Minggu, 09 Desember 2012

pembahasan KERBUNG


Makanan lezat tidak harus berbahan mahal, asalkan tahu cara mengolahnya.  Demikian halnya dengan bunga pisang.  Tidak setiap bunga pisang enak dimakan, ada beberapa jenis pisang yang tidak enak dimakan, misalnya jenis pisang Ambon, bunga pisang ini (rasa pahit) disebabkan banyaknya kandungan tannin dalam bunga pisang tersebut. Tetapi rasa pahit itu dapat dihindarkan bila sebelum disayur, bunga pisang dibakar lebih dahulu sampai setengah masak. Berbeda dengan jenis pisang klutuk (pisang batu/biji), tanpa dimasak pun sudah enak, yaitu langsung dimakan atau dilalap dengan sambal sudah terasa enak. Bunga pisang selama ini dimanfaatkan menjadi lalapan, sayur, manisan, acar bunga pisang atau saur raut.  Pada beberapa literatur yang Kami baca bahwa hasil olahannya cukup baik, disamping rasa akan bertambah enak, juga daya tahan cukup tinggi.  Berdasarkan penelitian, ternyata bahwa bunga pisang kaya akan zat – zat yang diperlukan oleh tubuh manusia (bernilai gizi), baik kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral – mineral seperti kalsium, fosfor, besi, maupun vitamin – vitamin seperti vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
Tabel Komposisi Kimia dari Beberapa Jenis Bunga Pisang ( Setiap 100 gr )
Jenis bunga pisang
Protein
 (gr)
Lemak (gr)
Karbohidrat
 (gr)
Mineral
Vitamin
Ca
Fe
P
A
B
C
Raja
Susu
Kepok
Klutuk
Lilin
1,38
1,32
1,26
2,10
1,02
0,43
0,32
0,35
0,46
0,38
8,65
7,72
8,31
6,24
7,50
4
4
6
8
3
0,2
0,3
0,4
0,7
0,1
60
40
50
60
30
160
150
140
170
165
0,04
0,05
0,06
0,03
0,04
8
10
9
7
8
 ( Hasil analisis kimia di Balai Industri, 1981 )
Bunga pisang selama ini belum dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, karena masyarakat belum memahami nilai gizi yang terkandung dalam bunga pisang. Sehingga menyebabkan nilai ekonomi bunga pisang sangat rendah. Untuk menaikkan nilai tambah bunga pisang ini, maka perlu diadakan percobaan – percobaan penggunaannya.  Pemanfaatan bunga pisang selama ini hanya terbatas untuk sayur, pecel dan dendeng saja, itupun masyarakat memanfaatkannya menjadi satu dengan jantung pisang.  Oleh karena itu dalam karya ilmiah ini, Kami hanya memanfaatkan bunga pisang secara terpisah untuk diolah sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai keripik bunga (kerbung) pisang. Proses pembuatannya mudah dan tidak memerlukan bahan tambahan lain misalnya dalam pembuatan bakso jantung pisang masih memerlukan bahan tambahan seperti tepung. 
Bunga pisang dipisahkan dari kelopak dan kelompoknya, dengan harapan kenampakan bunga pisang yang dijadikan keripik nantinya berbentuk menyerupai stik atau udang.  Dalam kenampakan estetika penyajian juga akan menambah daya tarik tersendiri.  Perendaman ke dalam larutan kapur sirih dimaksudkan untuk menghilangkan rasa getir dan getah serta untuk lebih melunakkan bunga pisang terutama bagian calon buah, dengan harapan pada saat dikonsumsi sebagai keripik dapat terasa lebih lunak dan renyah.  Sedangkan perendaman pada larutan garam dan bawang putih untuk lebih menambah rasa gurih pada bunga pisang.  Pemberian putih telur dan tepung panir dimaksudkan untuk lebih menambah rasa renyah  atau kemripik. 
Pada lampiran terlihat bahwa dari 50 responden  76 % atau sebanyak 38 responden menyatakan bahwa keripik bunga pisang enak, sedangkan 24% atau sebanyak 12 responden menyatakan bahwa keripik bunga pisang  tidak enak.  Rasa sangat enak dan tidak enak tidak didapatkan pada tanggapan responden.  Dengan demikian percobaan yang telah Kami lakukan telah membuktikan bahwa bunga pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara terpisah dapat dibuat keripik bunga pisang (kerbung) yang renyah dengan bentuk kenampakan seperti stik atau udang.  Hasil ini dapat menambah diversifikasi bahan pangan lokal yang diharapkan menjadi salah satu solusi pencarian bahan pangan alternatif.

















I.                   PENUTUP



A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Keripik bunga pisang dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bahan pangan alternatif dengan cara pengolahan yang sederhana.
2.    Bunga pisang selain dapat dimanfaatkan sebagai keripik juga dapat dimanfaatkan sebagai lalapan, asinan, sayur dan acar.

B.     Saran
1.       Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan bahan pangan lain atau dengan perlakuan lain sehingga semakin banyak alternatif lain dan diversifikasi pangan untuk mengembangkan potensi bunga pisang.
2.       Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji masa tenggang keripik bunga pisang sehingga dapat diketahui daya simpan keripik.




















DAFTAR PUSTAKA



Daryanto. 2006. Bercocok Tanaman Buah – Buahan. CV. Aneka Ilmu. Semarang
Djamal, H. A.  1989.  Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. Sinar Tani. 26 Agustus 1989.

Jitarcerat, Kanlayanarat and Sangchote. 2007. Effect of Cinnamon Combination On Crown Rot Disease and Quality of Banana Fruit. Postharvest Biology and Technology 45 : 333 – 340. 2007

Munajim. 1984.  Teknologi Pengolahan Pisang. Gramedia, Jakarta.
Susilo, A.  1989.  Manfaat Buah Pisang.  Sinar Tani, 25 Oktober 1989.
Tohir dan Kaslan. 1983. Bercocok Tanaman Pohon Buah – Buahan. Pradnya Paramita.  Jakarta.


0 komentar:

Posting Komentar

 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template