Keasingan membikin mata terbelalak.membikinnya hanya bersikap
reaktif,tanpa kunjung bisa memandang apalagi menggenggam dirinya
sendiri.
'dadio pengertenmu,le
Sugih tanpa banda,nglurug tanpa bala.
'inggih rama,dados pangerten kula
Pangkat tanpa tulada,mangan ketekan sega.
'mengertia,nak
Sekti tanpa aji,menang tanpa ngasorake
'inggih rama,kula mangerteni
Manak tanpa ari-ari,nganggep liyan kaya wudele dhewe.
'o,batinmu kotor,nak
Kamu hanya pintar menggerundal.
Nafsu besar,tenaga gampang letih.
Tak paham sepi ing pamrih,rame ing gawe.
'jika buah berwarna keruh,bapak
Siapakh yg melahirkan kalau bukan sang p0h0n-nya
Jika anjing mengg0ngg0ng di kamar,bapak
Kepada siapakah jika tidak tuannya.
'nafsu besar krn api menjilatnya
Tenaga letih krn nikmat memanjakannya.
Dosa bagi bpak yg menanamkan benih
'rame ing pamrih sepi ing gawe
Nyuwun sewu,bapak,kami ini perut lapar
Tapi rajin kerja alangkah sukar!
'kamu,nak.malas kerja.
Tapi tidak nriman apa adanya
Tidak lega lila!
'zaman yg rakus,bapak
Tak mengenal kewajaran kerja.
'Hidup yg penuh pencurian tidak mengajari nriman.
demi makna baru kemajuan
Segala harus diperjuangkan
Jika ingin penuh budak dan penindasan
Nurani tak rela membiarkan
'bapak,waktu telah berg0lak
Tak setengah itu air telaga
Langit batinku retak
Tak terucap kata lega lila
'kami ini,bapak
Menggodog sukma tak matang-matang
Menunggu piwales sampai mati ngenes
Menunggu ratu adil malah ketemu bedil
Menunggu datangnya seorang ayatollah
Tpi adakah ia akan dtang
Dri serang ato muntilan
'piutang nasib,bapak
Makin bertumpuk sedang par dewa bagaikan terus mengantuk
Kalau segala hutang bakal terbayar di nirwan
Bapak,kami cemas jiwa tak lagi dahaga
'ngger t0leku,hidupmu sokoguru
Sukmamu kehilangan wuku
Karena tak mau nggugu dan niru
Kepada orang tua tidak mendhem jero mikul dhuwur!
'bapak,itu benar
Sokoguru sudah dibongkar
Sedang belum tegak tiang lain yg menukar
Bapak,awan berarak
Lintang wuku tersaput,aku teriak!
Kemana memandang mripat si anak?
Jika menggugu kata-katmu,betapa semu
Sedang perilakumu rancu
Tak mungkin kutiru
Maaf,bpak.
Ingin aku mengubur
Engkau yg makin dipikul dhuwur
'makin ngawur!
Edan!anak-anak zaman sekarang!edan!
Rasanya bebal,tidak tanggap ing sasmita
'tepat,bapak!aku edan krn turunan
Batin penuh debu,diajari tanggap ing pamrih.
'th0le! Kamu tdk mengerti winarah
Tak tau utara selatan!
'arah,bapak,hanyalah buah kesepakatan
Yang kini ditikam pengingkaran
Cerai selatan dan utara
Lalu bentur,lenyap di cakrawala
Timur barat bersilang tindih
Kaki naik p0dium,kepala merintih!
'gusti allah minta ngapura
Anak-anak sekarang sudah pada cilaka
Tak tahu g0t0ng-royong
Tak bisa diajari tut wuri handayani!
'@:gusti allah nyuwun pangapunten
Bapak-simbok kami sudah sangat kebangetan
Makin jdi priyayi,makin pintar ngakali
Tut wuri hanjegali!
'ucapmu berbahaya,nak
Hati-hati melontarkan kalimat
Supaya tidak kuwalat!
'kata polos bapak memang berbahaya
Di hadapan pedang laknat
Dalam hidup yg sarat khianat
Akan hal ucapanmu,bapak
Sungguh tak berdaya,tak mengandung walat
Sebab sudah kehilangan jimat
'thole!hidupmu sudah tidak wungkul
Tidak tresno kpada daya,kepada cahya
Tidak mudheng tresna jalaran saka kulina
'sorry,bapak
Bagaimana hidup kami bsa wungkul kalu kepala kami selalu didengkul
Bagaimana batin kami bisa wutuh
Kalau beribu nilai berperang brubuh
,gendruwo buleh mudharake tapabrata
Gendruwo soklat sugih dadakan
Jalaran saka mulasara
'thole! Tidak ilok!
Bapak! Tidak ada santri makan pelok
Th0le!
Kere!
-keutuhan hanya bsa dicapai,jk perang brubuh nilai-nilai mampu disarimg kristalnya.
-kebulatan bsa digapai,jika untuk setiap orang dijamin kemerdekaan
-daya dan cahaya bsa muncul jika ada peluang bagi kebenaran pengolahan.
-rasa cinta tumbuh bagi semuanya,jika gerak tak menyalahi irama.
''tapi sila-samadi kini terurai,telah datang raksasa yg penuh nyali.
Telah disuguhkan makanan yg merangsangkan kelangkaaan bidadari. Telah datang raksasa cahaya baru yg sekuat mataharh.
Anak-anak berkata-kapankah kami berhasil menguasai diri?
Dilihatnya sang bapak merajai panggung,menjadi jaya dan beruntung.
Mencuri sambil tersenyu,menganiaya sesamanya,menghisap darah.meremas tulang sungsum.
Sang anak bingung dan resah.ketika ia berteriak,bapak langsung marah.
Ia pun pergi,minggat meninggalkan rmah.
-the end-
'dadio pengertenmu,le
Sugih tanpa banda,nglurug tanpa bala.
'inggih rama,dados pangerten kula
Pangkat tanpa tulada,mangan ketekan sega.
'mengertia,nak
Sekti tanpa aji,menang tanpa ngasorake
'inggih rama,kula mangerteni
Manak tanpa ari-ari,nganggep liyan kaya wudele dhewe.
'o,batinmu kotor,nak
Kamu hanya pintar menggerundal.
Nafsu besar,tenaga gampang letih.
Tak paham sepi ing pamrih,rame ing gawe.
'jika buah berwarna keruh,bapak
Siapakh yg melahirkan kalau bukan sang p0h0n-nya
Jika anjing mengg0ngg0ng di kamar,bapak
Kepada siapakah jika tidak tuannya.
'nafsu besar krn api menjilatnya
Tenaga letih krn nikmat memanjakannya.
Dosa bagi bpak yg menanamkan benih
'rame ing pamrih sepi ing gawe
Nyuwun sewu,bapak,kami ini perut lapar
Tapi rajin kerja alangkah sukar!
'kamu,nak.malas kerja.
Tapi tidak nriman apa adanya
Tidak lega lila!
'zaman yg rakus,bapak
Tak mengenal kewajaran kerja.
'Hidup yg penuh pencurian tidak mengajari nriman.
demi makna baru kemajuan
Segala harus diperjuangkan
Jika ingin penuh budak dan penindasan
Nurani tak rela membiarkan
'bapak,waktu telah berg0lak
Tak setengah itu air telaga
Langit batinku retak
Tak terucap kata lega lila
'kami ini,bapak
Menggodog sukma tak matang-matang
Menunggu piwales sampai mati ngenes
Menunggu ratu adil malah ketemu bedil
Menunggu datangnya seorang ayatollah
Tpi adakah ia akan dtang
Dri serang ato muntilan
'piutang nasib,bapak
Makin bertumpuk sedang par dewa bagaikan terus mengantuk
Kalau segala hutang bakal terbayar di nirwan
Bapak,kami cemas jiwa tak lagi dahaga
'ngger t0leku,hidupmu sokoguru
Sukmamu kehilangan wuku
Karena tak mau nggugu dan niru
Kepada orang tua tidak mendhem jero mikul dhuwur!
'bapak,itu benar
Sokoguru sudah dibongkar
Sedang belum tegak tiang lain yg menukar
Bapak,awan berarak
Lintang wuku tersaput,aku teriak!
Kemana memandang mripat si anak?
Jika menggugu kata-katmu,betapa semu
Sedang perilakumu rancu
Tak mungkin kutiru
Maaf,bpak.
Ingin aku mengubur
Engkau yg makin dipikul dhuwur
'makin ngawur!
Edan!anak-anak zaman sekarang!edan!
Rasanya bebal,tidak tanggap ing sasmita
'tepat,bapak!aku edan krn turunan
Batin penuh debu,diajari tanggap ing pamrih.
'th0le! Kamu tdk mengerti winarah
Tak tau utara selatan!
'arah,bapak,hanyalah buah kesepakatan
Yang kini ditikam pengingkaran
Cerai selatan dan utara
Lalu bentur,lenyap di cakrawala
Timur barat bersilang tindih
Kaki naik p0dium,kepala merintih!
'gusti allah minta ngapura
Anak-anak sekarang sudah pada cilaka
Tak tahu g0t0ng-royong
Tak bisa diajari tut wuri handayani!
'@:gusti allah nyuwun pangapunten
Bapak-simbok kami sudah sangat kebangetan
Makin jdi priyayi,makin pintar ngakali
Tut wuri hanjegali!
'ucapmu berbahaya,nak
Hati-hati melontarkan kalimat
Supaya tidak kuwalat!
'kata polos bapak memang berbahaya
Di hadapan pedang laknat
Dalam hidup yg sarat khianat
Akan hal ucapanmu,bapak
Sungguh tak berdaya,tak mengandung walat
Sebab sudah kehilangan jimat
'thole!hidupmu sudah tidak wungkul
Tidak tresno kpada daya,kepada cahya
Tidak mudheng tresna jalaran saka kulina
'sorry,bapak
Bagaimana hidup kami bsa wungkul kalu kepala kami selalu didengkul
Bagaimana batin kami bisa wutuh
Kalau beribu nilai berperang brubuh
,gendruwo buleh mudharake tapabrata
Gendruwo soklat sugih dadakan
Jalaran saka mulasara
'thole! Tidak ilok!
Bapak! Tidak ada santri makan pelok
Th0le!
Kere!
-keutuhan hanya bsa dicapai,jk perang brubuh nilai-nilai mampu disarimg kristalnya.
-kebulatan bsa digapai,jika untuk setiap orang dijamin kemerdekaan
-daya dan cahaya bsa muncul jika ada peluang bagi kebenaran pengolahan.
-rasa cinta tumbuh bagi semuanya,jika gerak tak menyalahi irama.
''tapi sila-samadi kini terurai,telah datang raksasa yg penuh nyali.
Telah disuguhkan makanan yg merangsangkan kelangkaaan bidadari. Telah datang raksasa cahaya baru yg sekuat mataharh.
Anak-anak berkata-kapankah kami berhasil menguasai diri?
Dilihatnya sang bapak merajai panggung,menjadi jaya dan beruntung.
Mencuri sambil tersenyu,menganiaya sesamanya,menghisap darah.meremas tulang sungsum.
Sang anak bingung dan resah.ketika ia berteriak,bapak langsung marah.
Ia pun pergi,minggat meninggalkan rmah.
-the end-
0 komentar:
Posting Komentar