3
m = 8 – 2(3) = 4 (karena hasil
curamnya positif berarti berlereng positif maka kurva MP menaik)
Jadi input yang
digunakan agar keuntungan produsen maksimum adalah 5 unit.
2). Jumlah
output yang dihasilkan adalah:
Q = 4x2 – 1/3 x3
Q = 4(5)2 - 1/3 (5)3
Q = 100 – 125/3
Q = 100 – 41,6 = 58,4
Produksi rata-rata: AP = Q/x
Q = 58,4 X = 5
maka AP = 58,4/5 = 11,68
Artinya
pada tingkat penggunaan input x = 5 unit, setiap unit input digunakan untuk
menghasilkan rata-rata 12 unit output.
3.
Seorang
konsumen mempunyai fungsi permintaan P = 50 – 2Q. Berapakah elastisitas
permintaannya pada tingkat harga Rp 30,-?
Diket: P
= 50 – 2Q
P = 30
Bila P = 30, maka jumlah barang yang diminta adalah:
P = 50 – 2Q
30 = 50 – 2Q
2Q = 20
Q = 10
Jadi eh =
-
.
= -3/2
eh =
eh =
l,5 disebut dengan permintaan elastis.
4.
Bila MC ditunjukkan
dengan persamaan MC=1/2Q2 - 10Q + 50 maka tentukan jumlah output
yang diproduksi pada saat MC minimum.
MC
akan minimum bila memenuhi syarat
dan 
Q-10
= 0
Q = 10
1 > 0
Jadi
sewaktu MC minimum terjadi pada saat Q = 10
5.
Seorang monopolis
menghadapi fungsi permintaan P = 35 + 4Q - Q2. Fungsi biaya
rata-rata ditunjukkan oleh persamaan AC = Q – 10. Berapa tingkat harga yang
ditetapkan oleh monopolis tersebut dan berapakah keuntungan yang diperolehnya?
P = 35 + 4Q - Q2
AC = Q – 10
Penerimaan total:
TR = P.Q
= 35Q + 4
Q2 – Q3
Fungsi biaya rata-rata AC = Q – 10
Biaya Total:
TC = AC.Q
= Q2–
10Q
Keuntungan:
= 35Q + 4 Q2
– Q3- (Q2– 10Q)
= 35Q + 4 Q2
– Q3- Q2+10Q
=– Q3 +
3 Q2 +45Q
Keuntungan maksimum bila:
0= -3Q2+
6Q + 45
3Q2- 6Q – 45=0
Q2+ 2Q + 15=0
( Q+5) (Q-2) =0
Q= -5 atau Q=2
Keuntungan yang didapat:
=– (2)3
+ 3 (2)2 +45(2)
= -8+12+90
= 94
NAMA : DEPIN SARASATI
NIM : 016887584
UT-UPBJJ : SURAKARTA
Tugas 3
MANAJEMEN
1. a. Apa saja keuntungan dan kerugian dari adanya
globalisasi ?
jawab:
keuntungan :
a. Peningkatan kualitas sector dan tegnologi
b. Pengembangan potensi local
c. Peningkatan kemitraan korporasi
d. Peningkatan SDM
e. Peningkatan Profesionalisme
f. Peningkatan Pemggunaan Iptek
Kerugian:
a. Terjadi daya saing di bidang agribisnis
b. Terjadi Integritas Pasar Domestik dengan pasar
internasional
c. Perlu dilakukan Restruktusi ruang lingkup
organisasi industry.
b.
Mengapa globalisasi sering dianggap sebagai imperialis baru ?
Karena
globalisasi memberi dorongan baru untuk membuat perubahan secara global.
2. Mengapa etika penting dilakukan oleh perusahaan
?
Jawab: karena etika sebagai
tolok
ukur yang dipakai yang, yaitu untuk meninjau etis atau tidak etisnya keputusan
yang diambil manajer.
Kerangka kerja etika meliputi :
1)
Mengakui
berbagai dimensi etika yang ada.
2)
Mengidentifikasi
stake holder yang terlibat.
3)
Mengambil
alternatif yang tersedia.
4)
Mengimplementasikan
pilihan yang konsisten.
Prinsip etika dan perilaku
bisnis :
1)
Kejujuran.
2)
Integritas.
3)
Memelihara
janji.
4)
Kesetiaan.
5)
Keadilan.
6)
Suka
membantu orang lain.
7)
Hormat
kepada orang lain.
8)
Tanggungjawab
sebagai warga negara.
9)
Meraih
keunggulan.
10) Akuntabilitas.
3. Mengapa Good Governance dan Good Corporate
Governance perlu dilakukan ?
Good Governance adalah tata kelola
pemerintahan yang baik. Good Governance
adalah mengenai pemerintah dan peranan masyarakat. Ada 7 kriteria yang harus dipenuhi untuk
dapat membentuk mekanisme yang menghasilkan Good Governance yaitu :
1)
Adanya legitimasi atau dukungan yang kuat dari
masyarakat.
2)
Adanya kebebasan dalam berpendapat.
3)
Adanya keadilan serta kerangka legal berupa
kepastian hukum untuk menjamin upaya penegakan keadilan tersebut.
4)
Adanya keadilan dan transparansi dalam mekanisme birokrasi.
5)
Tersedianya informasi pembangunan yang dapat diakses oleh
masyarakat dengan mudah dan bebas.
6)
Terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam penyediaan
pelayanan publik.
7)
Terbentuknya kerjasama yang baik antara
pemerintrah dan civil society organization.
Good Coorporate Governance (GCG) adalah tata
kelola dalam dunia bisnis. Secara sederhana dapat
didefinisikan bahwa Good Coorporate Governance adalah tata kelola suatu proses
atau struktur untuk meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang dengan memperhatikan
kepentingan stake holder berlandaskan peraturan perundang-undangan, moral, dan
etika.
Tujuan pelaksanaan Good Coorporate Governance
adalah :
a.
Memaksimalkan aktifitas untuk mempercepat tercapainya
visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan.
b.
Mengoptimalkan nilai perusahaan dalam kurun waktu yang
panjang dengan cara meningkatkan penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas,
dapat dipercaya, bertanggungjawab dan adil, dengan harapan mampu bersaing
secara nasional maupun internasional.
c.
Memaksimalkan pengelolaan perusahaan secara profesional,
tertib aturan, transparan, efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan
kemandirian.
d.
Mengoptimalkan pengelolaan resiko dan sumberdaya
perusahaan ke arah yang lebih produktif.
e.
Meningkatkan nilai investasi perusahaan.
f.
Membudayakan setiap pimpinan membuat dan
melaksanakan keputusan berlandaskan pada nilai moral yang tinggi dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab
sosial perusahaan terhadap stake holder.
g.
Meningkatkan kontribusi dan peranan perusahaan dalam
perekonomian nasional.
NAMA :
DEPIN SARASATI
NIM :
016887584
UT-UPBJJ :
SURAKARTA
0 komentar:
Posting Komentar