KERIPIK BUNGA (KERBUNG) PISANG SEBAGAI
SALAH SATU SOLUSI BAHAN PANGAN
ALTERNATIF
OLEH :
JWASKY BUDY E. P
NIS. 4654
DEPIN SARASATI
NIS. 4906
SMA NEGERI 3 KLATEN
2010
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : KERIPIK BUNGA (KERBUNG) PISANG
SEBAGAI
SALAH
SATU SOLUSI BAHAN PANGAN
ALTERNATIF
Identitas Peserta
1.
Nama :
JWASKY BUDY E. P
NIS :
4654
Kelas : XII IPA 2
2.
Nama :
DEPIN SARASATI
NIS : 4906
Kelas
: XI IPA 2
Klaten, Agustus 2010
Disyahkan oleh :
Kepala Sekolah
SMA Negeri 3 Klaten
Dra. Hj. Ryryn
Purwanti H. R, M. Hum
NIP. 19560913 197903
2 002
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat
menyusun laporan karya ilmiah remaja yang berjudul Keripik
Bunga (Kerbung) Pisang Sebagai Salah Satu Solusi Bahan Pangan Alternatif.
Laporan ini dimaksudkan untuk dapat
menjadi inovasi pengolahan bahan diversifikasi pangan dan dapat menghadapi persaingan global dengan baik yang akan
berguna bagi semua masyarakat ataupun seluruh pecinta kuliner. Proses pembuatan bahan pangan ini memang masih disusun secara
sederhana, penulis berharap
semoga dapat membantu berinovasi lebih lanjut sehingga keripik bunga (kerbung) pisang dapat lebih berguna dan dapat
bermanfaat bagi semua pihak.
Kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada Panitia LKTP SFCC Sekretariat Himaghita Universitas Sebelas Maret
Surakarta yang telah memberikan kesempatan kepada Kami sehingga dapat menyalurkan potensi dan
bakat yang ada pada diri penulis dan kepada SMA Negeri 3 Klaten yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk menyusun dan menyelesaikan karya ilmiah
ini dengan fasilitas yang telah disediakan, juga semua pihak yang ikut serta di
dalam penyusunan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Ibarat kata pepatah “ Tak Ada Gading
Yang Tak Retak “ maka laporan karya ilmiah ini tentunya masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca akan sangat
penulis harapkan guna kesempurnaan laporan ini. Semoga hasil penelitian ini
dapat bermanfaat bagi kita
semua dan khususnya semua pihak yang membutuhkan.
Klaten, 11 Agustus 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan
.......................................................................................... ii
Kata Pengantar
..................................................................................................... iii
Daftar Isi
.............................................................................................................. iv
Intisari .................................................................................................................. v
I.
Pendahuluan
.................................................................................................... 1
A.
Latar Belakang
......................................................................................... 1
B.
Tujuan
...................................................................................................... 2
C.
Manfaat
.................................................................................................... 2
D.
Rumusan Masalah
.................................................................................... 2
II.
Landasan Teori
............................................................................................... 3
III.
Metodologi Pelaksanaan................................................................................ 7
A.
Waktu dan Tempat Penelitian
.................................................................. 7
B.
Alat dan Bahan
......................................................................................... 7
C.
Cara Kerja
................................................................................................ 7
IV. Hasil dan Pembahasan
................................................................................. 9
A. Hasil
.........................................................................................................
9
B. Pembahasan
............................................................................................. 9
V.
Penutup
...........................................................................................................
12
A. Kesimpulan
.............................................................................................
12
B. Saran
....................................................................................................... 12
Daftar Pustaka
.....................................................................................................
13
Lampiran
............................................................................................................
14
INTISARI
Bunga
pisang yang merupakan bagian dari
jantung pisang dalam pemanfaatannya masih belum optimal sebab dalam pengolahannya
masih cukup sedikit
pengembangannya. Pada kesempatan ini Kami mencoba mengangkat pengolahan daya guna bunga pisang melalui percoban ini, yaitu berinovasi
mengolah bunga pisang menjadi keripik bunga pisang (kerbung) yang renyah. Bunga pisang dipilih dari pisang jenis
batu, karena lebih enak daripada jenis yang lain. Bunga pisang setelah dipisahkan dari kelopak
dan kelompoknya, dicuci bersih untuk segera direndam ke dalam air kapur sirih
selam 20 menit, cuci kembali kemudian rendam dalam air garam dan bawang
putih yang telah dihaluskan selama 1 jam kemudian dijemur selama 3 hari untuk meningkatkan kerenyahan dari kerbung pisang tersebut. Bunga pisang yang telah kering tadi
dicelupkan ke dalam putih telur dan tepung panir untuk segera digoreng ke dalam
minyak kelapa yang benar-benar panas agar keripik bunga pisang dapat menjadi
lebih renyah dan enak.
Kata Kunci : Bunga Pisang,
Keripik.
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengembangan daya guna sumber pangan saat ini
dijadikan trend center, dari perlakuan yang sederhana hingga perlakuan khusus
seperti pengembangan tanaman pisang. Tanaman pisang terdiri dari bunga, daun,
batang, buah, kulit pisang sampai bonggol. Tanaman pisang dalam perkembangannya
pun cukup banyak, bunganya sering dijadikan sayur, daunnya digunakan sebagai
pembungkus makanan, batangnya sering dijadikan pembuat lubang pada bangunan dan bahan mainan anak –anak, buahnya merupakan bagian yang paling
dikenal karena sering diolah
menjadi berbagai macam jenis pangan, juga sering dimakan sebagai
buah pencuci mulut setelah makan, kulit pisang berguna bagi kesehatan mata
sedangkan bonggolnya diolah sayur dan keripik.
Pengolahan tersebut selama ini dirasa belum cukup memberikan
kekayaan bagi dunia kuliner yang ada khususnya pada pengembangan bunga pisang. Pada pengolahan bunga pisang tersendiri belum banyak, sebab
dianggap tidak memiliki nilai yang enak pada rasanya, sepat dan masam akibat
getahnya yang begitu banyak. Bila rasa sepat dan masam dapat dikurangi bahkan
dihilangkan maka bunga pisang dapat dikonsumsi. Pemanfaatannya selama ini hanya
sebagai bahan sayur dan dendeng itupun masih menjadi satu paket dengan jantung
pisang.
Pengolahan bunga pisang dapat dilakukan secara
sederhana yakni tanpa harus menggunakan alat yang rumit dan mahal serta bahan tambahan lain. Oleh karena itu
melalui proses sederhana saja sudah dapat menghasilkan keripik yang renyah.
Karya ilmiah ini akan
mengangkat potensi bunga
pisang menjadi bahan pangan
yang dapat membantu diversifikasi pangan dan dapat bersaing dalam persaingan
global.
B.
Tujuan
1.
Mengetahui
cara membuat keripik dari bunga pisang ?
2.
Mengetahui manfaat bunga pisang.
C.
Manfaat
1. Bagi
Penulis
a.
Melatih berfikir dan bersikap inovatif terhadap keadaan
lingkungan.
b.
Melatih mengembangkan penelitian untuk memanfaatkan
lingkungan.
2. Bagi
Masyarakat
a.
Memberikan wawasan pada masyarakat agar mampu
memanfaatkan
lingkungan sekitar.
b.
Memberikan solusi bahan pangan alternatif bahwa bunga pisang memiliki potensi yang
baik untuk dikembangkan menjadi keripik yang renyah selain
potensi bagian tanaman pisang yang lainterhadap perkembangan pangan yang
semakin lama menurun.
D.
Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara membuat
keripik dari bunga pisang ?
b. Apa saja manfaat
bunga pisang ?
II.
LANDASAN
TEORI
Pisang adalah tananam herbal yang berasal dari kawasan Asia
Tenggara, termasuk Indonesia.
Kemudian menyebar luas ke kawasan Afrika (Madagaskar), Amerika Serikat, dan
Amerika Tengah. Selanjutnya hampir merata ke seluruh dunia, yakni meliputi
daerah tropik dan subtropik,
dimulai dari Asia Tenggara ke timur melalui lautan Teduh sampai ke Hawai.
Tanaman pisang menyebar ke barat melalui Samudra Atlantik, Kepulauan Kanari
sampai Benua Amerika
Berdasarkan taksonominya, tanaman
pisang diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Keluarga : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa
paradisiaca
Tanaman pisang telah ada sejak
manusia ada. Namun masih merupakan tanaman liar yang tidak dibudidayakan.
Karena manusia di awal kebudayaan hanya berperan sebagai pengumpul makanan dari
alam (food gathering) tanpa merasa perlu untuk menanamnya kembali (Daryanto, 2006).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa
saat kebudayaan pertanian menetap dimulai, pisang termasuk dalam
golongan tanaman pertama yang dipelihara. Di kalangan masyarakat Asia Tenggara
diduga pisang telah lama dimanfaatkan, terutama tunas dan pelepahnya yang
diolah sebagai sayur. Bagian – bagian
lain dari tanaman pisang pun juga telah dimanfaatkan.
Bukti sejarah, baik tertulis maupun
berupa relief, di tempat–tempat yang
dianggap penting menunjukkan bahwa tanaman pisang memang telah lama
dibudidayakan. Tulisan pertama tentang pemeliharaan pisang berasal dari India,
yakni disebutkan bahwa pemeliharaan tersebut dilakukan di Epics, Pali Boedhist
pada 500 – 600 SM. Disebutkan bahwa “buah sebesar taring“ itu memang disukai
binatang–binatang bertaring atau bertanduk seperti kera dan gajah. Di Cina,
dimulai dan terpusat di Yangtze dan Sungai Kuning. Sementara pada zaman Batu
kuno, dari tanah Yunani diperoleh data bahwa pisang termasuk flora dari tanah
India yang hadir pada 300 tahun SM. Sumber lain menyatakan bahwa sebelum perhubungan
benua Eropa dengan benua Asia ditemukan bangsa Portugis telah mengenal pisang
dari Teluk Guines di Afrika.
Menurut Munajim (1984) bahwa tanaman pisang memang banyak
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup manusia dan dikenal sebagai tanaman
yang multiguna karena selain buahnya
sedangkan menurut Tohir dan
Kaslan (1983) bahwa bagian tanaman lain pun bisa
dimanfaatkan, mulai dari bonggol hingga daunnya. Berbagai manfaat dari bagian –
bagian tanaman pisang adalah sebagai berikut :
1.
Buah
Buah pisang
merupakan bagian dari tanaman pisang yang paling dikenal dan merupakan bagian
utama dari produksi tanaman pisang. Buah pisang kerap digunakan sebagai sumber
vitamin dan mineral, sebagai buah meja, atau sebagai produk olahan seperti sale
pisang, tepung pisang, selai/jam, sari buah : sirup, keripik dan berbagai jenis
olahan kue (cake, nagasari, kolak, sarikaya, pisang goreng atau pisang bakar).
Buah pisang
hijau yang dibakar juga dapat digunakan sebagai obat yakni untuk pengobatan
tradisional gurah. Berfungsi untuk menghilangkan dahak agar suara menjadi
nyaring. Dengan membakar buah pisang hijau (beserta kulitnya) yang telah diberi
minyak jernih pada bagian tengahnya yang dibelah, kemudian dikupas kulitnya dan
dimakan. Buah pisang juga dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan penderita
anemia, sebagai sumber tenaga dan membantu program diet. Mengkonsumsi pisang
bisa menghilangkan pengaruh nikotin, membantu sistem syaraf, mencegah stroke,
mengontrol suhu badan (terutama bagi ibu hamil), menetralkan asam lambung dan
masih banyak manfaat lainnya.
2.
Kulit buah pisang
Selain sebagai pakan ternak, kulit buah
pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran cream anti nyamuk, dapat diekstrak untuk dibuat pectin. Bagian dalam pisang matang
yang dikerok dan dihancurkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat nata
pisang. Sementara tepung kulit pisang yang dicampur dengan ampas tahu dapat
digunakan sebagai pakan ayam buras untuk meningkatkan pertumbuhannya. Dapat
dijadikan sebagai pembunuh larva serangga, yakni dengan menambahkan sedikit
urea dan pemberian bakteri, berdasarkan hasil temuan dari Taiwan diketahui
bahwa kulit pisang yang mengandung vitamin B6 dan serotonin dapat diekstrak dan dimanfaatkan
untuk kesehatan mata (menjaga retina mata dari kerusakan akibat cahaya
berlebih).
3.
Bunga
Bunga pisang
biasanya dijadikan sebagai sayur karena memiliki kandungan protein, vitamin,
dan karbohidrat yang tinggi, selain dibuat sayur, bunga pisang juga dapat
dijadikan manisan, acar maupun lalapan.
4.
Daun
Masyarakat
pedesaan Jawa, daun pisang yang bagus atau tidak robek sering dimanfaatkan
sebagai pembungkus makanan. Sementara daun–daun yang tua atau sudah terkoyak
digunakan sebagai pakan kambing, kerbau, atau sapi karena banyak mengandung
unsur yang diperlukan oleh hewan atau bisa juga dijadikan sebagai bahan kompos.
5.
Batang
Dimanfaatkan
untuk membuat lubang pada bangunan, alas untuk memandikan mayat, untuk menutup
saluran air bila ingin mengalirkan air atau membagi air, sebagai tancapan
wayang, membungkus bibit, tali industri pengolahan tembakau (batang yang
dikeringkan terlebih dahulu) dan bahan untuk membuat kompos. Batang pisang dari
jenis abaca dapat diolah menjadi
serat untuk bahan dasar pembuatan pakaian atau kertas. Batang pisang yang telah
dipotong kecil dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (seperti domba dan
kambing) saat musim kemarau ketika persediaan rumput tidak ada atau kurang, air dari batang pisang juga
bisa dijadikan sebagai penawar racun dan bahan baku dalam pengobatan
tradisional.
6.
Bonggol
Bonggol pisang
adalah tanaman pisang berupa umbi batan (batang aslinya). Bonggol pisang muda
dapat dimanfaatkan untuk sayur dan diolah menjadi keripik yang kaya akan serat.
Secara tradisional, air umbi dari batang kapok dipercaya dapat dijadikan sebagai
obat disentri dan pendarahan usus besar.
Bunga pisang disebut juga jantung pisang karena
bentuknya menyerupai jantung. Bunga pisang tergolong berkelamin satu, yakni
berumah satu dalam satu tandan. Daun penumpu bunga biasanya berjejal rapat dan
tersusun secara spiral. Daun pelindung yang berwarna merah tua, berlilin, dan
mudah rontok berukuran panjang 10 – 25 cm. Bunga tersebut tersusun dalam dua
baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan (jika ada). Lima daun tenda bunga melekat
sampai tinggi dengan panjang 6 – 7 cm. Benang sari yang berjumlah 5 buah pada
bunga betina terbentuk tidak sempurna. Pada bunga betina terdapat bakal buah
yang berbentuk persegi, sedangkan pada bunga jantan tidak terdapat bakal buah (Jitarcerat, Kanlayanarat and Sangchote, 2007).
Bunga pisang yang memiliki sosok yang sangat kompak dan kuat. Daun
pelindung bunga atau seludang bagian luar berwarna merah tua sedangkan di
bagian dalam berwarna putih kekuningan. Semakin ke dalam warna seludang tersebut
akan semakin pucat. Bila jantung sudah muncul, secara bertahap akan keluar
sisir buahnya dan seludangnya pun akan berguguran sesuai dengan keluarnya
sisir. Rangkaian bunga pada pangkal adalah bunga betina dan akan berkembang
menjadi buah, rangkain bunga pada bagian tengah adalah bunga sempurna yang juga
bisa jadi buah, sedangkan rangkaian bunga yang berada di bagian pucuk adalah
bunga jantan dan tidak bisa berkembang menjadi buah. Pohon
pisang akan berbunga setelah berumur kira – kira 8 bulan. Ada juga baru
berbunga setelah berumur 10 bulan, misalnya pisang kepok. Sedangkan pisang
lain, seperti pisang lilin, pisang susu sudah berbunga setelah mencapai umur 7
bulan. Setelah bunga pisang muncul dari pohonnya, baru mengeluarkan buah
setelah berumur 4 – 10 hari. Baru bunga pisang sisa dapat diambil setelah 15 –
20 hari umur bunga pisang atau
kira – kira setelah terbentuk tangkai bunga sepanjang 10 – 20 cm (Munajim. 1984).
III.
METODOLOGI
PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan Karya Tulis
Ilmiah Remaja ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2010 di Perumahan Griya
Prima Barat, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a.
Baskom 1
buah
b.
Pisau 1
buah
c.
Penggorengan 1
buah
d.
Kertas Tissue secukupnya
e.
Piring 2
buah
f.
Sendok 2
buah
g.
Nampan
1 buah
2. Bahan
a.
Bunga Pisang Batu secukupnya
b.
Air 100
ml
c.
Kapur Sirih 2
sendok teh
d.
Garam secukupnya
e.
Bawang Putih 1
siung
f.
Minyak Kelapa 200 cc
g.
Putih Telur
1
butir
h.
Tepung Panir 2
½ ons
C. CARA KERJA
1.
Menyiapkan semua alat dan bahan
2.
Memisahkan bunga pisang satu persatu dari lapisan
kelopaknya pada jantung pisang
dan kelompoknya.
3.
Mencuci sampai
bersih bunga pisang kemudian merendamkannya ke dalam baskom berisi air dan
kapur sirih, selama 20 menit.
4.
Angkat dan cuci kembali kemudian rendam dalam air garam
dan bawang putih yang telah dihaluskan selama 1 jam.
5.
Setelah 1 jam angkat dan tiriskan pada nampan dan jemur selama 3 hari
6.
Setelah 3 hari angkat dan diamkan terlebih dahulu selama beberapa menit.
7.
Dicelupkan
satu per satu bunga pisang tadi ke dalam putih telur kemudian lumuri dengan menaburkan tepung
panir sampai semua permukaan bunga
pisang tertutup tepung.
8.
Masukkan ke
dalam penggorengan pada minyak kelapa yang telah benar-benar panas.
9.
Angkat dan
tiriskan bunga pisang yang telah digoreng tadi serta biarkan beberapa saat
sebelum ditempatkan ke dalam toples.
10.Keripik bunga pisang siap dihidangkan.
IV.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Berdasarkan hasil percobaan
yang dilakukan, diperoleh hasil pengolahan bunga pisang sebagai berikut :
Gambar Hasil Keripik Bunga Pisang
B. Pembahasan
Makanan
lezat tidak harus berbahan mahal, asalkan tahu cara mengolahnya. Demikian halnya dengan bunga pisang. Tidak setiap bunga pisang enak
dimakan, ada beberapa jenis pisang yang tidak enak dimakan, misalnya jenis
pisang Ambon, bunga pisang ini (rasa pahit) disebabkan banyaknya kandungan
tannin dalam bunga pisang tersebut. Tetapi rasa pahit itu dapat dihindarkan
bila sebelum disayur, bunga
pisang dibakar lebih dahulu sampai setengah masak. Berbeda dengan jenis pisang
klutuk (pisang batu/biji), tanpa dimasak pun sudah enak, yaitu langsung dimakan
atau dilalap dengan sambal sudah terasa enak. Bunga pisang selama ini dimanfaatkan menjadi lalapan, sayur, manisan,
acar bunga pisang atau saur raut. Pada beberapa literatur yang Kami baca bahwa
hasil olahannya cukup
baik, disamping rasa akan bertambah enak, juga daya tahan cukup tinggi. Berdasarkan
penelitian, ternyata bahwa bunga pisang kaya akan zat – zat yang diperlukan
oleh tubuh manusia (bernilai gizi), baik kandungan protein, lemak, karbohidrat,
mineral – mineral seperti kalsium, fosfor, besi, maupun vitamin – vitamin
seperti vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
Tabel Komposisi Kimia dari Beberapa Jenis Bunga Pisang (
Setiap 100 gr )
|
Jenis bunga pisang
|
Protein
(gr)
|
Lemak (gr)
|
Karbohidrat
(gr)
|
Mineral
|
Vitamin
|
||||
|
Ca
|
Fe
|
P
|
A
|
B
|
C
|
||||
|
Raja
Susu
Kepok
Klutuk
Lilin
|
1,38
1,32
1,26
2,10
1,02
|
0,43
0,32
0,35
0,46
0,38
|
8,65
7,72
8,31
6,24
7,50
|
4
4
6
8
3
|
0,2
0,3
0,4
0,7
0,1
|
60
40
50
60
30
|
160
150
140
170
165
|
0,04
0,05
0,06
0,03
0,04
|
8
10
9
7
8
|
( Hasil analisis kimia di Balai
Industri, 1981 )
Bunga pisang selama ini belum dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, karena
masyarakat belum memahami nilai gizi yang terkandung dalam bunga pisang.
Sehingga menyebabkan nilai ekonomi bunga pisang sangat rendah. Untuk menaikkan
nilai tambah bunga pisang ini, maka perlu diadakan percobaan – percobaan
penggunaannya. Pemanfaatan bunga pisang selama ini hanya
terbatas untuk sayur, pecel dan dendeng saja, itupun masyarakat memanfaatkannya
menjadi satu dengan jantung pisang. Oleh
karena itu dalam karya ilmiah ini, Kami hanya memanfaatkan bunga pisang secara
terpisah untuk diolah sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai keripik bunga
(kerbung) pisang. Proses pembuatannya mudah dan tidak memerlukan bahan tambahan
lain misalnya dalam pembuatan bakso jantung pisang masih memerlukan bahan
tambahan seperti tepung.
Bunga
pisang dipisahkan dari kelopak dan kelompoknya, dengan harapan kenampakan bunga
pisang yang dijadikan keripik nantinya berbentuk menyerupai stik atau
udang. Dalam kenampakan estetika
penyajian juga akan menambah daya tarik tersendiri. Perendaman ke dalam larutan kapur sirih
dimaksudkan untuk menghilangkan rasa getir dan getah serta untuk lebih
melunakkan bunga pisang terutama bagian calon buah, dengan harapan pada saat
dikonsumsi sebagai keripik dapat terasa lebih lunak dan renyah. Sedangkan perendaman pada larutan garam dan
bawang putih untuk lebih menambah rasa gurih pada bunga pisang. Pemberian putih telur dan tepung panir
dimaksudkan untuk lebih menambah rasa renyah
atau kemripik.
Pada
lampiran terlihat bahwa dari 50 responden
76 % atau sebanyak 38 responden menyatakan bahwa keripik bunga pisang
enak, sedangkan 24% atau sebanyak 12 responden menyatakan bahwa keripik bunga
pisang tidak enak. Rasa sangat enak dan tidak enak tidak
didapatkan pada tanggapan responden.
Dengan demikian percobaan yang telah Kami lakukan telah membuktikan
bahwa bunga pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara terpisah dapat
dibuat keripik bunga pisang (kerbung) yang renyah dengan bentuk kenampakan
seperti stik atau udang. Hasil ini dapat
menambah diversifikasi bahan pangan lokal yang diharapkan menjadi salah satu
solusi pencarian bahan pangan alternatif.
V.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan
tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.
Keripik bunga
pisang dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bahan
pangan alternatif dengan cara
pengolahan yang sederhana.
2.
Bunga pisang
selain dapat dimanfaatkan sebagai keripik juga dapat dimanfaatkan sebagai
lalapan, asinan, sayur dan acar.
B. Saran
1.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan bahan pangan lain atau
dengan perlakuan lain sehingga semakin banyak alternatif lain dan diversifikasi pangan untuk mengembangkan potensi bunga pisang.
2.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji masa tenggang keripik bunga
pisang sehingga dapat diketahui daya simpan keripik.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. 2006.
Bercocok Tanaman Buah – Buahan. CV. Aneka Ilmu. Semarang
Djamal, H. A.
1989. Manfaat Batang
Pisang untuk Pupuk Kompos.
Sinar Tani. 26 Agustus 1989.
Jitarcerat,
Kanlayanarat and Sangchote.
2007. Effect of Cinnamon Combination
On Crown Rot Disease and Quality of Banana Fruit. Postharvest
Biology and Technology 45 : 333 – 340. 2007
Munajim. 1984. Teknologi
Pengolahan Pisang. Gramedia,
Jakarta.
Susilo, A.
1989. Manfaat Buah Pisang. Sinar Tani, 25 Oktober 1989.
Tohir dan Kaslan.
1983. Bercocok Tanaman Pohon Buah – Buahan. Pradnya Paramita. Jakarta.
Lampiran 1. Foto-foto Perlakuan
Jantung Pisang Batu Bunga pisang dan bahan bantu
percobaan
Bunga Pisang dalam Bunga
Pisang dalam rendaman
rendaman kapur sirih
air garam dan bawang putih
Hasil Rendaman terakhir Hasil Penjemuran Bunga Pisang
Lampiran 1.
Tanggapan Yang Disampaikan Oleh Responden
|
Responden
|
Tanggapan yang Disampaikan
|
|||
|
Sangat Enak
|
Enak
|
Kurang Enak
|
Tidak Enak
|
|
|
1
|
|
Ö
|
|
|
|
2
|
|
Ö
|
|
|
|
3
|
|
Ö
|
|
|
|
4
|
|
Ö
|
|
|
|
5
|
|
Ö
|
|
|
|
6
|
|
Ö
|
|
|
|
7
|
|
Ö
|
|
|
|
8
|
|
|
Ö
|
|
|
9
|
|
Ö
|
|
|
|
10
|
|
|
Ö
|
|
|
11
|
|
|
Ö
|
|
|
12
|
|
Ö
|
|
|
|
13
|
|
Ö
|
|
|
|
14
|
|
Ö
|
|
|
|
15
|
|
Ö
|
|
|
|
16
|
|
Ö
|
|
|
|
17
|
|
Ö
|
|
|
|
18
|
|
|
Ö
|
|
|
19
|
|
Ö
|
|
|
|
20
|
|
Ö
|
|
|
|
21
|
|
Ö
|
|
|
|
22
|
|
Ö
|
|
|
|
23
|
|
Ö
|
|
|
|
24
|
|
|
Ö
|
|
|
25
|
|
Ö
|
|
|
|
26
|
|
Ö
|
|
|
|
27
|
|
Ö
|
|
|
|
28
|
|
Ö
|
|
|
|
29
|
|
|
Ö
|
|
|
30
|
|
Ö
|
|
|
|
31
|
|
Ö
|
|
|
|
32
|
|
Ö
|
|
|
|
33
|
|
Ö
|
|
|
|
34
|
|
|
Ö
|
|
|
35
|
|
Ö
|
|
|
|
36
|
|
Ö
|
|
|
|
37
|
|
Ö
|
|
|
|
38
|
|
Ö
|
|
|
|
39
|
|
Ö
|
|
|
|
40
|
|
Ö
|
|
|
|
41
|
|
Ö
|
|
|
|
42
|
|
|
Ö
|
|
|
43
|
|
|
Ö
|
|
|
44
|
|
|
Ö
|
|
|
45
|
|
Ö
|
|
|
|
46
|
|
|
Ö
|
|
|
47
|
|
Ö
|
|
|
|
48
|
|
|
Ö
|
|
|
49
|
|
Ö
|
|
|
|
50
|
|
Ö
|
|
|
|
Total
|
-
|
38
|
12
|
-
|
Prosentase:
- Sangat Enak : 0 %
- Enak : 76 %
- Kurang Enak : 24 %
- Tidak Enak : 0 %
Lampiran 2. Biodata Siswa dan Guru Pendamping
CURICCULUM
VITAE SISWA 1
Nama : Jwasky
Budi E.P
Tempat, Tanggal Lahir : Klaten, 15 Januari 1993
Agama :
Islam
Alamat : Perumahan Griya Prima Barat, Belangwetan,
Klaten Utara, Klaten
Nomor Induk Siswa :
04654
Nomor Telepon :
087838144993
Email : jwsky.poetry@ymail.com
Nama Orang Tua : Agus Budiyono
Pekerjaan Orang Tua :
PNS
Nomor Telepon :
08156755159
Sekolah :
SMA Negeri 3 Klaten
Alamat Sekolah :
Jalan Solo Km.2 Klaten
Pengalaman
Sekolah : 1. SD Negeri 3
Bareng Lor Klaten Utara Lulus
Tahun 2004
2. SMP Negeri 2 Klaten Lulus Tahun 2007
Pengalaman
Organisasi : 1. Pramuka
2. KIR
Prestasi :1. Finalis
Olimpiade Kimia tingkat SMA/MA
Se-Kabupaten Klaten 2009.
2. Finalis Lomba Desain Kaos Putri UNWIDHA
2009
CURICCULUM
VITAE SISWA 2
Nama : Depin Sarasati
Tempat, Tanggal Lahir :
Klaten, 29 Januari 1994
Agama :
Islam
Alamat : Tegal Purno, Jimbung, Kalikotes, Klaten
Nomor Induk Siswa :
04906
Nomor Telepon :
085878457750
Nama Orang Tua : Suratno
Pekerjaan :
Wiraswasta
Nomor Telepon :
085228151115
Sekolah :
SMA Negeri 3 Klaten
Alamat Sekolah :
Jalan Solo Km.2 Klaten
Pengalaman
Sekolah : 1. SD Negeri 1
Jimbung Klaten Lulus Tahun 2006
2. SMP Negeri
5 Klaten Lulus Tahun 2009
Pengalaman
Organisasi : 1. Pramuka
2. PMR
3. KIR
Prestasi :10 besar lomba
karya tulis ilmiah remaja tingkat SMA/SMK/MA bidang kimia wilayah DIY dan
Jateng yang diselenggarakan oleh jurusan teknik kimia IST AKPRIND Yogyakarta 19
Juni 2010 dengan judul Pemanfaatan Limbah Sisik Bawang Merah Sebagai Pupuk
Organik Cair
CURICCULUM
VITAE GURU PENDAMPING
A. Data Diri
Nama :
Tri Harjanto, S.Si.
Tempat, Tanggal Lahir :
Klaten, 20 Januari 1976
Alamat :
Tegalsari, RT.01/03, Dukuh, Delanggu, Klaten
Agama :
Islam
Status Pernikahan : Menikah
Email :
janto_adpp@yahoo.com
Website :
www.portalbiologi.blogspot.com
B. Data Sekolah
|
No.
|
Nama Sekolah
|
Lulus
|
Jurusan
|
No. Ijazah
|
|
1.
|
SD Negeri 1
Dlimas
|
1988
|
-
|
03 OA oa
0183169
|
|
2.
|
SMP Negeri 2
Ceper
|
1991
|
-
|
03 OA ob
1289933
|
|
3.
|
SMA Negeri
Delanggu
|
1994
|
A2
|
03 OB oe
0200061
|
|
4.
|
Universitas
Jend. Soedirman
|
2000
|
Biologi
|
14468/J23/B/S1/2000
|
|
5.
|
Universitas
Widya Dharma
|
2009
|
Akta IV
|
1560/FKIP/AKTA-IV/VII/2009
|
C.
Pengalaman Kerja
1. 1 Juli – 31 Desember 1998 sebagai asisten
tidak tetap pada praktikum Morfologi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas
Jenderal Soedirman.
2. 1 Juli – 31 Desember 1999 sebagai asisten
tidak tetap pada praktikum Limnologi dan Ekologi Perairan Fakultas Biologi
Universitas Jenderal Soedirman.
3. 1 Januari – 30 Juni 2000 sebagai asisten
tidak tetap pada praktikum Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Phanerogamae dan
Genetika Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
4. 11 April 2001 – 30 April 2007 sebagai
kepala produksi dan quality control-laboratorium di PT.Tirta Alam Tunggon
Sragen.
5. 17 Mei 2007 – 13 Juli 2009 sebagai kepala
quality control-laboratorium di PT.Tirta Sumber Kehidupan Karanganyar.
6. 15 Juli 2009 sampai sekarang sebagai guru
tidak tetap dan pengelola laboratorium Biologi SMA Negeri 3 Klaten.
7. Juli 2009 sampai sekarang penulis buku Agrobisnis
di PT. Delta Media Surakarta.
8. Tim Penyusun Buku Revisi Ringkasan Materi
dan Prediksi Ujian Nasional IPA SMP/MTs 2010/2011 PT. Widya Duta Surakarta.
D.
Prestasi
1. Guru pendamping lomba karya tulis ilmiah
remaja tingkat SMA/SMK/MA bidang kimia wilayah DIY dan Jateng yang
diselenggarakan oleh jurusan teknik kimia IST AKPRIND Yogyakarta 19 Juni 2010.
2. Menulis buku Puyuh, Ayam Pedaging dan
Kambing di PT. Delta Media Surakarta.
3. Menyusun Buku Revisi Ringkasan Materi dan
Prediksi Ujian Nasional IPA SMP/MTs 2010/2011 PT. Widya Duta Surakarta
0 komentar:
Posting Komentar