Jumat, 06 Agustus 2021
Pelangi Ilahi tak pernah Ingkar Janji
Bukan biru warnaku, tapi Abu-abu.
Rasanya segera hujan saja, tapi harus ada kilat yang menyambar
Badai ditengah langitku.
Angin berhembus kencang serasa tahu akan datangnya hujan.
Bagaimana bisa mendung tidak hujan?
Sedangkan Pelangi datang menjanjikan sebuah keindahan sesaat.
Akankah Awan akan membiru setelah langit menangis?
Ada saat hembusan angin melemparkan kearah matahari.
Matahari yang bersinar seakan tersenyum membiaskan cahaya.
Pelangi pun hadir dan berbisik pada angin.
Terimakasih telah memaksaku hadir dan menghiasi langitmu.
Langitpun menangis melihat kepergian pelangi.
Pelangi yang indah telah berlalu diatas mendungnya awanmu.
Angin badai yang tadi berhembus seakan berlalu tanpa permisi.
Rintih air hujan pun jatuh, seakan sudah berpasrah bertemu tanah.
Tanah yang gersang seakan ingin menyambut dengan lillah.
Tetesan airmata langitpun menyuburkan tanah.
Selalu ada anugrah ditengah badai musibah.
Hikmah dan kenangan seakan berpasrah.
Ada Allah tempatmu pulang berpasrah.
Itulah Manusia berasal dari tanah.
Indahnya hidup seperti pelangi, hanya sesaat lantas pergi.
Pergi tanpa basa-basi, karena memang tak ada tujuan kembali.
Seakan surga hanya fana, terbang mengikuti telepati.
Terbanglah tinggi meneguhkan hati.
Jika lelah kembalilah pada Ilahi.
Sajadah panjang telah tergelar seakan menanti.
Rapuh hati bersujud tanpa gengsi.
Seakan tau bagaimana langkah terhenti.
Jeda memaksamu sejenak mengambil spasi.
Spasi untuk Berpasrah hati.
Sadar diri hati ini milik Ilahi.
Lantas, kuatlah ada Allah yang membersamai.
Karena hati takkan sepi.
Ada Iman disana yang menemani.
Ada do'a yang tiada terhenti melindungi.
Lantas apalagi?
Tetaplah tersenyum, jagalah hati dengan hati-hati.
Jika waktu berkata mungkin nanti, tetaplah berjalan lagi.
Jika Sepi memaksamu bersedih, tetaplah menanti.
Jika penantian tak memberi jawaban pasti,
Maka tunggulah sampai pasti.
Kata pasti memang tak seasyik sajak ilusi.
Tapi yakinlah selalu ada Kun Fayakun dari Ilahi.
-@daysidee-
6 Agustus 2021
Rabu, 25 November 2020
Selamat Hari Guru Untukku, Pepeling Menjadi Apapun Untukmu
Ucapan demi ucapan membanjiri notifikasi.
Terimakasih untuk doa yang hanya mampu kuaminkan.
Terimakasih untuk harapan yang harus kurealisasikan.
Terimakasih untuk Ketulusan yang hanya kurasakan.
Terimakasih untuk kepedulian padaku.
Terimakasih untuk selalu ada.
Terimakasih untuk Kebaikanmu.
Terimakasih telah menjadi otang terbaik untukku.
tetaplah seperni ini, aku bahagia.
bahagia disayangimu
aku bahagia ada,
disekitar orang yang baik.
Guru adalah sosok yang kuidamkan.
Bukan Cita-cita, tetapi cinta.
Ada candu untuk membimbing.
Ada magnet untukku selalu belajar.
Ada Hati yang selalu siap menerima kasih sayangku.
Itulah malaikat kecilku, siswa-siswi di SD Negeri 6 Jimbung.
Sayang banget sama kalian nak, speechless...
Bu Guru tidak dapat berkata apa-apa lagi..
Hati ini luluh dalam setiap kata indah darimu.
Jiwa ini bahagia atas apa yang kau capai saat ini.
Sehat selalu nak, rindu ini semakin ingin bertemu.
Lewat doa kupanjatkan kasih sayang untukmu.
Baik-baik dalam penjagaan dan LindunganNya.
Detik waktu berdenting, kau tetap yang terpenting.
Kau adalah pelita bagiku
Pelita untuk tetap bercahaya
Memberi dan selalu memberi ilmu untukmu.
Menerima dan lapang dada menerima semua lebihmu.
Bangga hati ini menjadi seorang Guru.
Tapi Guru adalah pekerjaan Mulia.
Surga semakin dekat dengan kita.
Saling-saling ya nak, saling apapunku.
Kau kebanggan dan masih jadi kebanggaan di hati ini.
Denganmu rasa ini semakin damai dan dalam.
Candu sekali untuk merindumu..
Riang dan senanglah dirumah ya...
Tetap belajar dan sehat selalu.
Selamat hari guru untukku.
Ini awal untuk berbenah kembali.
Berubah untuk menjadi lebih baik lagi.
Tukarlah Lelah menjadi Lillah.
Selalu Qanaah dalam segala hal.
Selalu Eling lan waspada demiNya.
Shalat ontime ya, dekatiNya terus.
Pepet sampai g ada jarak untuk selalu berdoa.
Jodoh didekatkan.
Rezeki dilancarkan.
Mati disiapkan, semoga menghadapNya dalam keadaan husnul khotimah.
Kamis, 05 November 2020
Rumit - Langit Sore
Lelah dengan harapan
Kau tak mungkin ku dapatkan
Aku ingin kamu
Tapi kau tak mau
Jangan jangan paksa aku
Untuk membencimu
Memahami hatimu
Tak akan cukup usiaku
Sementara rindu ini
Semakin menusuk dadaku
Ternyata perasaanmu padaku
Biasa biasa saja
Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu
Mencintaimu itu mudah
Yang sulit adalah
Membuatmu juga mencintaiku
Bahagiamu bukan denganku
Niscaya semua luka kan sembuh bersama waktu
Maafkan aku yang pernah ada dihidupmu
Kini ku pergi dan tak kan lagi mengganggu
Aku telah belajar ikhlas untuk melepas
Kau abadi sebagai luka yang membekas
Trimakasih untuk cinta yang pernah hadir
Walau bukan seperti ini
Ku bayangkan kan berakhir
Yang rumit itu kamu oh
Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu
Mencintaimu itu mudah
Yang sulit adalah
Membuatmu juga mencintaiku
Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu
Mencintaimu itu mudah
Yang sulit adalah
Membuatmu
Kamis, 22 Oktober 2020
Duduk Sejenak
Sini...disampingku.
Kita pingsut yuk 😅
Haduh...iya aku suka membual di dunia maya.
Buka karena aku kesepian, tapi kusudah nyaman dg apa yg kulakukan.
Ada saat dimana kita rindu dg luka, tpi lebih indah jika memaafkan dengan penuh rasa bahagia.
Iya..realita itu nyata.
Tapi ku masih berproses dengan kata-kata.
Kita di garis finish yg berbeda, karena memang tujuan kita tak sama.
Jangan dipaksakan, kita hempaskan nafas sejenak duduk sambil tersenyum memaafkan.
Tak usah mencari kesalahan, karena disetiap jalan ada tikungan
Ada saat kita berjalan, tapi tak beriringan
Jeda tercipta karena kita butuh duduk sejenak, sini hilangkan rasa yg g enak.
Kita makan enak dg selera rakyat, bukan karena kita tak punya uang untuk membelinya tapi utamakan sehat.
Iya... tak perlu mencari sakit untuk bersyukur.
Tapi kita ingat akhirnya liang kubur.
Finish dari finish udara ini terasa sesak di ruang hampa itu.
Saya mencari imam yg kuat agamanya, bukan untuk mencari alasan dunia untuk bahagia.
Tapi untuk menjadi motivasi saya untuk berbenah, mengubah bahkan mengalah.
Aku cm ingin berproses beribadah denganmu, melihat surga seiya sekata dan menikmati detik dunia untuk beribadah denganNya.
Kata-kataku cm sekedar kata, ya..
Omong kosong belaka.
Tak usah dihiraukan.
Aku hanya embun.
Yg cm hadir di pagi hari, yg beristirahat di daun kering yg tak harus luruh karena sinar mentari.
Iya...biarlah aku seperti embun.
Yg tetap bening di daun yg kering.
Allah selalu dihatiku, begitupun doa terbaik untukmu.
Saling doakan ya, kita berbagi cinta dg sekedar doa saja. 😇
Jumat, 09 Oktober 2020
Hai Jum'at, tetap sehat 😊
Assalamu'alaikum kamu... 😊
Tetap tersenyum ya, afirmasi positif pagi ini masih tentang rindu?
Enggak..
Aku sudah nyaman dg rasa bahagia.
Gini ya, kalau realita hati tidak bisa lupa jangan dipaksa lupa.
Nikmati saja..
Ketika ada yg bilang, aku gapapa..kamu bahagia saja dengannya.
Eh...nyatanya hatinya beda.
Muka udah ganteng sih, tapi tetiba ada dua mukanya 😅
Jgan diambil hati..
Ikuti saja kata hatimu.
Itu hakmu hloh..
Bukankah bahagia bkn dr pendapat orang kan ya?
Kan kamu yg harus nyiptain sendiri..
Sudah berdikari, menikmati hati yg damai tenang bagiku bahagiaku sudah terlampaui..
Apalagi yg harus dikejar?
Karier?
S2?
Nikah?
Aku cuma bisa menjawab...
Bismillah 😊
Aku percayakan padaNya, bahagiaku sesederhana itu.
Ya bagiku tak ada deadline menikah.
Menikah itu pilihan, mencintai siapa itu takdir...katanya
Bagiku, menikah itu takdir, mencintai itu anugrah, bahagia itu wajib 😊
Nglupain mantan itu sunnah muakkad 😑😅
Hussttt...kata mantan itu artinya selesai...
Udah...gitu aja.
Rampungkan 😁
Hai Jum'atku..
Selamat pagi, semoga hariku dan harimu menyenangkan. 😇
Selasa, 22 September 2020
Mahen - Datang Untuk Pergi
[Lirik "Datang Untuk Pergi"]
[Verse]
Kau pernah janji tak menyakiti
Tapi berulang kali kau lukai hati
[Pre-Chorus]
Janji tak ditepati seakan kau pernah peduli
Kita tak sama, tak lagi sama
Ooh
[Chorus]
Jangan pernah lagi singgah
Jika tak punya sungguh-sungguh
Jangan menyakiti
Jika tak mengobati
Jangan pernah datang lagi
Jika hanya berujung pergi
Tak perlu lagi perbaiki
Kau datang hanya untuk pergi
[Instrumental Break]
[Pre-Chorus]
Janji tak ditepati seakan kau pernah peduli
Kita tak sama, tak lagi sama
Ooh-ooh
Jangan pernah lagi singgah
Jika tak punya sungguh-sungguh
Jangan menyakiti
Jika tak mengobati
[Bridge]
Kau takkan mengobati
(Jangan pernah lagi singgah)
(Jika tak punya sungguh-sungguh)
Ooh-ooh-ooh-ooh
Jangan menyakiti
Jika tak mengobati
[Chorus]
Jangan pernah datang lagi
Jika hanya berujung pergi
Tak perlu lagi perbaiki
Kau datang hanya untuk pergi
(Jangan pernah lagi singgah)
(Jika tak punya sungguh-sungguh)
Jangan menyakiti
Jika tak mengobati (Jika tak mengobati)
Jangan pernah datang lagi
Jika hanya berujung pergi (kau menyakiti, tak mengobati)
Tak pеrlu lagi perbaiki
Kau datang hanya untuk pergi
Kau datang hanya untuk pergi
I Still love you
If someday your feet can't touch the ground
If someday your eyes can't see my face
I'll carry you, be there for you anytime of day
But I keep my words that I say to you
Together we can go far
As long as I'm with you
No matter what they say
I still love you, I still love you
You'll never be alone
Now look me in the eyes
I still love you, I still love you 'til forever
And if one day it seems so hard to breath
I promise you to give my all
Oh, like you do from the day I start to see
But I keep my words that I say to you
Together we can go far
As long as you're with me
No matter what they say
I still love you, I still love you
You'll never be alone
Now look me in the eyes
I still love you, I still love you 'til forever
Oh, woah, oh, oh
What you're lookin' for, lookin' for
I'll stay with you until you find
Your way back home, way back home
I'll keep you safe until you find
What you're lookin' for, lookin' for
I'll stay with you until you find
Your way back home, way back home
No matter what they say
I still love you, I still love you
You'll never be alone
Now look me in the eyes
I still love you, I still love you
Now see me through my skin
Your heart stays within
I still love you

