Sabtu, 14 Desember 2013

Inisiasi 4 Ekonomi Manajerial


Materi Inisiasi 4 Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP Ekonomi Manajerial 4312 Regresi linier bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sejumlah variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Model regresi yang merupakan fungsi linier sejumlah variabel berguna untuk menjelaskan variasi dependen variabel. Model regresi yang ideal adalah model dengan jumlah variabel sedikit, namun bisa menjelaskan sebagian besar variasi dependen variabel. Jadi, metode dalam mengestimasi model regresi, tujuannya adalah memilih koefisien variabel independen dalam model yang meminimumkan variasi error. Metode ini disebut ordinary least squares (OLS), yaitu metode yang meminimumkan jumlah kuadrat error. Jumlah kuadrat error adalah ukuran variasi error. Error adalah selisih nilai variabel dependen yang sesungguhnya dengan nilai prediksi model regresi. 1. Pembentukan Hipotesis Fokus pengujian adalah hubungan kausalitas. Bentuk hubungan kausalitas adalah sebuah variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Bentuk hubungan yang lebih informatif adalah apabila nilai variabel independen berubah satu persen, variabel dependen berubah berapa persen. Apabila variabel independen harga produk tidak mempengaruhi permintaan produk, pengaruh harga terhadap permintaan produk adalah nol. Dalam memilih variabel bebas tentu saja yang diharapkan adalah bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel dependen. Hal yang tidak diharapkan adalah variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen. Hipotesis variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen disebut H0 (hipotesis nol). Angka nol merujuk bahwa pengaruh independen terhadap dependen variabel adalah nol (tidak berpengaruh). Sedangkan hipotesis variabel independen mempengaruhi dependen variabel disebut H1 (hipotesis 1 atau hipotesis alternatif). Kata alternatif merujuk pada hipotesis bahwa pengaruh independen variabel berpengaruh pada dependen variabel. Oleh karena itu, bentuk dari hipotesis adalah sebagai berikut: di mana menunjukkan pengaruh variabel sebuah variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam pengujian hipotesis tentu saja yang diharapkan adalah menolak H0 atau menerima H1 (baca hipotesis alternatif untuk mengingatkan hipotesis alternatif dari H0). Menolak H0 atau menerima H1 artinya data sesuai dengan hipotesis alternatif yang dibentuk berdasarkan teori. Lebih dari itu, nilai beta yang tidak sama dengan nol mengkuantifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai variabel ditransformasikan dengan ln, koefisien masing-masing variabel merupakan elastisitas variabel dependen variabel terhadap perubahan masing-masing variabel independen. 2. Pengujian Hipotesis Untuk menentukan penerimaan atau penolakan sebuah H0 memerlukan uji t. Uji t sering disebut sebagai uji sebuah koefisien karena menguji masing-masing koefisien variabel independen dalam model regresi. Dalam uji t, koefisien (misalnya ) diasumsikan menyebar normal dengan rata-rata 0, sesuai dengan H0. Kemudian, nilai estimasi beta tersebut ditransformasi normal baku dan nilainya disebut t hitung. Variabel t hitung ini menyebar secara t. Apabila t hitung berada jauh dari rata-ratanya (0), maka nilai estimasinya tidak sama dengan nol, atau H0 ditolak. Apabila nilai t hitung berada di sekitar nol maka nilai estimasinya sama dengan nol. Oleh karena itu, daerah di sekitar nol pada distribusi t disebut daerah penerimaan H0, sedangkan daerah distribusi t yang jauh dari nol disebut daerah penerimaan H0. Gambar 4.3 menggambarkan daerah penerimaan dan daerah penolakan H0 untuk kasus ukuran sampel besar. Apabila ukuran sampel besar, distribusi t konvergen pada distribusi z. Gambar 4.4. Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 Apabila nilai t hitung sama dengan -2 maka H0 ditolak dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila nilai t hitung sama dengan +2 maka H0 juga ditolak dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengujian ini disebut pengujian dua ekor (two tail) atau ada yang menyebut pengujian dua arah. Pengujian dua ekor ini berdasarkan pada H1, yaitu variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen . Dalam hal ini, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen bisa positif atau negatif. Bila pengaruhnya negatif, seperti yang ditunjukkan dengan hasil estimasinya maka nilai t hitung akan negatif. Sebaliknya, apabila pengaruhnya positif maka nilai t hitungnya positif. Misalnya, nilai t hitung adalah 1, nilai satu jatuh pada daerah penerimaan H0. Oleh karena itu, H0 diterima. Perhatikan menerima H0, yaitu menerima hipotesis nilai beta sama dengan nol, artinya variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen. Dikatakan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tidak signifikan. Bila hasil nilai estimasi tidak terdeviasi cukup jauh dari nol maka disimpulkan bahwa nilai parameter yang diestimasi sama dengan nol. Dalam kondisi apa nilai t hitung akan cenderung jatuh pada daerah penolakan H0? Semakin jauh nilai terdeviasi dari nol dan semakin kecil deviasi standar estimasi beta, maka semakin besar nilai t dan semakin besar kemungkinan nilai t jatuh pada daerah penolakan. (Lihat formula transformasi t di atas). Semakin kecil deviasi standar estimasi beta, artinya semakin tinggi ketepatan (presisi) estimasi beta. Deviasi standar estimasi beta bergantung pada standar deviasi error. Kecilnya deviasi standar error regresi, mengindikasikan kemampuan model menjelaskan variasi variabel dependen. Apabila koefisien variabel-variabel dalam model signifikan, artinya variabel-variabel dalam model bisa menjelaskan variasi dependen variabel. Untuk menguji apakah sebuah model bisa menjelaskan variasi variabel dependen digunakan uji F. Uji F biasanya disebut uji model. Sebagai indikasi, apabila koefisien ada variabel independen yang signifikan (dengan menggunakan uji t), model tersebut dikatakan bisa menjelaskan variasi variabel dependen. Prosedur uji F dijelaskan pada bagian berikutnya pada modul ini. ILUSTRASI REGRESI Ilustrasi regresi ini menampilkan estimasi fungsi permintaan. Variabel dependen adalah permintaan produk x (penjualan produk x). Variabel independen adalah harga produk x, harga produk lain dan pendapatan konsumen. Diasumsikan bahwa bentuk fungsi permintaan adalah fungsi permintaan Cobb-Douglas. Fungsi permintaan Cobb-Douglas merupakan fungsi pangkat yang sulit diestimasi. Supaya lebih mudah diestimasi, fungsi pangkat perlu dijadikan fungsi linier, yaitu dengan mentransformasikan semua variabel dengan transformasi ln. Transformasi ln ini membawa implikasi yang diharapkan, yaitu nilai estimasi koefisien regresi dari variabel yang ditransformasikan dengan ln merupakan elastisitas dari masing-masing variabel independennya. Dan, nilai elastisitas-elastisitas tersebut tidak berubah untuk semua nilai permintaan. Jadi, fungsi Cobb-Douglas mengasumsikan bahwa nilai elastisitas harga, elastisitas silang dan elastisitas pendapatan adalah konstan untuk semua nilai permintaan. Tabel 2.3 menampilkan data permintaan produk x, harga produk x, harga produk lain dan pendapatan konsumen. Tabel 2.3. Data Fungsi Permintaan Nomor 1 5000 500 250 100 2 5800 650 280 200 3 6000 660 310 300 4 6600 770 330 350 5 7000 790 450 550 6 7300 810 480 650 7 7500 880 500 750 8 8000 890 550 800 9 8800 950 590 850 10 9900 980 650 900 Catatan: Data ini adalah data hipotetis : permintaan produk x (penjualan produk x) : harga produk x : harga produk y : pendapatan konsumen : ukuran sampel atau jumlah observasi (n = 10) adalah variabel dependen dan ketiga variabel lainnya adalah variabel independen atau predictors. Oleh karena diasumsikan model fungsi permintaan Cobb-Douglas (fungsi pangkat), model dilinierkan dengan mentransformasikan semua variabel, baik variabel dependen maupun variabel independen, dengan transformasi ln. Fungsi permintaan Cobb-Douglas adalah: Fungsi Cobb-Douglas dilinierkan menjadi:

Materi Inisiasi 2 Ekonomi Manajerial 4312


Materi Inisiasi 2 Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP Ekonomi Manajerial 4312 1. Makan Tempe A makan tempe. A yang sedang lapar akan menghabiskan berapa buah tempe? Tempe pertama memberikan kepuasan (utiliti) kepada A sebesar 7, lihat Gambar 2.1. Gambar 2.1 menggambarkan fungsi utiliti A. Tempe kedua memberikan tambahan utiliti 2 kepada A. Tempe ketiga memberikan utiliti 1 kepada A. Stop! A tidak mengambil tempe keempat. Gambar 2.1 Fungsi Utiliti Konsumen Mengapa A tidak mengambil tempe keempat? Perhatikan gambar fungsi utiliti A. Tempe keempat akan memberikan tambahan kepuasan relatif amat kecil dibanding tempe ke tiga, apalagi tempe pertama. Misalkan, harga sebuah tempe adalah Rp1.000,00. Misalkan, A menilai pengeluaran Rp1.000,00 pertama menyebabkan utiliti-nya turun 0,25 saja. Tentu saja A amat senang menukar uang seribu pertamanya dengan tempe pertamanya yang memberi tambahan utiliti 7. Kemudian, A menilai pengeluaran 1000 kedua menyebabkan utiliti-nya turun 0,5. Tempe kedua memberikan tambahan utiliti 2. A dengan senang menukar uang seribu keduanya dengan tempe kedua. Apabila untuk kehilangan 1.000 ketiganya, utiliti A turun 1. Dan, tempe ketiga memberikan kepada A tambahan utiliti sebesar 1 juga. A indifferent (tidak berbeda) terhadap uang 1.000 ketiganya dan tempe ketiganya. Bagaimana dengan tempe keempat. Tempe keempat memberikan utiliti kepada A sebesar 0,1. Untuk mendapatkan tempe keempat tersebut, A harus mengeluarkan uang 1.000 keempatnya. Misalnya, utiliti A akan turun 2 apabila kehilangan seribu keempatnya, A tidak bersedia menukar uang 1.000 keempatnya dengan tempe keempat. Jadi, A membeli hingga tempe ke tiga. Dikatakan bahwa permintaan individual A terhadap tempe pada harga 1000 adalah 3 buah. Perhatikan bahwa penurunan marjinal utiliti setiap penurunan kekayaan sebesar Rp1000,00 semakin membesar. Argumen ini adalah interpretasi lain dari law of diminihing return dalam utiliti (hukum pertambahan yang berkurang). Awalnya A tidak mempunyai uang. Seribu pertama akan memberikan utiliti 2. Seribu kedua memberikan utiliti 1. Seribu ketiga memberikan utiliti 0,5. Marjinal utiliti seribu keempat adalah 0,25. Law of Diminishing Returns Pertambahan utiliti karena pertambahan konsumsi sebuah tempe disebut marjinal utiliti (MU) tempe. Marjinal utiliti tempe pertama lebih besar dibanding dengan marginal utiliti tempe kedua. Marginal utiliti tempe kedua lebih besar dibanding dengan marjinal utiliti ketiga dan seterusnya. Fenomena penurunan marjinal utiliti ini adalah salah satu bentuk dari hukum pertambahan yang berkurang (law of diminishing returns) dalam utiliti Kondisi Optimal Perhatikan bahwa A berhenti pada konsumsi ketiga, yaitu pada saat marjinal utiliti tempe ketiga sama dengan marjinal utiliti uang 1.000 ketiga A, yaitu sama-sama satu. A mengoptimalkan konsumsinya dengan membeli tiga tempe. MU tempe > MU 1.000 rupiah, tambah tempe. MU tempe < MU 1.000 rupiah, kurangi tempe. MU tempe = MU 1.000 rupiah, pas. A akan mencapai tingkat konsumsi tempe yang optimal bila tempe terakhir yang dibeli memberikan utiliti yang sama dengan tingkat utiliti yang diberikan oleh uang sebesar harga tempe terakhir tersebut atau kondisi optimal A adalah nilai marjinal utiliti (value marginal utility, VMU) tempe yang dibeli terakhir sama dengan harga tempe. Ingat dalam membandingkan dua hal harus bersifat apple-to-apple, jadi satuan marjinal utiliti tempe harus sama dengan satuan harga tempe. Untuk membandingkan dua barang yang berbeda kita mempunyai alat pembanding (alat tukar) yang universal, yaitu uang. Asmuni, pelawak Srimulat, mengatakan bahwa “Keris ini asalnya dari ular. Teori Alokasi Harga Perhatikan berapa banyak A mengonsumsi tempe. Selain tingkat kesukaan A terhadap tempe yang tercermin dalam fungsi utiliti-nya, faktor harga memegang peranan penting. Apabila harga rendah, A akan membeli tempe lebih banyak. Sebaliknya, apabila harga tempe naik, A akan membeli tempe lebih sedikit. Cerita simpel ini adalah salah satu dari fenomena dari apa yang disebut teori alokasi harga (price allocation theory). Konsumsi dan Eksternalitas Dalam ilmu ekonomi menganut prinsip tidak ada sesuatu yang gratis (there is no such a free lunch). Harga harus benar. Ini adalah esensi ilmu ekonomi. A merokok. B yang tidak merokok terpaksa menghirup asap rokok yang diakibatkan A mengonsumsi rokok. B merasa tidak nyaman. Utiliti B turun. Prinsip tidak ada sesuatu yang gratis mengharuskan A untuk memberikan kompensasi kepada B sehingga utiliti B kembali pada posisi semula. Upaya pemerintah DKI Jakarta untuk menghukum perokok yang mengeluarkan eksternalitas negatif mendapatkan pembenaran.

Materi Inisiasi 1 Ekonomi Manajerial 4312


Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP Ekonomi Manajerial 4312 Untuk meningkatkan aliran keuntungan dimasa datang, perusahaan dapat menambah modal dengan cara menarik dana dengan menerbitkan utang (debt). Aliran keuntungan perusahaan sekarang menjadi milik pemegang saham dan pemegang surat utang (bond holders). Dengan adanya surat utang maka nilai perusahaan yang baru terdiri dari nilai saham dan nilai utang. : nilai perusahaan : nilai ekuiti (saham) : nilai utang Nilai ekuiti sama dengan nilai sekarang aliran kas yang dihasilkan perusahaan untuk pemegang saham. Apabila perusahaan mampu memberikan harapan (ekspektasi) keuntungan secara berkesinambungan maka nilai ekuiti akan lebih besar dibanding dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Nilai ekuiti ini tercermin pada harga ekuiti (saham) yang tinggi. Sebaliknya, nilai ekuiti akan lebih rendah dari dana awal yang diinvestasikan oleh pemegang saham apabila diperkirakan perusahaan akan menderita kerugian untuk waktu yang panjang dimasa datang. Harga saham perusahaan akan turun bila diperkirakan akan menderita kerugian dimasa datang. Untuk kasus memaksimumkan keuntungan, perusahaan memaksimumkan pendapatan dengan kendala biaya. Nilai pendapatan bergantung pada jumlah produk yang terjual. Biaya juga bergantung pada jumlah produk yang diproduksi. Diasumsikan bahwa jumlah produk yang terjual sama dengan jumlah produk yang diproduksi. Jadi, pendapatan dan biaya merupakan fungsi jumlah produk. Fungsi keuntungan di atas dapat ditampilkan sebagai berikut: Permasalahan bagi perusahaan adalah berapa jumlah produk (q) yang membuat keuntungan maksimum. Teknik maksimalisasi matematika mengarahkan bahwa keuntungan akan maksimum pada nilai produk (q) di mana turunan fungsi keuntungan sama dengan nol. di mana: : turunan pertama pendapatan terhadap jumlah produk atau pendapatan marjinal (marginal revenue) : turunan pertama keuntungan terhadap jumlah produk atau keuntungan marjinal (marginal profit) : turunan pertama biaya terhadap jumlah produk atau biaya marginal (marginal cost). Keuntungan maksimal terjadi apabila , pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal. Pendapatan marjinal adalah tambahan pendapatan apabila perusahaan menjual satu produk lagi. Apabila harga diasumsikan konstan, tidak bergantung pada jumlah penjualan produk, pendapatan marjinal sama dengan harga produk. Fungsi pendapatan adalah: p : harga produk q : jumlah produk yang dijual atau permintaan produk Apabila harga produk sama dengan 2, fungsi pendapatan sama dengan: . Fungsi pendapatan ini adalah fungsi linier. Artinya, kenaikan pendapatan sebanding dengan kenaikan jumlah produk terjual. Bentuk fungsi linier adalah: Gambar 1.1. Fungsi Pendapatan Linier Turunan pertama fungsi pendapatan adalah .Turunan pertama fungsi pendapatan merupakan kemiringan (gradien/ slope/tangen) fungsi pendapatan tersebut. Kemiringan fungsi pendapatan tersebut adalah 2 (2 dibagi 1), lihat Gambar 1.1. Apabila perusahaan menambah penjualan satu produk, keuntungan perusahaan bertambah 2 (satuan diabaikan). Untuk semua tingkat produk, kemiringan fungsi pendapatan sama dengan dua. Keuntungan marjinal adalah tambahan keuntungan apabila perusahaan menjual tambahan satu produk lagi. Keuntungan marjinal pada awalnya tinggi (jumlah produk relatif sedikit) yang tampak pada lereng fungsi keuntungan yang relatif tegak, kemudian semakin mendatar seiring bertambahnya penjualan produk. Setelah mencapai batas maksimum akan menurun. Contoh bentuk fungsi keuntungan ditampilkan dalam Gambar 1.2. Gambar 1.2 Fungsi Keuntungan Marjinal Biaya marjinal adalah tambahan biaya apabila perusahaan memproduksi tambahan satu produk lagi. Biaya marjinal pada awalnya rendah, kemudian menjadi semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya jumlah produksi. Gambar 1.3 menampilkan biaya marjinal.

DISKUSI DAN TUGAS MRP


FORUM DISKUSI 1 dari Meirani - Senin, 2 September 2013, 07:35 Saudara mahasiswa, Anda sudah mempelajari mengenai manajemen rantai pasokan, bukan...? Nah sekarang, mari kita diskusi bersama mengenai hal itu. Pertanyaan saya, coba Anda sebutkan contoh penerapan manajemen rantai pasokan pada satu jenis industri, boleh untuk perusahaan manufaktur ataupun jasa. Contohnya boleh apa saja, silahkan agar kita dapat berbagi informasi kepada teman-teman lain contoh manajemen rantai pasokan. FORUM DISKUSI 2 dari Meirani - Selasa, 10 September 2013, 07:49 Teman-teman, coba perhatikan ilustrasi berikut. PT. A menjual produk XX melalui iklan di televisi. Bagi orang yang ingin membeli produk XX tersebut, pembeli dapat menelepon ke nomor telepon tertentu, kemudian barang langsung dikirim ke alamat pembeli. PT. B menjual produk YY melalui beberapa saluran. Pertama adalah melalui distributor yang dilanjutkan dengan pengecer, kemudian ke pembeli. Sekarang, coba berikan pendapat Anda, termasuk dalam penjadwalan penyerahan apakah PT. A dan PT. B tersebut. Jelaskan jawaban Anda. FORUM DISKUSI 3 dari Meirani - Senin, 16 September 2013, 15:17 Teman-teman semua.... Setelah Anda mempelajari materi yang sudah saya sampaikan, sekarang coba kita diskusikan materi ini ya...... Permintaan handphone dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli dengan kebutuhan berkomunikasi secara cepat dan efisien sekaligus sudah menjadi gaya hidup. Permintaan handphone ini termasuk dalam pola permintaan apakah..? Jelaskan jawaban Anda! Tugas 1 Coba Anda buat rangkuman mengenai teknik-teknik peramalan yang Anda ketahui. Jelaskan masing-masing teknik secara singkat saja DISKUSI 4 dari Meirani - Senin, 23 September 2013, 08:08 Bagaimana Saudara mahasiswa..? Anda sudah paham mengenai persediaan model EOQ...? Sekarang coba berikan pendapat Anda mengenai kelebihan dan kekurangan metode EOQ Tugas 2 Teman-teman, coba Anda jelaskan kaitan antara strategi rantai pasok dengan strategi kompetitif perusahaan ! Boleh singkat saja ya.. DISKUSI 5 dari Meirani - Senin, 30 September 2013, 08:33 Coba Anda diskusikan, apakah perlu diantara anggota rantai pasok mengembangkan keterbukaan informasi..? jelaskan jawaban Anda DISKUSI VI dari Meirani - Selasa, 8 Oktober 2013, 10:33 TEman-teman, coba Anda saling berdiskusi mengenai satu permasalahan mengenai lead time berikut ini. Jika suatu perusahaan menekankan pada biaya, artinya dalam memproduksi termasuk dalam aliran rantai pasok selalu menekankan pada efisiensi biaya sedangkan respon cepat terhadap konsumen memerlukan biaya tinggi, bagaimana menurut pendapat Anda kedua hal tersebut bisa disatukan..? Tugas 3 Coba Anda jelaskan menurut pendapat Anda, apa keuntungan penetapan tingkat yang optimal bagi perusahaan dan apa kerugiannya apabila usaha itu tidak tercapai. FORUM DISKUSI 7 dari Meirani - Sabtu, 12 Oktober 2013, 07:41 Pada diskusi kita kali ini, saya akan buka mimbar bebas, silahkan mengajukan pertanyaan dan saling menambbahkan

TUGAS PENGEMBANG SDM


TUGAS 1 Jika Anda bekerja sebagai manajer sebuah organisasi, maka tugas utama Anda adalah mengembangkan organisasi untuk pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang Anda inginkan. Bagaimanakah langkah-langkah yang akan Anda lakukan untuk melakukan pengembangan SDM pada organisasi Anda, serta uraikan langkah dalam membangun nilai strategis pengembanganSDM? Petunjuk Untuk menjawab pertanyaan diatas, lihat dan perhatikan uraian pada Modul 1, 2 dan 3 BMP EKMA4366 Jawaban dikirim (upload) melalui jendela tugas. Batas waktu pengiriman (upload) tugas paling lambat tanggal22 September 2013 Tuliskan Nama Anda dan NIM serta UPBJJ dipojok atas sebelah kiri. Tugas yang dikirim merupakan hasil tugas yang dikerjakan sendiri, tidak diperkenankan “mencontoh atau meniru” tugas mahasiswa lain yang telah diposting (upload) terlebih dahulu (sebelumnya). Selamat Bekerja Available from: Jumat, 13 September 2013, 11:15 Tanggal penyelesaian: Minggu, 22 September 2013, 23:55 Upload file (Ukuran tertinggi: 2Mb) TUGAS 2 Jikalau sebuah organisasi bisnis atau perusahaan yang telah cukup berkembang, memiliki nilai investasi yg cukup memadai dan sudah barang tentu memiliki SDM yang kompeten didalamnya, apakah perlu untuk melakukan Pelatihan dan Pengembangan SDM secara terus-menerus mengingat bahwa untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pengembangan SDM membutuhkan biaya yang cukup besar, dan bahwa Organisasi Bisnis atau perusahaan tersebut juga perlu melakukan efisiensi serta menekan biaya operasional untuk memperoleh profit atau laba yang optimal, Bagaimana menurut Anda? Petunjuk Untuk menjawab pertanyaan diatas, lihat dan perhatikan uraian pada Modul 4 dan 5 BMP EKMA4366 Jawaban dikirim (upload) melalui jendela tugas. Tuliskan Nama Anda dan NIM serta UPBJJ dipojok atas sebelah kiri. Tugas yang dikirim merupakan hasil tugas yang dikerjakan sendiri, tidak diperkenankan “mencontoh atau meniru” tugas mahasiswa lain yang telah diposting (upload) terlebih dahulu (sebelumnya). Selamat Bekerja Available from: Jumat, 27 September 2013, 12:05 Tanggal penyelesaian: Minggu, 6 Oktober 2013, 23:55 TUGAS 3 1.Pengembangan SDM Terpadu dilakukan sebagai upaya Organisasi dalam mencapai tujuan/goal organisasi serta peningkatan kinerja secara efektif dan efisien, didalamnya terdapat penerapan konsep Pengembangan Manajemen SDM berbasis Kompetensi dan manajemen SDM berbasis Talenta. Uraikan perbedaan yang mendasar diantara keduanya? 2.Uraikan mengapa dalam upaya pengembangan organisasi diperlukan Organisasi Belajar? Serta Uraikan bagaimana Organisasi Belajar di-implementasikan dalam suatu organisasi Petunjuk Untuk menjawab pertanyaan diatas, lihat dan perhatikan uraian pada Modul 6 dan 7 BMP EKMA4366 Jawaban dikirim (upload) melalui jendela tugas. Tuliskan Nama Anda dan NIM serta UPBJJ dipojok atas sebelah kiri. Tugas yang dikirim merupakan hasil tugas yang dikerjakan sendiri, tidak diperkenankan “mencontoh atau meniru” tugas mahasiswa lain yang telah diposting (upload) terlebih dahulu (sebelumnya). Selamat Bekerja, Salam

Senin, 09 Desember 2013

Puisi Ada Apa Dengan Cinta


“Kumpulan Puisi Dalam Film Ada Apa Dengan Cinta” 1. Oleh: Rako Prijanto Ketika tunas ini tumbuh Serupa tubuh yang mengakar Setiap nafas yang terhembus adalah kata Angan, debur dan emosi Bersatu dalam jubah terpautan Tangan kita terikat Lidah kita menyatu Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu Hanya angin meniup saja Lalu terbang hilang tak ada Tapi kita tetap menari Menari cuma kita yg tau Jiwa ini tandu maka duduk saja Maka akan kita bawa Semua Karena.. Kita.. Adalah.. SATU 2. Oleh: Rako Prijanto Kulari ke hutan kemudian menyanyiku Kulari ke pantai kemudian teriakku Sepi… sepi dan sendiri aku benci Ingin bingar aku mau di pasar Bosan aku dengan penat Enyah saja engkau pekat Seperti berjelaga jika kusendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramai Biar mengaduh sampai gaduh Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai 3. Oleh: Rako Prijanto Perempuan datang atas nama cinta Bunda pergi karena cinta Digenangi air racun jingga adalah wajahmu Seperti bulan lelap tidur dihatimu Yang berdinding kelam dan kedinginan Ada apa dengannya Meninggalkan hati untuk dicaci Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa Ada apa dengan cinta Tapi aku pasti akan kembali Dalam satu purnama Untuk mempertanyakan kembali cintanya Bukan untuknya Bukan untuk siapa Tapi untukku Karena aku ingin kamu Itu saja

Jumat, 21 Juni 2013

cerpen tentang ibu


KASIH DALAM DIAM Kisah ini dari kota yang berada di tengah pulau jawa yang kejam akan dunia dan lupa akan alam keabadian. Ibu, tiga huruf yang menyatu dalam kata. Terukir dalam hati dan terbesit dalam setiap angan dalam lamunanku. Ibu, adakah panggilan yang lebih indah dari ini? Adakah yang lebih baik dari kasihmu yang tulus tiada henti mengalir, tanpa keluh kesah tiada akhir engkau menemaniku?. Beliau adalah sesosok manusia biasa yang memiliki jiwa yang luar biasa, dalam keterbatasan ada senyum yang menghiasi wajahnya, dalam keterbatasan kesabaran beliau mampu bertahan tanpa tangisan, dalam hidup beliau tidak pernah mengeluh apa yang dia milik adalan anugrah terindah dari Tuhan. Dalam hidupnya beliau memiliki keterbatasan, tetapi beliau menerima tanpa dendam hatinya. Hatinya yang lapang, tak henti-hentinya bersyukur. Keterbatasn yang biasa menjadikannnya panutanku yang luar biasa. Ibuku adalah seorang pemulung yang mempunyai kekurangan dalam hal berbicara, bisu dan tuli diembannya dari beliau masih balita. Ayahku mencintai ibuku karena iya sesosok yang luar biasa, yang bisa meluluhkan hati siapa saja yang mengalami kegagalan hidup. Semasa muda, ayahku adalah pemuda yang bias dikata sempurna dalam fisik tetapi tidak untuk mental. Suatu ketika, ayahku putus asa sesaat dirinya dinyatakan tidak diterima kerja di suatu PT yang beliau lamar. Di taman kota, beliau frustasi bahkan hampir bunuh diri dengan pisau cutter yang dipegangnya. Ketika itu, ibuku memunguti sampah dan kebetulan pegawai sampah kewalahan membersihkan rumput, ibuku disuruh membantunya tetapi tidak punya alat. Dan ketika itu pula ibuku bertemu ayahku, dengan konyol ibuku langsung meraih cutter yang ada di tangan ayahku. Lantas sentak kaget di muka ayahku, ada wanita kumuh dengan berninya mengambil cutter itu. Rona ketidaktahuan ibuku datar tak terendus lalu berkata,” djangan! , tsaya binjam tsadja (menggerakkan telunjuk sambil geleng-geleng). Ayahku melongoh dan tidak bisa mengerti apa yang dikata ibuku, lantas ibuku berucap lagi, “ khiduuuup idju dtaaaak tsemutdah mmmengais bdan bduudnuuh tdiriii, dtabi tsuliitt bderrtsyyuuutuurr,djadji rang djangan emah atkan teadaan juangglah ngan dtakut dgagal, trentcana Ongloh biih iinnndahh “ .lantas ayahku menafsirkan nya hidup itu tak semudah menangis lantas bunuh diri, tapi sulit untuk mensyukuri, jadi orang jangan lemah dengan keadaan, berjuanglah jangan takut gagal karena rencana Allah lebih indah. Dengan terperangah ayahku terbengong, dengan sigap ibuku meninggalkannya dan langsung merapikan rumput yang disuruh oleh pegawai kebersihan kota. Ayahku memandang penuh keharuan, wanita itu mempunyai keterbatasan tetapi dia lebih baik dariku dalam menjalani hidup ini, aku kagum dengan semangat hidupnya,”kata ayahku dalam hati. Setelah pekerjaan ibuku selesai, diam-diam ayahku mengikuti wanita yang lusuh itu sampai rumah yang mungkin dibilang tak layak huni, hanya selembar kerdus dan setumpuk barang rongsokan yang tertimbun. Sungguh miris hati, ternyata ada yang lebih buruk dari nasibnya. Sehari setelah itu ayahku berjuang hidup mencari pekerjaan walaupun jatuh bangun, dirinya tetap harus berdiri. Setiap hari beliau menanti ibuku di taman walaupun hanya sekedar melihatnya dari jauh. Waktu kian berlalu, hati ayahku tidak bisa berdusta lalu dilamarlah ibuku dengan penuh malu sayu, ayahku berkata,” walaupun kau sendiri disini, tapi janganlah merasa kesepian. Aku akan ada disampingmu, sampai nanti kelak aku dipanggil yang maha kuasa, bersediakah kau menjadi ibu dari anak-anakku yang mendampingiku dengan kekuranganku? Aku bersedia menuntunmu ke Ridho-Nya, kan ku pertanggungjawabkan semua akhlakmu insyallah surga Allah dijanjikan untuk kita.” Ya?, dengan anggukan ibuku menjawabnya. Pernikahan menjadi awal yang indah untuk berjalan untuk mengarungi indahnya berumah tangga. Ayahku yang bernama Suratno Wijaya memboyong ibuku, sri lestari di kediamannya, dan mulai saat itu ibuku berhenti memulung. Ayahku berkerja menjadi tukang pijit, iya memang tidak menentu tetapi mereka berusaha untuk merasa cukup akan hidup ini. Ayahku memang yatim piatu, tak kaget bahwa dirinya hidup kesepian. Dengan setia ibuku menemani beliau, tak kunjung lama mereka dikaruni seorang putri. Sasa Adifsa , itulah namanya. Di usia keduaku ayah meninggal, dikarenakan kecelakaan yang tragis bahkan tidak diketahui siapa pelakunya. Ibuku pun menjadi pemulung lagi mengambil alih membesarkanku seorang diri, iya dia hanya dapat menganggung dan menggeleng. Setiap pagi beliau mengantarku sekolah taman kanak-kanak walaupun diledek tapi beliau adalh ibuku. Sampai SD beliau masih mau menggendongku sampai aku berani ke sekolah sendiri. Sampai suatu saat ketika ku duduk di SMP ada seorang teman laki-laki,namanya Reno yang teramat istimewa untukku, dia selalu melindungiku di sekolah tiba saat bekal makan siangku tertinggal, ibuku mengantar ke sekolah. “teng-teng itulah bunyi bel berbunyi, mempertandakan istirahat pada saat istirahat ada seorang gadis yang menyukai Reno dia memarahiku karena selalu berdekatan dengan Reno. Kami berselisih paham, dan saat itu tiba ibuku di sekolah dengan baju compang-camping yang tak layak pakai. Sandal kaki pun tak punya, begitu mirisnya hatiku saat itu ketika temanku Via yang mengataiku anak pemulung bisu, sungguh air mata ini tak dapat henti mengalir. Ibuku yang saat itu berkata, “ hnak, tsudah djangan. Hni bdekalnhna ktinggallan nak, hmakanlah… “ aku luluh akan perkataan ibu, tetapi air mataku sudah menetes di pipi tidak dapat tertahankan perasaan malu. Aku pun berlari di kamar mandi meninggalkan ibuku dan teman-temanku yang mengejek dan memanndang ibuku sebelah mata, rasanya dunia ini tak adil akn apa yang Tuhan berikan aku tak berdaya dengan celotehan teman-temanku. Ibuku pun mengikutiku samapai akhirnya diriku membentak beliau, “ ibu pulang saja, sasa malu bu”..dengan sesakan nafas yang terengah-engah dan perkataan yang tersendat-sendat. Ibu pun pulang dengan bekal yang masih di tangan menyesal dengan apa yang telah terjadi, dan air mata yang tidak bias tertahankan lagi. Bel pulang sekolah pun berbunyi, menandadakan jam sekolah telah usai, aku pulang berpapasan dengan Reno. Aku pun langsung berlari menghindar, seperti aku tak berdaya dan tak punya muka lagi. Sesampainya di rumah ibuku sudah menyiapkan makanan kesukaanku, dipanggilnya diriku karena ku datang langsung masuk kamar tanpa menghiraukan ibuku. Sampai malam tiba ku tak keluar ibuku masih setia menantiku di meja makan tanpa beliau makan, hatiku terlalu egois menerima ini semua. Ibuku memang pemulung dan beliau memang bisu, dan itulah kenyataannya. Tiba pukul 02.00 WIB aku keluar kamar dan menuju kamar mandi dengan membawa pisau, ibuku yang tertidur di meja makan tanpa tahu aku berjalan melewatinya, kututup mata ini karena aku tidak sanggup lagi menerima apa yang Tuhan berikan, darah pun kemana-mana. Ibuku yang terbangun langsung terperangah melihat pintu kamarku yang terbuka, ditengoknya tetapi diriku tidak ada di kamar. Beliau kebingungan, larilah beliau menuju kamar mandi pintunya terbuka dan melihat diriku berlumuran darah dan beliau sentak membopongku ke Rumah Sakit, tidak ada kendaraan umum pada saat dini hari ibuku terus berlari-berlari dan tak merasa kesakitan kakinya terkena pisau yang kupakai tadi. Beliau masih berjalan semampunya tidak menghiraukan apa yang dirasakan yang ada dipikarnnya hanya aku selamat. Sesampainya di rumah sakit diriku kehabisan darah, butuh donor tetapi stok rumah sakit sedang habis. Dengan merelakan diri ibuk berkata, “ ambiiillah nddarah tsaya tyang pting annak tsaya celamat” dokter mengeri dan mengambil darah ibuku, setelah itu ibuku berbaring disampingku menatapku yang siuman. Ibuku lantas memelukku dalam gelap dia masih berusaha membawaku ke rumah sakir alangkah mulianya kasihnya, walaupun beliau tidak bias bicara beliau masih ada kasih yang ada direlung hatiny teruntukku, maafkan aku ibu. Kasihmu memang sepanjang masa, kau rela mengorbankan apapun walaupun nyawamu engkau berikan pula. Kasih dalam diam, tulus mengalir dari hati ibuku yang sempurna. Walaupun setelah ku siuman ibuku telah menghela nafas terakhirnya, ibu kau adalah pelitaku dalam gelap dan kaulah segalanya. Sesempurna hidupmu untukku, semoga engkau tenang disana. Terimakasih ibu. Kasihmu selalu ada disetiap detak dan nafasku ini.
 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template