Pisang adalah tananam herbal yang berasal dari kawasan Asia
Tenggara, termasuk Indonesia.
Kemudian menyebar luas ke kawasan Afrika (Madagaskar), Amerika Serikat, dan
Amerika Tengah. Selanjutnya hampir merata ke seluruh dunia, yakni meliputi
daerah tropik dan subtropik,
dimulai dari Asia Tenggara ke timur melalui lautan Teduh sampai ke Hawai.
Tanaman pisang menyebar ke barat melalui Samudra Atlantik, Kepulauan Kanari
sampai Benua Amerika
Berdasarkan taksonominya, tanaman
pisang diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Keluarga : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa
paradisiaca
Tanaman pisang telah ada sejak
manusia ada. Namun masih merupakan tanaman liar yang tidak dibudidayakan.
Karena manusia di awal kebudayaan hanya berperan sebagai pengumpul makanan dari
alam (food gathering) tanpa merasa perlu untuk menanamnya kembali (Daryanto, 2006).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa
saat kebudayaan pertanian menetap dimulai, pisang termasuk dalam
golongan tanaman pertama yang dipelihara. Di kalangan masyarakat Asia Tenggara
diduga pisang telah lama dimanfaatkan, terutama tunas dan pelepahnya yang
diolah sebagai sayur. Bagian – bagian
lain dari tanaman pisang pun juga telah dimanfaatkan.
Bukti sejarah, baik tertulis maupun
berupa relief, di tempat–tempat yang
dianggap penting menunjukkan bahwa tanaman pisang memang telah lama
dibudidayakan. Tulisan pertama tentang pemeliharaan pisang berasal dari India,
yakni disebutkan bahwa pemeliharaan tersebut dilakukan di Epics, Pali Boedhist
pada 500 – 600 SM. Disebutkan bahwa “buah sebesar taring“ itu memang disukai
binatang–binatang bertaring atau bertanduk seperti kera dan gajah. Di Cina,
dimulai dan terpusat di Yangtze dan Sungai Kuning. Sementara pada zaman Batu
kuno, dari tanah Yunani diperoleh data bahwa pisang termasuk flora dari tanah
India yang hadir pada 300 tahun SM. Sumber lain menyatakan bahwa sebelum perhubungan
benua Eropa dengan benua Asia ditemukan bangsa Portugis telah mengenal pisang
dari Teluk Guines di Afrika.
Menurut Munajim (1984) bahwa tanaman pisang memang banyak
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup manusia dan dikenal sebagai tanaman
yang multiguna karena selain buahnya
sedangkan menurut Tohir dan
Kaslan (1983) bahwa bagian tanaman lain pun bisa
dimanfaatkan, mulai dari bonggol hingga daunnya. Berbagai manfaat dari bagian –
bagian tanaman pisang adalah sebagai berikut :
1.
Buah
Buah pisang
merupakan bagian dari tanaman pisang yang paling dikenal dan merupakan bagian
utama dari produksi tanaman pisang. Buah pisang kerap digunakan sebagai sumber
vitamin dan mineral, sebagai buah meja, atau sebagai produk olahan seperti sale
pisang, tepung pisang, selai/jam, sari buah : sirup, keripik dan berbagai jenis
olahan kue (cake, nagasari, kolak, sarikaya, pisang goreng atau pisang bakar).
Buah pisang
hijau yang dibakar juga dapat digunakan sebagai obat yakni untuk pengobatan
tradisional gurah. Berfungsi untuk menghilangkan dahak agar suara menjadi
nyaring. Dengan membakar buah pisang hijau (beserta kulitnya) yang telah diberi
minyak jernih pada bagian tengahnya yang dibelah, kemudian dikupas kulitnya dan
dimakan. Buah pisang juga dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan penderita
anemia, sebagai sumber tenaga dan membantu program diet. Mengkonsumsi pisang
bisa menghilangkan pengaruh nikotin, membantu sistem syaraf, mencegah stroke,
mengontrol suhu badan (terutama bagi ibu hamil), menetralkan asam lambung dan
masih banyak manfaat lainnya.
2.
Kulit buah pisang
Selain sebagai pakan ternak, kulit buah
pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran cream anti nyamuk, dapat diekstrak untuk dibuat pectin. Bagian dalam pisang matang
yang dikerok dan dihancurkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat nata
pisang. Sementara tepung kulit pisang yang dicampur dengan ampas tahu dapat
digunakan sebagai pakan ayam buras untuk meningkatkan pertumbuhannya. Dapat
dijadikan sebagai pembunuh larva serangga, yakni dengan menambahkan sedikit
urea dan pemberian bakteri, berdasarkan hasil temuan dari Taiwan diketahui
bahwa kulit pisang yang mengandung vitamin B6 dan serotonin dapat diekstrak dan dimanfaatkan
untuk kesehatan mata (menjaga retina mata dari kerusakan akibat cahaya
berlebih).
3.
Bunga
Bunga pisang
biasanya dijadikan sebagai sayur karena memiliki kandungan protein, vitamin,
dan karbohidrat yang tinggi, selain dibuat sayur, bunga pisang juga dapat
dijadikan manisan, acar maupun lalapan.
4.
Daun
Masyarakat
pedesaan Jawa, daun pisang yang bagus atau tidak robek sering dimanfaatkan
sebagai pembungkus makanan. Sementara daun–daun yang tua atau sudah terkoyak
digunakan sebagai pakan kambing, kerbau, atau sapi karena banyak mengandung
unsur yang diperlukan oleh hewan atau bisa juga dijadikan sebagai bahan kompos.
5.
Batang
Dimanfaatkan
untuk membuat lubang pada bangunan, alas untuk memandikan mayat, untuk menutup
saluran air bila ingin mengalirkan air atau membagi air, sebagai tancapan
wayang, membungkus bibit, tali industri pengolahan tembakau (batang yang
dikeringkan terlebih dahulu) dan bahan untuk membuat kompos. Batang pisang dari
jenis abaca dapat diolah menjadi
serat untuk bahan dasar pembuatan pakaian atau kertas. Batang pisang yang telah
dipotong kecil dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (seperti domba dan
kambing) saat musim kemarau ketika persediaan rumput tidak ada atau kurang, air dari batang pisang juga
bisa dijadikan sebagai penawar racun dan bahan baku dalam pengobatan
tradisional.
6.
Bonggol
Bonggol pisang
adalah tanaman pisang berupa umbi batan (batang aslinya). Bonggol pisang muda
dapat dimanfaatkan untuk sayur dan diolah menjadi keripik yang kaya akan serat.
Secara tradisional, air umbi dari batang kapok dipercaya dapat dijadikan sebagai
obat disentri dan pendarahan usus besar.
Bunga pisang disebut juga jantung pisang karena
bentuknya menyerupai jantung. Bunga pisang tergolong berkelamin satu, yakni
berumah satu dalam satu tandan. Daun penumpu bunga biasanya berjejal rapat dan
tersusun secara spiral. Daun pelindung yang berwarna merah tua, berlilin, dan
mudah rontok berukuran panjang 10 – 25 cm. Bunga tersebut tersusun dalam dua
baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan (jika ada). Lima daun tenda bunga melekat
sampai tinggi dengan panjang 6 – 7 cm. Benang sari yang berjumlah 5 buah pada
bunga betina terbentuk tidak sempurna. Pada bunga betina terdapat bakal buah
yang berbentuk persegi, sedangkan pada bunga jantan tidak terdapat bakal buah (Jitarcerat, Kanlayanarat and Sangchote, 2007).
Bunga pisang yang memiliki sosok yang sangat kompak dan kuat. Daun
pelindung bunga atau seludang bagian luar berwarna merah tua sedangkan di
bagian dalam berwarna putih kekuningan. Semakin ke dalam warna seludang tersebut
akan semakin pucat. Bila jantung sudah muncul, secara bertahap akan keluar
sisir buahnya dan seludangnya pun akan berguguran sesuai dengan keluarnya
sisir. Rangkaian bunga pada pangkal adalah bunga betina dan akan berkembang
menjadi buah, rangkain bunga pada bagian tengah adalah bunga sempurna yang juga
bisa jadi buah, sedangkan rangkaian bunga yang berada di bagian pucuk adalah
bunga jantan dan tidak bisa berkembang menjadi buah. Pohon
pisang akan berbunga setelah berumur kira – kira 8 bulan. Ada juga baru
berbunga setelah berumur 10 bulan, misalnya pisang kepok. Sedangkan pisang
lain, seperti pisang lilin, pisang susu sudah berbunga setelah mencapai umur 7
bulan. Setelah bunga pisang muncul dari pohonnya, baru mengeluarkan buah
setelah berumur 4 – 10 hari. Baru bunga pisang sisa dapat diambil setelah 15 –
20 hari umur bunga pisang atau
kira – kira setelah terbentuk tangkai bunga sepanjang 10 – 20 cm (Munajim. 1984).
0 komentar:
Posting Komentar