Sabtu, 08 Februari 2014

Diskusi 3 Akuntansi Perusahaan Dagang


1. perbedaan karakteristik perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Dari ketiganya terdapat akun aktiva yang membedakannya. Akun apakah itu? Jawab: a. Karakteristik Perusahaan Jasa : a. Mengedepankan pelayanan (citra diri yang positif) terhadap konsumen atau pengguna jasa. b. Jasa sangat memperhatikan kepuasan dan kesetiaan konsumen. b. Karakteristik Perusahaan Dagang : a. Dapat mengemas pelayanan yang baik sehingga prodak hasil dari manufaktur dapat ketangan konsumen dengan baik. b. Menjaga loyalitas konsumen agar senantiasa menggunakan produk atau jasa tersebut. c. Karakteristik Perusahaan Manufaktur : a. Mengutamakan kualitas produk. b. Dibutuhkan inovasi yang terus menerus untuk prodak yang dihasilkan oleh manufaktur tersebut. Pada laporan keuangan laba rugi, perusahaan Jasa tidak ada akun Harga Pokok Penjualan (HPP), sedangkan pada perusahaan dagang dan manufaktur ada Harga Pokok Penjualan (HPP). Akun yang membedakan ialah aktiva kewajiban dan ekuitas pemilik. 2. Apa arti syarat penjualan 2/15 n/30? Jawab: 2/15 n/30, artinya dengan syarat ini pembeli akan diberikan potongan 2 % apabila ia membayar harga faktur paling lambat 15 hari setelah tanggal transaksi, sedangkan waktu pembayar paling lambat adalah 30 hari. 2 = (pembilang) artinya besarnya persentase potongan, 15 = (penyebut) artinya batas waktu mendapatkan potongan dan n/30 = batas akhir pelunasan faktur. 3. Apa itu sistem persediaan fisik vs perpetual. Jawab: a. Persediaan Fisik Pada system ini, Harga Pokok Penjualan ( cost of goods sold ) baru dihitung dan dicatat pada akhir periode akuntansi. Cara yang dilakukan adalah dengan menghitung kuantitas barang yang ada di gudang di setiap akhir periode, kemudian mengalikanya dengan harga pokok per unitnya. Dengan cara ini maka jumlahnya, baik pisik maupun harga pokoknya, tidak dapat diketahui setiap saat.Konsekuensinya, jumlah barang yang hilang tidak dapat dideteksi oleh system ini. b. Persediaan Perpetual Dalam system perpetual, perubahan jumlah persediaan ( fisik maupun rupiah ) dimonitor setiap saat. Caranya dengan menyediakan kartu persediaan untuk setiap jenis persediaan. Apabila ada selisih dalam pencatatan persediaan maka pada jurnal dicatat sebagai selisih pencatatan persediaan. 4. Asumsi aliran persediaan FIFO dan LIFO. Jawab: a. Metode FIFO harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir. Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca. b. Metode LIFO membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten. FIFO 1. Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah 2. Menghasilkan laba kotor yang tinggi 3. Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi - LIFO 1. menghasilkan harga pokok penjualan yang tinggi 2. Menghasilkan laba kotor yang rendah 3. Menghasilkan persediaan akhir yang rendah

0 komentar:

Posting Komentar

 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template