Makanan
lezat tidak harus berbahan mahal, asalkan tahu cara mengolahnya. Demikian halnya dengan bunga pisang. Tidak setiap bunga pisang enak
dimakan, ada beberapa jenis pisang yang tidak enak dimakan, misalnya jenis
pisang Ambon, bunga pisang ini (rasa pahit) disebabkan banyaknya kandungan
tannin dalam bunga pisang tersebut. Tetapi rasa pahit itu dapat dihindarkan
bila sebelum disayur, bunga
pisang dibakar lebih dahulu sampai setengah masak. Berbeda dengan jenis pisang
klutuk (pisang batu/biji), tanpa dimasak pun sudah enak, yaitu langsung dimakan
atau dilalap dengan sambal sudah terasa enak. Bunga pisang selama ini dimanfaatkan menjadi lalapan, sayur, manisan,
acar bunga pisang atau saur raut. Pada beberapa literatur yang Kami baca bahwa
hasil olahannya cukup
baik, disamping rasa akan bertambah enak, juga daya tahan cukup tinggi. Berdasarkan
penelitian, ternyata bahwa bunga pisang kaya akan zat – zat yang diperlukan
oleh tubuh manusia (bernilai gizi), baik kandungan protein, lemak, karbohidrat,
mineral – mineral seperti kalsium, fosfor, besi, maupun vitamin – vitamin
seperti vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
Tabel Komposisi Kimia dari Beberapa Jenis Bunga Pisang (
Setiap 100 gr )
|
Jenis bunga pisang
|
Protein
(gr)
|
Lemak (gr)
|
Karbohidrat
(gr)
|
Mineral
|
Vitamin
|
||||
|
Ca
|
Fe
|
P
|
A
|
B
|
C
|
||||
|
Raja
Susu
Kepok
Klutuk
Lilin
|
1,38
1,32
1,26
2,10
1,02
|
0,43
0,32
0,35
0,46
0,38
|
8,65
7,72
8,31
6,24
7,50
|
4
4
6
8
3
|
0,2
0,3
0,4
0,7
0,1
|
60
40
50
60
30
|
160
150
140
170
165
|
0,04
0,05
0,06
0,03
0,04
|
8
10
9
7
8
|
( Hasil analisis kimia di Balai
Industri, 1981 )
Bunga pisang selama ini belum dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, karena
masyarakat belum memahami nilai gizi yang terkandung dalam bunga pisang.
Sehingga menyebabkan nilai ekonomi bunga pisang sangat rendah. Untuk menaikkan
nilai tambah bunga pisang ini, maka perlu diadakan percobaan – percobaan
penggunaannya. Pemanfaatan bunga pisang selama ini hanya
terbatas untuk sayur, pecel dan dendeng saja, itupun masyarakat memanfaatkannya
menjadi satu dengan jantung pisang. Oleh
karena itu dalam karya ilmiah ini, Kami hanya memanfaatkan bunga pisang secara
terpisah untuk diolah sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai keripik bunga
(kerbung) pisang. Proses pembuatannya mudah dan tidak memerlukan bahan tambahan
lain misalnya dalam pembuatan bakso jantung pisang masih memerlukan bahan
tambahan seperti tepung.
Bunga
pisang dipisahkan dari kelopak dan kelompoknya, dengan harapan kenampakan bunga
pisang yang dijadikan keripik nantinya berbentuk menyerupai stik atau
udang. Dalam kenampakan estetika
penyajian juga akan menambah daya tarik tersendiri. Perendaman ke dalam larutan kapur sirih
dimaksudkan untuk menghilangkan rasa getir dan getah serta untuk lebih
melunakkan bunga pisang terutama bagian calon buah, dengan harapan pada saat
dikonsumsi sebagai keripik dapat terasa lebih lunak dan renyah. Sedangkan perendaman pada larutan garam dan
bawang putih untuk lebih menambah rasa gurih pada bunga pisang. Pemberian putih telur dan tepung panir
dimaksudkan untuk lebih menambah rasa renyah
atau kemripik.
Pada
lampiran terlihat bahwa dari 50 responden
76 % atau sebanyak 38 responden menyatakan bahwa keripik bunga pisang
enak, sedangkan 24% atau sebanyak 12 responden menyatakan bahwa keripik bunga
pisang tidak enak. Rasa sangat enak dan tidak enak tidak
didapatkan pada tanggapan responden.
Dengan demikian percobaan yang telah Kami lakukan telah membuktikan
bahwa bunga pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara terpisah dapat
dibuat keripik bunga pisang (kerbung) yang renyah dengan bentuk kenampakan
seperti stik atau udang. Hasil ini dapat
menambah diversifikasi bahan pangan lokal yang diharapkan menjadi salah satu
solusi pencarian bahan pangan alternatif.
I.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan
tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.
Keripik bunga
pisang dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bahan
pangan alternatif dengan cara
pengolahan yang sederhana.
2.
Bunga pisang
selain dapat dimanfaatkan sebagai keripik juga dapat dimanfaatkan sebagai
lalapan, asinan, sayur dan acar.
B. Saran
1.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan bahan pangan lain atau
dengan perlakuan lain sehingga semakin banyak alternatif lain dan diversifikasi pangan untuk mengembangkan potensi bunga pisang.
2.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji masa tenggang keripik bunga
pisang sehingga dapat diketahui daya simpan keripik.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. 2006.
Bercocok Tanaman Buah – Buahan. CV. Aneka Ilmu. Semarang
Djamal, H. A.
1989. Manfaat Batang
Pisang untuk Pupuk Kompos.
Sinar Tani. 26 Agustus 1989.
Jitarcerat,
Kanlayanarat and Sangchote.
2007. Effect of Cinnamon Combination
On Crown Rot Disease and Quality of Banana Fruit. Postharvest
Biology and Technology 45 : 333 – 340. 2007
Munajim. 1984. Teknologi
Pengolahan Pisang. Gramedia,
Jakarta.
Susilo, A.
1989. Manfaat Buah Pisang. Sinar Tani, 25 Oktober 1989.
Tohir dan Kaslan.
1983. Bercocok Tanaman Pohon Buah – Buahan. Pradnya Paramita. Jakarta.
0 komentar:
Posting Komentar