Selasa, 11 Februari 2014

derai-derai cemara


DERAI DERAI CEMARA (CIPT.CHAIRIL ANWAR) cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah juga malam akhirnya berlabuh dan dingin pun menyebarkan kalam seperti hujan di ujung melempar sauh mengekalkan rindu dan cinta dalam-dalam malam pun berganti subuh meninggalkan kepekatan malam pada tulang yang makin merapuh di pandangan mata yang terus memburam hidup adalah perjalanan malam penuh dengan kegelapan kau tak tahu kapan kan tenggelam hitam adalah misteri yang kelam penuh dengan jebakan kau tak tahu jalan mana yang menikam di dalam kelam kau butuh penerang yang bisa memberi jalan di kegelapan malam kau butuh penuntun agar tak kan melangkah kaki ke jurang hidup adalah perjalanan malam kau tak tahu apa yang kan datang kau tak tahu apa yang kan hilang kau tak tahu kapan akan tenggelam karena malam adalah penuh kegelapan maka bersiaplah dengan bekal seutama bekal ialah keimanan itulah jalan penerang seutama pakaian adalah ketakwaan itulah pelindung badan seutama jalan adalah jalan yang benar untuk itulah kau butuh penunjuk jalan bersegeralah berjalan mencari cahaya terang karena malam kan segera beranjak siang yang teriknya membakar kulit hingga kerontang

0 komentar:

Posting Komentar

 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template