Minggu, 09 Desember 2012

KIR


KERIPIK BUNGA (KERBUNG) PISANG SEBAGAI
SALAH SATU SOLUSI BAHAN PANGAN ALTERNATIF























OLEH :

JWASKY BUDY E. P
NIS. 4654
DEPIN SARASATI
NIS. 4906









SMA NEGERI 3 KLATEN
2010

HALAMAN PENGESAHAN


Judul                             : KERIPIK BUNGA (KERBUNG) PISANG SEBAGAI 
                                       SALAH SATU SOLUSI BAHAN PANGAN  
                                       ALTERNATIF

Identitas Peserta
1.        Nama                    : JWASKY BUDY E. P
NIS                      : 4654
Kelas                    : XII IPA 2

2.        Nama                    : DEPIN SARASATI
NIS                      : 4906
Kelas                    : XI IPA 2



Klaten,     Agustus 2010










Disyahkan oleh :
Kepala Sekolah
SMA Negeri 3 Klaten





Dra. Hj. Ryryn Purwanti H. R, M. Hum
NIP. 19560913 197903 2 002

KATA PENGANTAR



            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyusun laporan karya ilmiah remaja yang berjudul Keripik Bunga (Kerbung) Pisang Sebagai Salah Satu Solusi Bahan Pangan Alternatif.
            Laporan ini dimaksudkan untuk dapat menjadi inovasi pengolahan bahan diversifikasi pangan dan dapat menghadapi persaingan global dengan baik yang akan berguna bagi semua masyarakat ataupun seluruh pecinta kuliner. Proses pembuatan bahan pangan ini memang masih disusun secara sederhana, penulis berharap semoga dapat membantu berinovasi lebih lanjut sehingga keripik bunga (kerbung) pisang dapat lebih berguna dan dapat bermanfaat bagi semua pihak.
            Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Panitia LKTP SFCC Sekretariat Himaghita Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan kesempatan kepada Kami sehingga dapat menyalurkan potensi dan bakat yang ada pada diri penulis dan kepada SMA Negeri 3 Klaten yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyusun dan menyelesaikan karya ilmiah ini dengan fasilitas yang telah disediakan, juga semua pihak yang ikut serta di dalam penyusunan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
            Ibarat kata pepatah “ Tak Ada Gading Yang Tak Retak “ maka laporan karya ilmiah ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca akan sangat penulis harapkan guna kesempurnaan laporan ini. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan khususnya semua pihak yang membutuhkan.



      Klaten,  11  Agustus 2010


Penulis


DAFTAR ISI



Halaman Pengesahan  ..........................................................................................  ii
Kata Pengantar .....................................................................................................  iii
Daftar Isi ..............................................................................................................  iv
Intisari ..................................................................................................................  v
I.     Pendahuluan ....................................................................................................  1
A.       Latar Belakang .........................................................................................  1
B.       Tujuan ......................................................................................................  2
C.       Manfaat ....................................................................................................  2
D.       Rumusan Masalah ....................................................................................  2
II.   Landasan Teori ...............................................................................................  3 
III.   Metodologi Pelaksanaan................................................................................  7 
A.       Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................................  7 
B.       Alat dan Bahan .........................................................................................  7
C.       Cara Kerja ................................................................................................  7
IV.   Hasil dan Pembahasan  .................................................................................  9
A.      Hasil .........................................................................................................  9
B.       Pembahasan  .............................................................................................  9
V.  Penutup ........................................................................................................... 12
A.      Kesimpulan .............................................................................................  12
B.       Saran .......................................................................................................  12
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 13
Lampiran  ............................................................................................................ 14





INTISARI



            Bunga pisang yang merupakan bagian dari jantung pisang dalam pemanfaatannya masih belum optimal sebab dalam pengolahannya masih cukup sedikit pengembangannya. Pada kesempatan ini Kami mencoba mengangkat pengolahan daya guna bunga pisang melalui percoban ini, yaitu berinovasi mengolah bunga pisang menjadi keripik bunga pisang (kerbung) yang renyah. Bunga pisang dipilih dari pisang jenis batu, karena lebih enak daripada jenis yang lain.  Bunga pisang setelah dipisahkan dari kelopak dan kelompoknya, dicuci bersih untuk segera direndam ke dalam air kapur sirih selam 20 menit, cuci kembali kemudian rendam dalam air garam dan bawang putih yang telah dihaluskan selama 1 jam kemudian dijemur selama 3 hari untuk meningkatkan kerenyahan dari kerbung pisang tersebut. Bunga pisang yang telah kering tadi dicelupkan ke dalam putih telur dan tepung panir untuk segera digoreng ke dalam minyak kelapa yang benar-benar panas agar keripik bunga pisang dapat menjadi lebih renyah dan enak.

Kata Kunci : Bunga Pisang, Keripik.















I.                  PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang
Pengembangan daya guna sumber pangan saat ini dijadikan trend center, dari perlakuan yang sederhana hingga perlakuan khusus seperti pengembangan tanaman pisang. Tanaman pisang terdiri dari bunga, daun, batang, buah, kulit pisang sampai bonggol. Tanaman pisang dalam perkembangannya pun cukup banyak, bunganya sering dijadikan sayur, daunnya digunakan sebagai pembungkus makanan, batangnya sering dijadikan pembuat lubang pada bangunan dan bahan mainan anak –anak, buahnya merupakan bagian yang paling dikenal karena sering diolah menjadi berbagai macam jenis pangan, juga sering dimakan sebagai buah pencuci mulut setelah makan, kulit pisang berguna bagi kesehatan mata sedangkan bonggolnya diolah sayur dan keripik.
Pengolahan tersebut selama ini dirasa belum cukup memberikan kekayaan bagi dunia kuliner yang ada khususnya pada pengembangan bunga pisang. Pada pengolahan bunga pisang tersendiri belum banyak, sebab dianggap tidak memiliki nilai yang enak pada rasanya, sepat dan masam akibat getahnya yang begitu banyak. Bila rasa sepat dan masam dapat dikurangi bahkan dihilangkan maka bunga pisang dapat dikonsumsi.  Pemanfaatannya selama ini hanya sebagai bahan sayur dan dendeng itupun masih menjadi satu paket dengan jantung pisang.
Pengolahan bunga pisang dapat dilakukan secara sederhana yakni tanpa harus menggunakan alat yang rumit dan mahal serta bahan tambahan lain. Oleh karena itu melalui proses sederhana saja sudah dapat menghasilkan keripik yang renyah. Karya ilmiah ini akan mengangkat potensi bunga pisang menjadi bahan pangan yang dapat membantu diversifikasi pangan dan dapat bersaing dalam persaingan global.

B.           Tujuan
1.      Mengetahui cara membuat keripik dari bunga pisang ?
2.      Mengetahui manfaat bunga pisang.

C.          Manfaat
1. Bagi Penulis
a.     Melatih berfikir dan bersikap inovatif terhadap keadaan lingkungan.
b.    Melatih mengembangkan penelitian untuk memanfaatkan lingkungan.
2. Bagi Masyarakat
a.    Memberikan wawasan pada masyarakat agar mampu memanfaatkan  
  lingkungan sekitar.
b.    Memberikan solusi bahan pangan alternatif bahwa bunga pisang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan menjadi keripik yang renyah selain potensi bagian tanaman pisang yang lainterhadap perkembangan pangan yang semakin lama menurun.

D.          Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara membuat keripik dari bunga pisang ?
b. Apa saja manfaat bunga pisang ?











II.                LANDASAN TEORI



            Pisang adalah tananam herbal yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kemudian menyebar luas ke kawasan Afrika (Madagaskar), Amerika Serikat, dan Amerika Tengah. Selanjutnya hampir merata ke seluruh dunia, yakni meliputi daerah tropik dan subtropik, dimulai dari Asia Tenggara ke timur melalui lautan Teduh sampai ke Hawai. Tanaman pisang menyebar ke barat melalui Samudra Atlantik, Kepulauan Kanari sampai Benua Amerika
            Berdasarkan taksonominya, tanaman pisang diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi               : Spermatophyta
Sub Divisi       : Angiospermae
Kelas               : Monocotyledonae
Keluarga          : Musaceae
Genus              : Musa
Spesies            : Musa paradisiaca
            Tanaman pisang telah ada sejak manusia ada. Namun masih merupakan tanaman liar yang tidak dibudidayakan. Karena manusia di awal kebudayaan hanya berperan sebagai pengumpul makanan dari alam (food gathering) tanpa merasa perlu untuk menanamnya kembali (Daryanto, 2006).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa saat kebudayaan pertanian menetap dimulai, pisang termasuk dalam golongan tanaman pertama yang dipelihara. Di kalangan masyarakat Asia Tenggara diduga pisang telah lama dimanfaatkan, terutama tunas dan pelepahnya yang diolah sebagai sayur.  Bagian – bagian lain dari tanaman pisang pun juga telah dimanfaatkan.
            Bukti sejarah, baik tertulis maupun berupa relief, di tempat–tempat yang dianggap penting menunjukkan bahwa tanaman pisang memang telah lama dibudidayakan. Tulisan pertama tentang pemeliharaan pisang berasal dari India, yakni disebutkan bahwa pemeliharaan tersebut dilakukan di Epics, Pali Boedhist pada 500 – 600 SM. Disebutkan bahwa “buah sebesar taring“ itu memang disukai binatang–binatang bertaring atau bertanduk seperti kera dan gajah. Di Cina, dimulai dan terpusat di Yangtze dan Sungai Kuning. Sementara pada zaman Batu kuno, dari tanah Yunani diperoleh data bahwa pisang termasuk flora dari tanah India yang hadir pada 300 tahun SM. Sumber lain menyatakan bahwa sebelum perhubungan benua Eropa dengan benua Asia ditemukan bangsa Portugis telah mengenal pisang dari Teluk Guines di Afrika.
            Menurut Munajim (1984) bahwa tanaman pisang memang banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup manusia dan dikenal sebagai tanaman yang multiguna karena selain buahnya sedangkan menurut Tohir dan Kaslan (1983) bahwa bagian tanaman lain pun bisa dimanfaatkan, mulai dari bonggol hingga daunnya. Berbagai manfaat dari bagian – bagian tanaman pisang adalah sebagai berikut :
1.    Buah
Buah pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang paling dikenal dan merupakan bagian utama dari produksi tanaman pisang. Buah pisang kerap digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sebagai buah meja, atau sebagai produk olahan seperti sale pisang, tepung pisang, selai/jam, sari buah : sirup, keripik dan berbagai jenis olahan kue (cake, nagasari, kolak, sarikaya, pisang goreng atau pisang bakar).
Buah pisang hijau yang dibakar juga dapat digunakan sebagai obat yakni untuk pengobatan tradisional gurah. Berfungsi untuk menghilangkan dahak agar suara menjadi nyaring. Dengan membakar buah pisang hijau (beserta kulitnya) yang telah diberi minyak jernih pada bagian tengahnya yang dibelah, kemudian dikupas kulitnya dan dimakan. Buah pisang juga dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan penderita anemia, sebagai sumber tenaga dan membantu program diet. Mengkonsumsi pisang bisa menghilangkan pengaruh nikotin, membantu sistem syaraf, mencegah stroke, mengontrol suhu badan (terutama bagi ibu hamil), menetralkan asam lambung dan masih banyak manfaat lainnya.
2.    Kulit buah pisang
Selain sebagai pakan ternak, kulit buah pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran cream anti nyamuk, dapat diekstrak untuk dibuat pectin. Bagian dalam pisang matang yang dikerok dan dihancurkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat nata pisang. Sementara tepung kulit pisang yang dicampur dengan ampas tahu dapat digunakan sebagai pakan ayam buras untuk meningkatkan pertumbuhannya. Dapat dijadikan sebagai pembunuh larva serangga, yakni dengan menambahkan sedikit urea dan pemberian bakteri, berdasarkan hasil temuan dari Taiwan diketahui bahwa kulit pisang yang mengandung vitamin B6 dan  serotonin dapat diekstrak dan dimanfaatkan untuk kesehatan mata (menjaga retina mata dari kerusakan akibat cahaya berlebih).
3.    Bunga
Bunga pisang biasanya dijadikan sebagai sayur karena memiliki kandungan protein, vitamin, dan karbohidrat yang tinggi, selain dibuat sayur, bunga pisang juga dapat dijadikan manisan, acar maupun lalapan.
4.    Daun
Masyarakat pedesaan Jawa, daun pisang yang bagus atau tidak robek sering dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan. Sementara daun–daun yang tua atau sudah terkoyak digunakan sebagai pakan kambing, kerbau, atau sapi karena banyak mengandung unsur yang diperlukan oleh hewan atau bisa juga dijadikan sebagai bahan kompos.
5.    Batang
Dimanfaatkan untuk membuat lubang pada bangunan, alas untuk memandikan mayat, untuk menutup saluran air bila ingin mengalirkan air atau membagi air, sebagai tancapan wayang, membungkus bibit, tali industri pengolahan tembakau (batang yang dikeringkan terlebih dahulu) dan bahan untuk membuat kompos. Batang pisang dari jenis abaca dapat diolah menjadi serat untuk bahan dasar pembuatan pakaian atau kertas. Batang pisang yang telah dipotong kecil dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (seperti domba dan kambing) saat musim kemarau ketika persediaan rumput tidak ada atau kurang, air dari batang pisang juga bisa dijadikan sebagai penawar racun dan bahan baku dalam pengobatan tradisional.


6.    Bonggol
Bonggol pisang adalah tanaman pisang berupa umbi batan (batang aslinya). Bonggol pisang muda dapat dimanfaatkan untuk sayur dan diolah menjadi keripik yang kaya akan serat. Secara tradisional, air umbi dari batang kapok dipercaya dapat dijadikan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar.
Bunga pisang disebut juga jantung pisang karena bentuknya menyerupai jantung. Bunga pisang tergolong berkelamin satu, yakni berumah satu dalam satu tandan. Daun penumpu bunga biasanya berjejal rapat dan tersusun secara spiral. Daun pelindung yang berwarna merah tua, berlilin, dan mudah rontok berukuran panjang 10 – 25 cm. Bunga tersebut tersusun dalam dua baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan (jika ada). Lima daun tenda bunga melekat sampai tinggi dengan panjang 6 – 7 cm. Benang sari yang berjumlah 5 buah pada bunga betina terbentuk tidak sempurna. Pada bunga betina terdapat bakal buah yang berbentuk persegi, sedangkan pada bunga jantan tidak terdapat bakal buah (Jitarcerat, Kanlayanarat and Sangchote, 2007).
Bunga pisang yang memiliki sosok yang sangat kompak dan kuat. Daun pelindung bunga atau seludang bagian luar berwarna merah tua sedangkan di bagian dalam berwarna putih kekuningan. Semakin ke dalam warna seludang tersebut akan semakin pucat. Bila jantung sudah muncul, secara bertahap akan keluar sisir buahnya dan seludangnya pun akan berguguran sesuai dengan keluarnya sisir. Rangkaian bunga pada pangkal adalah bunga betina dan akan berkembang menjadi buah, rangkain bunga pada bagian tengah adalah bunga sempurna yang juga bisa jadi buah, sedangkan rangkaian bunga yang berada di bagian pucuk adalah bunga jantan dan tidak bisa berkembang menjadi buah.  Pohon pisang akan berbunga setelah berumur kira – kira 8 bulan. Ada juga baru berbunga setelah berumur 10 bulan, misalnya pisang kepok. Sedangkan pisang lain, seperti pisang lilin, pisang susu sudah berbunga setelah mencapai umur 7 bulan. Setelah bunga pisang muncul dari pohonnya, baru mengeluarkan buah setelah berumur 4 – 10 hari. Baru bunga pisang sisa dapat diambil setelah 15 – 20 hari umur bunga pisang  atau kira – kira setelah terbentuk tangkai bunga sepanjang 10 – 20 cm (Munajim. 1984).

III.             METODOLOGI PELAKSANAAN



A.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan Karya Tulis Ilmiah Remaja ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2010 di Perumahan Griya Prima Barat, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten

B.     Alat dan Bahan
1.    Alat
a.    Baskom                               1 buah
b.    Pisau                                   1 buah
c.    Penggorengan                     1 buah
d.   Kertas Tissue                      secukupnya
e.    Piring                                  2 buah
f.     Sendok                               2 buah
g.    Nampan                              1 buah
2.    Bahan
a.    Bunga Pisang Batu             secukupnya
b.    Air                                      100 ml
c.    Kapur Sirih                         2 sendok teh
d.   Garam                                 secukupnya
e.    Bawang Putih                     1 siung
f.     Minyak Kelapa                   200 cc
g.    Putih Telur                         1 butir
h.    Tepung Panir                      2 ½ ons

C.    CARA KERJA
1.    Menyiapkan semua alat dan bahan
2.    Memisahkan bunga pisang satu persatu dari lapisan kelopaknya pada jantung pisang dan kelompoknya.
3.    Mencuci sampai bersih bunga pisang kemudian merendamkannya ke dalam baskom berisi air dan kapur sirih, selama 20 menit.
4.    Angkat dan cuci kembali kemudian rendam dalam air garam dan bawang putih yang telah dihaluskan selama 1 jam.
5.    Setelah 1 jam angkat dan tiriskan pada nampan dan jemur selama 3 hari
6.    Setelah 3 hari angkat dan diamkan terlebih dahulu selama beberapa menit.
7.    Dicelupkan satu per satu bunga pisang tadi ke dalam putih telur kemudian lumuri dengan menaburkan tepung panir sampai semua permukaan bunga pisang tertutup tepung.
8.    Masukkan ke dalam penggorengan pada minyak kelapa yang telah benar-benar panas.
9.    Angkat dan tiriskan bunga pisang yang telah digoreng tadi serta biarkan beberapa saat sebelum ditempatkan ke dalam toples.
10.Keripik bunga pisang siap dihidangkan.

















IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN



A.    Hasil
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil pengolahan bunga pisang sebagai berikut :

Gambar Hasil Keripik Bunga Pisang

B.     Pembahasan
Makanan lezat tidak harus berbahan mahal, asalkan tahu cara mengolahnya.  Demikian halnya dengan bunga pisang.  Tidak setiap bunga pisang enak dimakan, ada beberapa jenis pisang yang tidak enak dimakan, misalnya jenis pisang Ambon, bunga pisang ini (rasa pahit) disebabkan banyaknya kandungan tannin dalam bunga pisang tersebut. Tetapi rasa pahit itu dapat dihindarkan bila sebelum disayur, bunga pisang dibakar lebih dahulu sampai setengah masak. Berbeda dengan jenis pisang klutuk (pisang batu/biji), tanpa dimasak pun sudah enak, yaitu langsung dimakan atau dilalap dengan sambal sudah terasa enak. Bunga pisang selama ini dimanfaatkan menjadi lalapan, sayur, manisan, acar bunga pisang atau saur raut.  Pada beberapa literatur yang Kami baca bahwa hasil olahannya cukup baik, disamping rasa akan bertambah enak, juga daya tahan cukup tinggi.  Berdasarkan penelitian, ternyata bahwa bunga pisang kaya akan zat – zat yang diperlukan oleh tubuh manusia (bernilai gizi), baik kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral – mineral seperti kalsium, fosfor, besi, maupun vitamin – vitamin seperti vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
Tabel Komposisi Kimia dari Beberapa Jenis Bunga Pisang ( Setiap 100 gr )
Jenis bunga pisang
Protein
 (gr)
Lemak (gr)
Karbohidrat
 (gr)
Mineral
Vitamin
Ca
Fe
P
A
B
C
Raja
Susu
Kepok
Klutuk
Lilin
1,38
1,32
1,26
2,10
1,02
0,43
0,32
0,35
0,46
0,38
8,65
7,72
8,31
6,24
7,50
4
4
6
8
3
0,2
0,3
0,4
0,7
0,1
60
40
50
60
30
160
150
140
170
165
0,04
0,05
0,06
0,03
0,04
8
10
9
7
8
 ( Hasil analisis kimia di Balai Industri, 1981 )
Bunga pisang selama ini belum dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, karena masyarakat belum memahami nilai gizi yang terkandung dalam bunga pisang. Sehingga menyebabkan nilai ekonomi bunga pisang sangat rendah. Untuk menaikkan nilai tambah bunga pisang ini, maka perlu diadakan percobaan – percobaan penggunaannya.  Pemanfaatan bunga pisang selama ini hanya terbatas untuk sayur, pecel dan dendeng saja, itupun masyarakat memanfaatkannya menjadi satu dengan jantung pisang.  Oleh karena itu dalam karya ilmiah ini, Kami hanya memanfaatkan bunga pisang secara terpisah untuk diolah sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai keripik bunga (kerbung) pisang. Proses pembuatannya mudah dan tidak memerlukan bahan tambahan lain misalnya dalam pembuatan bakso jantung pisang masih memerlukan bahan tambahan seperti tepung. 
Bunga pisang dipisahkan dari kelopak dan kelompoknya, dengan harapan kenampakan bunga pisang yang dijadikan keripik nantinya berbentuk menyerupai stik atau udang.  Dalam kenampakan estetika penyajian juga akan menambah daya tarik tersendiri.  Perendaman ke dalam larutan kapur sirih dimaksudkan untuk menghilangkan rasa getir dan getah serta untuk lebih melunakkan bunga pisang terutama bagian calon buah, dengan harapan pada saat dikonsumsi sebagai keripik dapat terasa lebih lunak dan renyah.  Sedangkan perendaman pada larutan garam dan bawang putih untuk lebih menambah rasa gurih pada bunga pisang.  Pemberian putih telur dan tepung panir dimaksudkan untuk lebih menambah rasa renyah  atau kemripik. 
Pada lampiran terlihat bahwa dari 50 responden  76 % atau sebanyak 38 responden menyatakan bahwa keripik bunga pisang enak, sedangkan 24% atau sebanyak 12 responden menyatakan bahwa keripik bunga pisang  tidak enak.  Rasa sangat enak dan tidak enak tidak didapatkan pada tanggapan responden.  Dengan demikian percobaan yang telah Kami lakukan telah membuktikan bahwa bunga pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara terpisah dapat dibuat keripik bunga pisang (kerbung) yang renyah dengan bentuk kenampakan seperti stik atau udang.  Hasil ini dapat menambah diversifikasi bahan pangan lokal yang diharapkan menjadi salah satu solusi pencarian bahan pangan alternatif.

















V.                PENUTUP



A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Keripik bunga pisang dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bahan pangan alternatif dengan cara pengolahan yang sederhana.
2.    Bunga pisang selain dapat dimanfaatkan sebagai keripik juga dapat dimanfaatkan sebagai lalapan, asinan, sayur dan acar.

B.     Saran
1.       Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan bahan pangan lain atau dengan perlakuan lain sehingga semakin banyak alternatif lain dan diversifikasi pangan untuk mengembangkan potensi bunga pisang.
2.       Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji masa tenggang keripik bunga pisang sehingga dapat diketahui daya simpan keripik.




















DAFTAR PUSTAKA



Daryanto. 2006. Bercocok Tanaman Buah – Buahan. CV. Aneka Ilmu. Semarang
Djamal, H. A.  1989.  Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. Sinar Tani. 26 Agustus 1989.

Jitarcerat, Kanlayanarat and Sangchote. 2007. Effect of Cinnamon Combination On Crown Rot Disease and Quality of Banana Fruit. Postharvest Biology and Technology 45 : 333 – 340. 2007

Munajim. 1984.  Teknologi Pengolahan Pisang. Gramedia, Jakarta.
Susilo, A.  1989.  Manfaat Buah Pisang.  Sinar Tani, 25 Oktober 1989.
Tohir dan Kaslan. 1983. Bercocok Tanaman Pohon Buah – Buahan. Pradnya Paramita.  Jakarta.
















Lampiran 1. Foto-foto Perlakuan

     
           Jantung Pisang Batu                                  Bunga pisang dan bahan bantu percobaan


                     

          Bunga Pisang dalam                                            Bunga Pisang dalam rendaman
          rendaman kapur sirih                                              air garam dan bawang putih

         

            Hasil Rendaman terakhir                                 Hasil Penjemuran Bunga Pisang


Lampiran 1. Tanggapan Yang Disampaikan Oleh Responden

Responden
Tanggapan yang Disampaikan
Sangat Enak
Enak
Kurang Enak
Tidak Enak
1

Ö


2

Ö


3

Ö


4

Ö


5

Ö


6

Ö


7

Ö


8


Ö

9

Ö


10


Ö

11


Ö

12

Ö


13

Ö


14

Ö


15

Ö


16

Ö


17

Ö


18


Ö

19

Ö


20

Ö


21

Ö


22

Ö


23

Ö


24


Ö

25

Ö


26

Ö


27

Ö


28

Ö


29


Ö

30

Ö


31

Ö


32

Ö


33

Ö


34


Ö

35

Ö


36

Ö


37

Ö


38

Ö


39

Ö


40

Ö


41

Ö


42


Ö

43


Ö

44


Ö

45

Ö


46


Ö

47

Ö


48


Ö

49

Ö


50

Ö


Total
-
38
12
-

Prosentase:
  1. Sangat Enak    : 0 %
  2. Enak                : 76 %
  3. Kurang Enak   : 24 %
  4. Tidak Enak      : 0 %

















Lampiran 2. Biodata Siswa dan Guru Pendamping

CURICCULUM VITAE SISWA 1


Nama                                       :  Jwasky Budi E.P
Tempat, Tanggal Lahir            :  Klaten, 15 Januari 1993
Agama                                     :  Islam
Alamat                                                :  Perumahan Griya Prima Barat, Belangwetan,
                                                   Klaten Utara, Klaten
Nomor Induk Siswa                :  04654
Nomor Telepon                       :  087838144993
Email                                       :  jwsky.poetry@ymail.com
Nama Orang Tua                     :  Agus Budiyono
Pekerjaan Orang Tua               :  PNS
Nomor Telepon                       :  08156755159
Sekolah                                   : SMA Negeri 3 Klaten
Alamat Sekolah                       : Jalan Solo Km.2 Klaten
Pengalaman Sekolah               : 1. SD Negeri 3 Bareng Lor Klaten Utara Lulus  
                                                      Tahun 2004
                                                  2. SMP Negeri 2 Klaten  Lulus Tahun 2007
Pengalaman Organisasi           : 1. Pramuka
  2.  KIR
Prestasi                                     :1. Finalis Olimpiade Kimia tingkat SMA/MA 
                                                       Se-Kabupaten Klaten 2009.
 2. Finalis Lomba Desain Kaos Putri UNWIDHA
     2009










CURICCULUM VITAE SISWA 2


Nama                                       : Depin Sarasati
Tempat, Tanggal Lahir            : Klaten, 29 Januari 1994
Agama                                     : Islam
Alamat                                                : Tegal Purno, Jimbung, Kalikotes, Klaten  
Nomor Induk Siswa                :  04906
Nomor Telepon                       :  085878457750
Email                                       : sarasatidepin@yahoo.com
Nama Orang Tua                     :  Suratno
Pekerjaan                                 :  Wiraswasta
Nomor Telepon                       :  085228151115
Sekolah                                   :  SMA Negeri 3 Klaten
Alamat Sekolah                       :  Jalan Solo Km.2 Klaten
Pengalaman Sekolah               : 1. SD Negeri 1 Jimbung Klaten Lulus Tahun 2006
                                                  2. SMP Negeri  5 Klaten  Lulus Tahun 2009
Pengalaman Organisasi           : 1. Pramuka
  2. PMR
  3. KIR

Prestasi                                     :10 besar lomba karya tulis ilmiah remaja tingkat SMA/SMK/MA bidang kimia wilayah DIY dan Jateng yang diselenggarakan oleh jurusan teknik kimia IST AKPRIND Yogyakarta 19 Juni 2010 dengan judul Pemanfaatan Limbah Sisik Bawang Merah Sebagai Pupuk Organik Cair








CURICCULUM VITAE GURU PENDAMPING

A.  Data Diri
Nama                                       : Tri Harjanto, S.Si.
Tempat, Tanggal Lahir            : Klaten, 20 Januari 1976
Alamat                                                : Tegalsari, RT.01/03, Dukuh, Delanggu, Klaten
Agama                                     : Islam
Status Pernikahan                   : Menikah
Email                                       : janto_adpp@yahoo.com
Website                                   : www.portalbiologi.blogspot.com
B.  Data Sekolah
No.
Nama Sekolah
Lulus
Jurusan
No. Ijazah
1.
SD Negeri 1 Dlimas
1988
-
03 OA oa 0183169
2.
SMP Negeri 2 Ceper
1991
-
03 OA ob 1289933
3.
SMA Negeri Delanggu
1994
A2
03 OB oe 0200061
4.
Universitas Jend. Soedirman
2000
Biologi
14468/J23/B/S1/2000
5.
Universitas Widya Dharma
2009
Akta IV
1560/FKIP/AKTA-IV/VII/2009

C.  Pengalaman Kerja
1.    1 Juli – 31 Desember 1998 sebagai asisten tidak tetap pada praktikum Morfologi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
2.    1 Juli – 31 Desember 1999 sebagai asisten tidak tetap pada praktikum Limnologi dan Ekologi Perairan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
3.    1 Januari – 30 Juni 2000 sebagai asisten tidak tetap pada praktikum Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Phanerogamae dan Genetika Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
4.    11 April 2001 – 30 April 2007 sebagai kepala produksi dan quality control-laboratorium di PT.Tirta Alam Tunggon Sragen.
5.    17 Mei 2007 – 13 Juli 2009 sebagai kepala quality control-laboratorium di PT.Tirta Sumber Kehidupan Karanganyar.
6.    15 Juli 2009 sampai sekarang sebagai guru tidak tetap dan pengelola laboratorium Biologi SMA Negeri 3 Klaten.
7.    Juli 2009 sampai sekarang penulis buku Agrobisnis di PT. Delta Media Surakarta.
8.    Tim Penyusun Buku Revisi Ringkasan Materi dan Prediksi Ujian Nasional IPA SMP/MTs 2010/2011 PT. Widya Duta Surakarta.

D.  Prestasi
1.    Guru pendamping lomba karya tulis ilmiah remaja tingkat SMA/SMK/MA bidang kimia wilayah DIY dan Jateng yang diselenggarakan oleh jurusan teknik kimia IST AKPRIND Yogyakarta 19 Juni 2010.
2.    Menulis buku Puyuh, Ayam Pedaging dan Kambing di PT. Delta Media Surakarta.
3.    Menyusun Buku Revisi Ringkasan Materi dan Prediksi Ujian Nasional IPA SMP/MTs 2010/2011 PT. Widya Duta Surakarta

0 komentar:

Posting Komentar

 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template