Minggu, 09 Desember 2012

artikel pisang




            Pisang adalah tananam herbal yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kemudian menyebar luas ke kawasan Afrika (Madagaskar), Amerika Serikat, dan Amerika Tengah. Selanjutnya hampir merata ke seluruh dunia, yakni meliputi daerah tropik dan subtropik, dimulai dari Asia Tenggara ke timur melalui lautan Teduh sampai ke Hawai. Tanaman pisang menyebar ke barat melalui Samudra Atlantik, Kepulauan Kanari sampai Benua Amerika
            Berdasarkan taksonominya, tanaman pisang diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi               : Spermatophyta
Sub Divisi       : Angiospermae
Kelas               : Monocotyledonae
Keluarga          : Musaceae
Genus              : Musa
Spesies            : Musa paradisiaca
            Tanaman pisang telah ada sejak manusia ada. Namun masih merupakan tanaman liar yang tidak dibudidayakan. Karena manusia di awal kebudayaan hanya berperan sebagai pengumpul makanan dari alam (food gathering) tanpa merasa perlu untuk menanamnya kembali (Daryanto, 2006).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa saat kebudayaan pertanian menetap dimulai, pisang termasuk dalam golongan tanaman pertama yang dipelihara. Di kalangan masyarakat Asia Tenggara diduga pisang telah lama dimanfaatkan, terutama tunas dan pelepahnya yang diolah sebagai sayur.  Bagian – bagian lain dari tanaman pisang pun juga telah dimanfaatkan.
            Bukti sejarah, baik tertulis maupun berupa relief, di tempat–tempat yang dianggap penting menunjukkan bahwa tanaman pisang memang telah lama dibudidayakan. Tulisan pertama tentang pemeliharaan pisang berasal dari India, yakni disebutkan bahwa pemeliharaan tersebut dilakukan di Epics, Pali Boedhist pada 500 – 600 SM. Disebutkan bahwa “buah sebesar taring“ itu memang disukai binatang–binatang bertaring atau bertanduk seperti kera dan gajah. Di Cina, dimulai dan terpusat di Yangtze dan Sungai Kuning. Sementara pada zaman Batu kuno, dari tanah Yunani diperoleh data bahwa pisang termasuk flora dari tanah India yang hadir pada 300 tahun SM. Sumber lain menyatakan bahwa sebelum perhubungan benua Eropa dengan benua Asia ditemukan bangsa Portugis telah mengenal pisang dari Teluk Guines di Afrika.
            Menurut Munajim (1984) bahwa tanaman pisang memang banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup manusia dan dikenal sebagai tanaman yang multiguna karena selain buahnya sedangkan menurut Tohir dan Kaslan (1983) bahwa bagian tanaman lain pun bisa dimanfaatkan, mulai dari bonggol hingga daunnya. Berbagai manfaat dari bagian – bagian tanaman pisang adalah sebagai berikut :
1.    Buah
Buah pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang paling dikenal dan merupakan bagian utama dari produksi tanaman pisang. Buah pisang kerap digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sebagai buah meja, atau sebagai produk olahan seperti sale pisang, tepung pisang, selai/jam, sari buah : sirup, keripik dan berbagai jenis olahan kue (cake, nagasari, kolak, sarikaya, pisang goreng atau pisang bakar).
Buah pisang hijau yang dibakar juga dapat digunakan sebagai obat yakni untuk pengobatan tradisional gurah. Berfungsi untuk menghilangkan dahak agar suara menjadi nyaring. Dengan membakar buah pisang hijau (beserta kulitnya) yang telah diberi minyak jernih pada bagian tengahnya yang dibelah, kemudian dikupas kulitnya dan dimakan. Buah pisang juga dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan penderita anemia, sebagai sumber tenaga dan membantu program diet. Mengkonsumsi pisang bisa menghilangkan pengaruh nikotin, membantu sistem syaraf, mencegah stroke, mengontrol suhu badan (terutama bagi ibu hamil), menetralkan asam lambung dan masih banyak manfaat lainnya.
2.    Kulit buah pisang
Selain sebagai pakan ternak, kulit buah pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran cream anti nyamuk, dapat diekstrak untuk dibuat pectin. Bagian dalam pisang matang yang dikerok dan dihancurkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat nata pisang. Sementara tepung kulit pisang yang dicampur dengan ampas tahu dapat digunakan sebagai pakan ayam buras untuk meningkatkan pertumbuhannya. Dapat dijadikan sebagai pembunuh larva serangga, yakni dengan menambahkan sedikit urea dan pemberian bakteri, berdasarkan hasil temuan dari Taiwan diketahui bahwa kulit pisang yang mengandung vitamin B6 dan  serotonin dapat diekstrak dan dimanfaatkan untuk kesehatan mata (menjaga retina mata dari kerusakan akibat cahaya berlebih).
3.    Bunga
Bunga pisang biasanya dijadikan sebagai sayur karena memiliki kandungan protein, vitamin, dan karbohidrat yang tinggi, selain dibuat sayur, bunga pisang juga dapat dijadikan manisan, acar maupun lalapan.
4.    Daun
Masyarakat pedesaan Jawa, daun pisang yang bagus atau tidak robek sering dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan. Sementara daun–daun yang tua atau sudah terkoyak digunakan sebagai pakan kambing, kerbau, atau sapi karena banyak mengandung unsur yang diperlukan oleh hewan atau bisa juga dijadikan sebagai bahan kompos.
5.    Batang
Dimanfaatkan untuk membuat lubang pada bangunan, alas untuk memandikan mayat, untuk menutup saluran air bila ingin mengalirkan air atau membagi air, sebagai tancapan wayang, membungkus bibit, tali industri pengolahan tembakau (batang yang dikeringkan terlebih dahulu) dan bahan untuk membuat kompos. Batang pisang dari jenis abaca dapat diolah menjadi serat untuk bahan dasar pembuatan pakaian atau kertas. Batang pisang yang telah dipotong kecil dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (seperti domba dan kambing) saat musim kemarau ketika persediaan rumput tidak ada atau kurang, air dari batang pisang juga bisa dijadikan sebagai penawar racun dan bahan baku dalam pengobatan tradisional.


6.    Bonggol
Bonggol pisang adalah tanaman pisang berupa umbi batan (batang aslinya). Bonggol pisang muda dapat dimanfaatkan untuk sayur dan diolah menjadi keripik yang kaya akan serat. Secara tradisional, air umbi dari batang kapok dipercaya dapat dijadikan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar.
Bunga pisang disebut juga jantung pisang karena bentuknya menyerupai jantung. Bunga pisang tergolong berkelamin satu, yakni berumah satu dalam satu tandan. Daun penumpu bunga biasanya berjejal rapat dan tersusun secara spiral. Daun pelindung yang berwarna merah tua, berlilin, dan mudah rontok berukuran panjang 10 – 25 cm. Bunga tersebut tersusun dalam dua baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan (jika ada). Lima daun tenda bunga melekat sampai tinggi dengan panjang 6 – 7 cm. Benang sari yang berjumlah 5 buah pada bunga betina terbentuk tidak sempurna. Pada bunga betina terdapat bakal buah yang berbentuk persegi, sedangkan pada bunga jantan tidak terdapat bakal buah (Jitarcerat, Kanlayanarat and Sangchote, 2007).
Bunga pisang yang memiliki sosok yang sangat kompak dan kuat. Daun pelindung bunga atau seludang bagian luar berwarna merah tua sedangkan di bagian dalam berwarna putih kekuningan. Semakin ke dalam warna seludang tersebut akan semakin pucat. Bila jantung sudah muncul, secara bertahap akan keluar sisir buahnya dan seludangnya pun akan berguguran sesuai dengan keluarnya sisir. Rangkaian bunga pada pangkal adalah bunga betina dan akan berkembang menjadi buah, rangkain bunga pada bagian tengah adalah bunga sempurna yang juga bisa jadi buah, sedangkan rangkaian bunga yang berada di bagian pucuk adalah bunga jantan dan tidak bisa berkembang menjadi buah.  Pohon pisang akan berbunga setelah berumur kira – kira 8 bulan. Ada juga baru berbunga setelah berumur 10 bulan, misalnya pisang kepok. Sedangkan pisang lain, seperti pisang lilin, pisang susu sudah berbunga setelah mencapai umur 7 bulan. Setelah bunga pisang muncul dari pohonnya, baru mengeluarkan buah setelah berumur 4 – 10 hari. Baru bunga pisang sisa dapat diambil setelah 15 – 20 hari umur bunga pisang  atau kira – kira setelah terbentuk tangkai bunga sepanjang 10 – 20 cm (Munajim. 1984).

0 komentar:

Posting Komentar

 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template