Minggu, 02 April 2017

KISAH NABI ISMAIL AS

Pada zaman dahulu, di sebuah  kota bernama Palestina, ada sebuah keluarga seorang nabi, yaitu nabi Ibrahim. Pada suatu hari, Allah memberikan wahyu pada Nabi Ibrahim untuk membawa istri beserta anaknya pergi dari keramaian dan keindahan kota palestina.

Lalu Nabi Ibrahim segera berkata pada istrinya: ”wahai istriku…bawalah ismail bersamamu, kita akan berpindah dari kota ini ketempat yang sunyi”. kemudian mereka bergegas pergi, setelah sampai ditempat tujuan Nabi Ibrahim segera pergi meninggalkan mereka berdua. Di tempat itu hanya ada padang pasir yang menghampar luas.
Siti Hajar pun bertanya: ”wahai rasul…apakah ini perintah Allah?! tapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun. lalu Siti Hajar bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama sampai ketiga kalinya siti hajar bertanya. Ahirnya Nabi Ibrahim menjawab : “Ini memang perintah dari Allah, maka bershabarlah, dan jaga anak kita Ismail”. Siti Hajar berkata lagi : “Jika ini perintah Allah, pasti Dia akan menolong kami.
Setelah itu, Nabi Ibrahim pergi meninggalkan mereka. Tidak terasa perbekalan mereka habis tak bersisa lagi, Ismail menangis kehausan lalu siti hajar pun berlari dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali untuk mencari air, tapi air tak kunjung ia temukan.
Kemudian atas perintah Allah, Jibril datang kepada Siti Hajar. Jibril berkata : “Wahai siti hajar….pada siapa engkau dititipkan?”. “Aku ditiipkan kepada Allah Yang Maha Esa” jawab Siti Hajar. Jibril berkata lagi :” Kau dititipkan pada allah,dzat yang paling tinggi,maka allah pasti akan menolongmu” lalu atas izin Allah, Jibril menginjakkan kakinya kedalam tanah sehingga air keluar di bawah kaki Ismail. Saat kembali, siti hajar melihat ada mata air di dekat ismail, zam-zam, zam-zam, zam-zam, zam-zam. Kemudian Siti Hajar meminumnya sambil mengucapkan piji syukur.” Subhanallah, alhamdulillah, Allah hu akbar! puji syukur padamu kau beri nikmat ini.”
Sementara di sisi lain ada sebuah suku bernama suku Jurhum , mereka sedang berbincang bincang, “Hey lihat disana banyak burung burung.munkin ada sumber mata air, ayo kita kesana!” ucap beberapa suku jurhum. Mereka pun pergi kearah sana. Setelah beberapa lama, Suku Jurhum sudah bisa melihat mata airnya, lalu mereka bertanya pada Siti Hajar, “Assalamualaikum bu, Bu, ibu ini siapa ya? Apa air ini milik ibu ?” Siti Hajar menjawab, “ Saya adalh istri Nabi Ibrahim a.s. air ini milik saya, hendak kemana wahai bapak-bapak ?”. Suku Jurhum menjawab “Kami sedang mencari tempat untuk berkemah.kami akan berdagang disuatu tempat. Apa kami boleh berkemah sekalian minum air ini?” tentu saja boleh” ucap siti Hajar.
Tak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Ismail sudah besar begitupun dengan kota itu sudah semakin ramai.
Suatu hari Ismail melihat seorang laki laki berjalan menuju ke arahnya. Laki-lakiitu pun bertanya “Apakah ada siti hajar?”, “Oh ada, saya panggilkan dulu ya”, jawab Ismail, “Ibu, ibu…. ada yang mencari ibu !, “Oh ya nak, sebentar” jawab siti Hajar. Saat Siti Hajar keluar, beliau langsung mencium tangan laki-laki itu, Ibu Ismail (siti hajar) berkata, “wahai Ismail anakku, inilah ayahmu yang dulu meninggalkanmu”, Ismail lalu berpeluk kepada ayahnya dengan rasa haru..

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim berkata kepada istrinya, “Aku bermimpi menyembelih Ismail.” Ah itu hanya mimpi” ujar Siti Hajar. Sampai malam keempat, Nabi ibrahim berkata pada dirinya sendiri, pasti ini wahyu dari Allah” Wahai istriku aku mendapat wahyu dari Allah untuk menyembelih ismail”. ”jika ini perintah allah maka laksanakanlah”ujar Siti Hajar dengan tegas. Nabi Ibrahim lalu menghampiri ismail. nabi ibrahim bertanya:”wahai anakku aku mendapat wahyu dari Allah untuk menyembelihmu, bagaimana pendapatmu?. tanpa pikir panjang ismail menjawab:” wahai ayah jika ini perintah Allah maka laksanakanlah, sesungguhnya engkau akan dapati aku sebagai orang-orang yang sabar.
Keesokan harinya ismail mengajak ayah nya pergi ke bukit. Dalam perjalanan banyak yang mengganggunya.siti hajar pun diganggu oleh syaitan yang menjelma menjad manusia,syaitan berteriak pada siti hajar:hei!! Lihat suami mu mau membunuh anak kesayanganganmu.tapi yang siti hajar jawab hanya:aku sudah tahu.tapi tanpa disadari,siti hajar segera melempar batu kearah syaitan sambil berteriak;kamu ini syaitan,pergi dari sini.tapi syaitan tak menyerah sedikit pun,ia malah menghasut ibrahim, syaitan pun berkata pada ibrahim:” Hey bukankah kamu baru bertemu dengan anak mu, kok sudah mau dikorbankan sih….”kamu ini syaitan! Ibrahim melempar batu ke arah syaitan sebanyak 7 kali. begitupun ismail, ia dihasut oleh syaitan: ”Hey kamu baru bertemu ayahmu kan, kok mau dikorbankan sih…ayahmu kejam”. tapi ia sadar kalu itu syaitan dan melempar batu sebanyak 7 kali kearah syaitan.sebelum sampai bukit,syaitan belum mau  mengalah.ia malah menghasut keduanya lagi.syaitan pun berkata:kalian berdua ini gila, mau membunuh dan mau dibunuh!!.tapi mereka yakin kalau ALLAH melinduungi mereka,hingga mereka sadar kalau itu syaitan dan segera mengambil bat dan melemparnya kearah syaitan.akhirnya syaitan kapok dan mengalah.

Setelah sampai di bukit, Ibrahim mengasah pisau dan membaringkan Ismail. Ismail berkata “ayah ikatlah tangan dan kaki ku serta tutup mataku dengn sehelai kain. Setelah mengikat dan menutup mata ismail, Ibrahim siap mnembelih ismail. Allahu Akbar, atas ijin Allah Jibril menghentikan Ibrahin dan berkata “Hentikan…..kau sudah melaksanakan perintah Alah. maka Alah telah menggantikan ismail dengan seekor domba. sembelihlah domba itu sebagai gantinya.”Ismail dan Ibrahim pun bersyukur bersama karena tidak jadi disembelih.

Hikmah :

Hikmah dari cerita tadi adalah kita harus ikhlas, patuh dan bersabar dalam melaksanakan perintah Allah.

KISAH NABI YUNUS

Nabi Yunus seorang nabi yang menganut ajaran agama Samawi (Islam, Yahudi dan Kristen). Dia ditugaskan untuk berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa-Iraq. Nabu Yunus adalah putra dari Matta keturunan Benyamin bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim. Kaum Ninawa adalah salah satu kaum yang sangat keras kepala, penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan.

Dikutip dari buku Kisah Hikayat Nabi Yunus karangan Mega Hikari Aminah, Nabi Yunus telah berulang-ulang kali memperingatkan kaum Ninawa. Namun mereka tetap tidak mau berubah dengan alasan karena Nabi Yunus bukan berasal dari kaum mereka. Hanya terdapat dua orang pengikutnya yaitu Rubil yang memiliki sifat yang alim dan bijaksana, serta Tanukh yang memiliki sifat sederhana dan tenang.
Pada awalnya ajaran-ajaran Nabi Yunus tersebut sangat baru dan belum pernah di dengar oleh kaum Ninawa. Oleh karena itu, kaum Ninawa tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan warisan nenek moyang. Dan pada saat itu, Nabi Yunus merupakan orang asing yang bukan dari keturunan mereka. Ajaran-ajaran Nabi Yunus tidak sedikitpun menggugah hati kaum Ninawa. Hingga keadaan ini yang membuat Nabi Yunus sangat berputus asa. Dia beranggapan bahwa tidak ada lagi kaum Ninawa untuk dapat beriman kepada Allah SWT.
Suatu hari Nabi Yunus, bersiap-siap hendak pergi meninggalkan kaum Ninawa, dia mengingatkan kaum Ninawa untuk segera bertobat karena akan datang azab jika mereka tidak segera bertobat. "Wahai kaum Ninawa, sesungguhnya aku peringatkan kepada kalian bahwa jika kalian masih tetap menyembah apa yang kalian sembah saat ini. Allah akan menurunkan azab yang sangat pedih atas diri kalian. Oleh karena itu, cepatlah kalian bertobat. Semoga Allah mengampuni kalian semua".
Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang beriman". (QS Al-Anbya ayat 87-88).
Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa mulai gelisah, karena seketika cuaca berubah menjadi mendung, wajah-wajah mereka berubah menjadi pucat pasi dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Kaum Ninawa pun menjadi takut akan ancaman Nabi Yunus. Akhirnya mereka sadar bahwa perkataan Nabi Yunus adalah benar. Mereka kemudian beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Nabi Yunus.
Kaum Ninawa lari tunggang langgang mencari Nabi Yunus dan berteriak meminta pengampunan Allah SWT atas dosa mereka. Allah SWT Yang Maha Pemaaf-pun mengampuni mereka, dan keadaan kembali seperti semula. Para kaum Ninawa tetap mencari Nabi Yunus untuk mengajari dan menuntun agama kepada mereka.

Keadaan Nabi Yunus setelah pergi dari kaum Ninawa menjadi tidak menentu. Dia pun mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya dia sampai di tepi pantai dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Dia menumpang kapal tersebut, namun ketika kapal itu sedang berlayar tiba-tiba terjadilah badai yang sangat hebat. Kapal berguncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuang salah satu di antara mereka ke laut.
Undian pertama jatuh pada Nabi Yunus, undian kembali diulang hingga pada undian yang ketiga nama yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Beliau tersadar bahwa itu adalah kehendak Allah, Nabi Yunus menjatuhkan diri ke laut. Allah mewahyukan kepada ikan Nun (paus) untuk menelan Nabi Yunus. Di dalam perut ikan Nun, beliau bertobat dan meminta ampun kepada Allah dan pertolongan-Nya. Dia bertasbih selama 40 hari di dalam perut ikan Nun.
"Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat zalim".
Allah mendengar doa Nabi Yunus memerintahkan ikan paus untuk mendamparkan Nabi Yunus di tepi pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Nabi Yunus yang kurus serta lemah dapat memakan buahnya agar memiliki tenaga kembali. Setelah Nabi Yunus pulih, Allah SWT memerintahkan kembali dia ke kaum Ninawa.
Setelah kembali Nabi Yunus sangat terkejut ketika melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Kemudian Nabi Yunus mengajari kaum Ninawa kitab tauhid dan menyempurnakan iman mereka. Allah SWT berfirman, "Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu". (QS As-Saffat ayat 147-148).



Kamis, 30 Maret 2017

CERITA NABI ADAM

Nabi Adam AS diciptakan Allah sebagai manusia yang pertama. Sebelumnya Allah telah menciptakan alam semesta dan segala isinya. Allah juga telah menciptakan beberapa jenis makhluk yakni bangsa malaikat dan bangsa jin.

            Saat itu, bangsa malaikat dan bangsa jin tinggal di dalam surga. Setelah Adam selesai diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam, Allah kemudian meniupkan roh padanya. Adam pun kemudian juga ditempatkan di surga.  Seluruh makhluk lantas diperintahkan Allah untuk bersujud kepada Adam.
            Malaikat yang memang makhluk paling taat segera melakukan perintah tersebut. Malaikat pun bersujud kepada Adam. Sedang Iblis yang berasal dari bangsa jin enggan untuk bersujud kepada Adam. Iblis menganggap bahwa dirinya lebih baik daripada Adam. Allah menciptakan Iblis dari api, sedangkan Adam diciptakan Allah dari tanah. Maka sepantasnya bukan dirinya yang harus bersujud, tapi Adamlah yang harus bersujud kepadanya. Pembangkang Iblis ini merupakan bentuk kesombongannya.

            Kesombongan Iblis di hadapan Allah benar-benar tidak terampuni dan terlewat batas. Siapa saja tidak patut menyombongkan dirinya di dalam surga apalagi menentang dan menantang perintah Allah. Allah murka dan mengutuk Iblis.

            Iblis terkutuk menerima dan memohon kepada Allah supaya ditangguhkan atau tidak akan mati sampai manusia dibangkitkan pada Hari Kiamat. Allah mengabulkan dan menjadikan Iblis golongan jin yang hidup abadi tapi termasuk golongan yang terhina dan terusir dari surga. Iblis berjanji bahwa ia akan berusaha menyesatkan manusia agar jauh dari Allah. Iblis juga berjanji akan menggoda manusia dari segala arah sampai tidak ada yang menaati Allah lagi. Allah berkata, bahwa Iblis dan siapa saja yang mengikutinya akan mengisi neraka Jahanam. Dan sebaliknya Allah akan menjadi Penjaga kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya dan mengikhlaskan diri dalam beribadah kepada-Nya.

            lblis terusir dan menjadi sangat mendendam. Adam sendiri lantas mendiami surga di mana dia tidak akan kelaparan, tidak akan telanjang, tidak akan dahaga, dan tidak akan ditimpa panas sengatan matahari. Setelah sekian lama tinggal di dalam surga, Adam merasa kesepian walau bersama dengan malaikat. Dengan kehendak Allah, Adam mendapat seorang pendamping atau istri di dalam surga. Malaikat bertanya-tanya kepada Adam, siapakah yang telah menjadi pendamping Adam tersebut. Adam pun dengan ilham dari Allah menjawab bahwa istrinya tersebut bernama Hawa.

            Mulai sejak itu, Adam dan Hawa mendiami surga dalam hidup penuh kebahagiaan. Allah melimpahi surga dengan segala hal yang menjadi kebutuhan Adam dan Hawa. Namun dari segala hal tersebut, terdapat sebuah pohon yang disebut pohon khuldi yang terlarang didekati oleh Adam dan Hawa. Allah memperingatkan bahwa Adam dan Hawa akan menjadi celaka dan termasuk orang yang zalim bila sampai mendekati dan memakan buah dari pohon tersebut.

            Adam dan Hawa hidup tentram dan nyaman di surga. Suatu waktu datanglah penggoda. Syaitan salah satu golongan Iblis yang terkutuk mendatangi Adam dan Hawa. la berusaha menggoda dan menjerumuskan Adam dan Hawa. Syaitan berkata dengan membanding-bandingkan Adam dan Hawa sebagai manusia dengan malaikat. Bahwa malaikat akan menjadi penghuni surga yang abadi, sedang Adam dan Hawa akan menjadi khalifah di muka Bumi. Bangsa malaikat hidup dengan kelimpahan nikmat tiada henti dengan hidup abadi di surga. Sedang Adam dan Hawa tidak akan dapat seperti malaikat.

            Syaitan mengatakan bahwa ia tahu caranya agar Adam dan Hawa bisa seperti malaikat. Syaitan mengatakan bahwa Adam dan Hawa harus mendekati pohon khuldi. Syaitan juga membujuk mereka untuk memakan buah dari pohon tersebut. Akhirnya Adam dan Hawa pun tergoda bujukan syaitan untuk memakan buah dari pohon khuldi.

            Setelah merasai dan memakan buah dari pohon tersebut, kemudian tampak dan terbukaIah aurat mereka berdua. Karena muncul rasa malu dengan susah payah masing-masing berusaha menutupi aurat yang tampak dan terbuka itu dengan dedaunan yang ada di sekitar mereka. Seketika sadarlah Adam dan Hawa akan kekeliruan dan dosa mereka. Larangan yang Allah peringatkan tetapi justru telah mereka langgar. Pohon yang sama sekali jangan mereka dekati kini malah telah menampakkan aurat mereka sendiri. Rasa penyesalan yang sedalam-dalamnya muncul, Adam dan Hawa kemudian bertobat dan memohon ampunan Allah. Allah memberikan ampunan-Nya serta menjatuhkan hukuman yakni memerintahkan Adam dan Hawa pergi dari surga dan turun ke muka Bumi.
            Berbekal pengetahuan dan beberapa kalimat-kalimat dari Allah, Adam dan Hawa turun ke muka Bumi. Saat diturunkan ke Bumi, Adam dan Hawa saat itu terpisah di dua tempat yang berbeda. Adam merasakan kehilangan dan mencari-cari keberadaan Hawa, sedang Hawa sendiri pun demikian pula. Di muka Bumi yang terhampar luas itu, dengan susah payah mereka terus-menerus saling mencari. Terhitung selama 40 hari barulah kemudian mereka berjumpa di sebuah bukit di jazirah Arab yang kemudian disebut dengan Jabal Rahmah. Macam-macam rasa muncul, bahagia, sedih, terharu, kasihan, dan rasa sayang. Adam dan Hawa akhirnya berkumpul dan menyatu kembali seperti sewaktu di dalam surga. Allah kemudian menjadikan Adam sebagai seorang nabi pertama di muka Bumi.
            Adam dan Hawa kemudian dikarunia banyak keturunan. Hampir kesemuanya anak-anak Adam dan Hawa terlahir sebagai anak-anak kembar, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Setelah beberapa pasang anak Nabi Adam Alaihissalam lahir, mereka kesemuanya hidup sesuai dengan ajaran dan petunjuk-petunjuk dari Allah.

            Mulailah pengajaran Nabi Adam Alaihissalam kepada anak-anaknya agar mengikuti perintah Allah. Selain itu ada hal penting juga yakni mengingatkan bahwa manusia memiliki musuh yang nyata dan abadi yakni syaitan yang terkutuk. Golongan Iblis yakni syaitan tidak pernah akan berhenti dan tidak akan pernah menyerah sampai hari kiamat untuk mengajak sebanyak-banyak keturunan Adam kepada kesesatan.

            Waktu di Bumi terus berlalu, Nabi Adam Alaihissalam bertambah terus umurnya. Segala perintah dan larangan Allah dijalankannya bersama Hawa dan anak-anaknya. Disebutkan bahwa anak kembar yang pertama dan anak kembar yang kedua dari Nabi Adam Alaihissalam dengan Hawa telah mencapai usia dewasa. Anak kembar yang pertama bernama Qabil dan lqlima, dan anak kembar kedua bernama Habil dan Labuda.

            Allah menurunkan perintah kepada Nabi Adam Alaihissalam agar menikahkan anak-anak pasangan pertama dengan pasangan kedua secara bersilangan. Qabil dengan Labuda, dan Habil dengan Iqlima. Nabi Adam kemudian memberitahukan perintah Allah tersebut kepada anak-anaknya. Saat itu datanglah syaitan yang terkutuk dengan kepentingannya membujuk dan menghasut.

            Salah seorang anak Nabi Adam yakni Qabil menilai keputusan untuk menikahkannya dengan Labuda adalah keputusan yang keliru. Qabil tidak mau menerima keputusan tersebut. Ia tidak mau menjalankan perintah Allah dan Nabi Adam Alaihissalam, ayahnya. Qabil berkata bahwa dirinya lebih pantas menikah dengan Labuda. Rupanya syaitan telah banyak memengaruhi pendirian Qabil. Qabil sendiri sepertinya telah lupa bahwa syaitan adalah musuh manusia yang sangat nyata dan sangat membenci ketaatan kepada Allah.

            Nabi Adam kemudian memohon kepada Allah agar diberi petunjuk mengenai permasalahan anaknya Qabil tersebut. Allah mendengar dan memberi Nabi Adam petunjuk. Nabi Adam diperintahkan untuk mengadakan persembahan qurban. Siapa yang qurbannya dipilih Allah maka dialah yang lebih pantas untuk menikah dengan Iqlima.

            Qabil dan Habil mulai bersiap untuk melakukan persembahan qurban. Nabi Adam kemudian menentukan hari persembahan. Ketika hari itu tiba, Qabil dan Habil diminta menaruh persembahan mereka di atas puncak bukit. Tak lama kemudian Allah pun telah memberi kan pilihan.

            Dipuncak bukit diketahui, bahwa persembahan qurban yang diterima oleh Allah adalah milik Habil. Qurban yang diterima tersebut adalah qurban seekor binatang peliharaan yang sangat sehat dan besar, tidak ada cacat sama sekali. Sedang milik Qabil yang ditolak adalah persembahan yang berasal dan hasil-hasil pertanian berupa sekarung gandum yang jelek dan buah-buahan yang telah membusuk. Tidak berbeda jauh dengan keputusan semula, Nabi Adam Alaihissalam lalu memutuskan dan menetapkan bahwa Qabil menikah dengan Labuda dan Habil menikah dengan lqlima.

            Qabil tetap belum bisa menerima keputusan tersebut. Muncullah rasa kecewa bertumpuk-tumpuk di dalam dirinya hingga menjadi rasa dendam. Sesungguhnya kehebatan syaitan sebagai musuh manusia yang taat dan beriman tidak boleh diremehkan. Qabil, putra Nabi Adam Alaihissalam akhirnya menjadi gelap mata. Hasutan syaitan telah memperdayanya dan membuatnya mengikuti jalan sesat.

            Suatu hari, Qabil mengajak Habil pergi ke suatu tempat dan kemudian Qabil pun menjatuhkan tangan jahat pada Habil. Saudaranya tersebut akhirnya meninggal karena dendam yang dipanas-panasi syaitan. Qabil tertegun, gemetar dan bingung, menjadilah dia orang yang celaka sepanjang dunia. Mayat Habil lalu dikuburkannya karena terilhami seekor burung gagak, setelah itu Qabil pergi jauh tak tahu ke mana. Sedang syaitan tertawa puas dengan kemenangan keduanya.


Hikmah Kisah Nabi Adam :
 Alam semesta dan segala isinya, malaikat, jin dan manusia dan makhluk-makhluk lainnya diciptakan oleh Allah Robbal ‘Alamin.
  1. Segera menyadari kesalahan dan menyesalinya kemudian bertaubat dan memohon ampunan Allah juga mohon perlindungan-Nya agar terhindar dari godaan syaitan.
  2. Tidak akan terpedaya oleh syaitan selama berada dalam sirothol mustaqim dan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dengan mengikhlaskan diri dalam beribadah kepada-Nya.
  3. Memberikan yang terbaik dari yang dimiliki sebagai bentuk persembahan qurban kepada Allah.
  4. Iri hati dan dengki bisa berubah menjadi kecewa dan dendam yang pasti akan terjebak perangkap syaitan yang sedang mencari pengikut untuk menjadi penghuni neraka Jahanam.

Senin, 20 Maret 2017

Bunga Mawar dari Plastik Kresek

Kita semua tahu bahwa sampah plastik adalah jenis sampah yang paling sulit diuraikan oleh tanah.
Untuk mencegah penumpukan sampah plastik, kita sebenarnya bisa mencoba mengurangi dampak
buruknya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkannya kembali. Sampah plastik bisa diolah
menjadi aneka Kerajinan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Untuk itu ayo manfaatkan
plastik kresek bekas menjadi kerajinan yang cantik dan unik. Berikut cara pembutan bunga mawar dari
plastik kresek bekas.
Alat dan bahan yang digunakan :
1. Plastik kresek bekas ( warna merah )
2. Lidi
3. Plastik bening mika bekas
4. Benang wool
5. Daun
6. Tali raffia
7. Gunting
8. Solasi
Cara pembuatan bunga dari plastik kresek adalah :
1. Gunting plastik kresek dan plastik mika bening kira-kira 10x11cm.
2. Setelah itu, ambil lidi dan putik bunga. Tempel putik bunga ke lidi dengan menggunakan solasi.
3. Ambil plastik kresek dan plastik mika yang telah digunting, plastik mika ditaruh dibawah plastik kresek,
lalu mulai di bentuk-bentuk
4. Setelah bentukan mahkota bunganya jadi, mari kita coba rangkai di lidi yang telah diberi putik tadi.
Ikat dengan tali raffia hingga kuat.
5. Buat bentukan mahkota bunga lagi, rangkai di lidi, ikat hingga kuat dengan tali raffia. Kerjakan
langkah no.5 ini hingga bunga terlihat seperti bunga mawar merekah.
6. setelah itu buat kelopak ( untuk menutupi ikatan tali raffia juga) dan tangkai bunga ( untuk menutupi
lidi ) dengan benang wool. Ikat bagian atasnya lalu di pelintir-pelindir sampai setengah batang
7. Setelah itu beri daun, lanjutkan pelintir benang woolnya sampai ujung lidi. Lalu ikat.
8. Jadilah bunga mawar dari plastic kresek bekas

PERJALANAN SUNAN BAYAT KE JABALKAT

Hari masih Pagi buta sebelum subuh, Sunan Bayat (Ki Ageng Pandanaran II) meninggalkan Istana diikuti istrinya dari belakang.Dalam perjalanan ke Jabalkat Ki Ageng selalu berjalan di depan dan istrinya Nyi Ageng Kaliwungu jauh di belakang. Kota Semarang semakin jauh, ditengah perjalanan Ki Ageng dicegat dua perampok. Dengan keras dan sifatnya yg kasar mereka berteriak ; "Hai tuan.... Berhenti sebentar. Serahkan semua bekalmu...!" Ki Ageng menjawab : "Aku tak membawa apa-apa. Kalau kalian ingin harta, ambilah tongkat gading yg dibawa seorang wanita dibelakang didalamnya ada perhiasan dan berlian tapi jangan sekali-kali kalian mencelakainya karena dia Istriku ambil saja tongkatnya dan segeralah pergi. Tak lama kemudian lewatlah Nyi Ageng dengan membawa tongkat gadingnya, Dan perampok itu segera merebut tongkat gading yg berisi perhiasan itu. Nyi Ageng menangis sambil menyusul suaminya. Karena sifatnya yg serakah perampok itu tidak puas dengan hasil rampasanya. Perampok itu ingin minta bekal yg dibawa Ki Ageng; bahkan kalau tidak diberi akan di bunuhnya. Ki Ageng berkata ; "Wong Salah kok isih Tega temen". (Orang salah kok masih tega). Kata-kata Salah Tega kemudian sampai sekarang menjadi nama kota SALA TIGA. Kemudian Ki Ageng berujar "Keterlaluan kau ini tindakanmu mengendus seperti Domba saja" , Seketika itu kepala dari sambang dalan nama dari salah satu perampok berubah wujud menjadi Domba. Mengetahui wajahnya menjadi domba Sambang dalan menangis dan menyesali atas perbuatanya dan berjanji akan mengabdi pada Ki Ageng. Sejak itulah beliau dijuluki Syeh Domba. Konon perampok lainnya hanya rebah ketakutan (Jawa : Ngewel) dan kepalanya berubah menjadi Ular, dan sejak itu beliau dinamai Syeh Kewel. Kedua-duanya menjadi santri setia bersama Sunan Bayat. Perjalanan Ki Ageng dengan istrinya dan muridnya sangat jauh meninggalkan kota Semarang, namun Ki Ageng tetap tegap berjalan namun Nyi Ageng sudah loyo dan diikuti muridnya. Pada siang hari yg panas terik Ki Ageng berjalan tiada hirauan apa-apa, perjalanan Nyi Ageng tertinggal jauh; Lalu Nyi Ageng berkata" Karo bojo mbok Ojo Lali ...."(Jangan lupa sama istri) Nah sampai sekarang kota ini diberi nama BOYOLALI. Kini perjalanan mereka telah sampai di suatu desa yg tidak jauh dari Jabalkat. Rombongan Ki Ageng melihat seorang perempuan tua yg membawa beras berjalan setengah berlari karena melihat rombongan Ki Ageng berjalan mengikutinya ; kemudian Ki Ageng bertanya : " Tunggu Nyai, kami cuma ingin bertanya dimanakah Jabalkat itu ?" Jawab perempuan itu : "Kurang lebih sepuluh kilo ke arah timur". Kemudian Ki Ageng bertanya lagi "Apa yg kamu bawa itu Nyai?" perempuan itu menjawab bohong : "Namung wedi gusti" (Cuma pasir tuan) karena takut kalau bawaanya akan dirampok. Setelah rombongan Ki Ageng berlalu; perempuan itu merasa beras yg digendongnya terasa semakin berat, kemudian ia melihat bahwa beras itu sudah menjadi Pasir ; maka menyesallah ia karena mengetahui kejadian itu. Kemudian desa itu sampai sekarang telah menjadi Kecamatan, Namanya tetap kec. Wedi, yg menjadi wilayah Kabupaten Klaten. Setelah meningalkan desa Wedi dan Jiwo hanya beberapa ratus meter sudah menginjak kaki gunung Jabalkat. Setelah sampai segera Ki Ageng naik ke atas gunung, setelah sampai di puncak Ki Ageng terdiam lama menunggu Sunan Kalijaga .; lalu Ki Ageng meminta petunjuk kepada Allah dan sesaat itu terlihatlah sosoktubuhserbahitamygtaklainSunanKalijaga.Mulai saat itu Ki Ageng tinggal di Jabalkat dan mendirikan Masjid disana'Karena Ki Ageng tekun dalam menjalani Agama, beliau diberi gelar Pangeran Tembayat / Sunan BayatolehSunanKalijaga. Bagaimana kisah Syeh Domba dan Syeh Kewel ...? Mereka tetap setia kepada gurunya, mereka diberi tugas untuk mengisi Padasan (Tempat air wudlu); walau tugas itu sangat berat karena harus naik turun gunung untuk membawa air namun mereka tetap tabah dan tawakal, hingga pada suatu saat Sunan Kalijaga menanyakan pada Ki Ageng, "Kedua muridmu itu apakah memang kambing dan ular, atau manusia?"Ki Ageng menjawab, "Sebenarnya mereka manusia juga." Usai berkata begitu, anehnya wujud Domba dan ular tadi kembali seperti manusia lagi. Alangkah bahagianya bekas perampok tadi. Kini Syeh Domba dan Syeh Kewel semakin mantap berguru kepada Sunan Bayat, hingga wafatnya. Syeh Kewel dikubur di makam Sentana di desa Penengahan, sedangkan Syeh Domba di makamkan di Gunung Cakaran. Sejarah sunan pandanaran Ki Ageng Tembayat dulunya adalah seorang bupati yang bernama Ki Ageng Pandanaran. Beliau seorang bupati yang sakti, dipatuhi semua rakyat, Dikagumi oleh semua bawahannya, tapi sayang bupait tersebut sangat mementingkan dirinya sendiri, senang hidup bermewah mewahan. Pajak upeti rakyat dinaikkan, setor pajak harus tepat waktunyademi mengejar kemewahan dan kesenangannya. Meskipun rakyat patuh kepadanya, tetapi beliau terkenal sebagai bupati yang kikir. Sang bupati tidak mengetahui kesulitan hidup yang diderita oleh rakyatnya.. beliau tidak tahu akan kemiskinan rakyatnya. Pada suatu pagi datanglah seorang penjual rumput(ilalang) ke halaman kabupaten, seorang tua yang berbadan tegap dan kekar. Meskipun Ki Ageng tahu seseorang dating menghampirinya, tetapi acuh tak acuh. Dengan badan membungkuk bungkuk dan sopan penjual ilalang itu menawarkan ilalang tersebut, lalu Ki Ageng berkata asalkan murah ku beli rumputmu. Lalu penjual tersebut berkata soal harga terserah Gusti, lalu penjual itu disuruh menaruh rumputnya di belakang gedung kabupaten. Setelah ilalang tersebut ditaruh dekat kandang kuda, si penjual kembali ke halaman kabupaten. Lalu pak tua disuruh membuatkan atap kandang kuda. Setelah selesai pak tua menghadap sang bupati yang telah duduk duduk di kursi pendapa, lalu sang bupati memberikan uang kepana pak tua itu, lalu pak tua itu berkata “Terima kasih Gusti, Hamba tidak butuh uang”,, lalu sang bupati marah,,, lalu pak tua itu berkata lagi “ Hamba tidak butuh uang, Hamba hanya minta ilalang hamba diganti dengan bunyi bedug di kabupaten semarang ini” Lalu sang bupati marah, sebab uangnya tidak diterima ,itu merupakan penghinaan bagi seorang bupati. sang bupati berkata orang tua tak tahu diri, kau telah kutolong, uang ini besar nilainya, cukup buat makan kau dan anak binimu. Seharusnya kau terimakasih kepadaku. Lalu pak tua itu berkata : hamba tidak butuh uang, hamba hanya minta ilalang hamba ditukar dengan bunyi bedug dikota semarang. Bagi hamba uang bukan apa apa, mudah mencarinya bila hamba mau, sekali cangkul hamba akan mamperoleh emas sebesar kepala kerbau. Kau sombong ya, Gila,,bentak sang bupati sambil melanjutkan perkataannya Coba buktikan kata katamu,,, lalu pak tua itu meminta sebuah cangkul kepada sang bupati. Lalu pak tua menuju kearah halaman kabupaten, sambil disaksikan para abdi dan warga sekitar kabupaten lalu pak tua mulai mengayunkan cangkulnya,,,, lalu suasana kabupaten mulai hening saat melihat kilauan cahaya emas dari hasil cangkulan pak tua tersebut, lalu sang bupati berlutut dihadapan pak tua sambil berkata, maafkan tuan atas kelancanganku, Siapakah tuan sebenarnya,, lalu pak tua menjawab dengan perlahan orang menyebutku Sunan Kalijaga. Dengan mendengar nama itu, sang bupati semakin takut, beliau tidak berani berdiri, bahkan lebih erat memegang beliau. Lalu sunan berkata “anakku, kembalilah kejalan yang benar, tetap aku minta bunyi bedug di Semarang ini, lalu lenyap dari pandangan dan hanya terdengar suara “ Anakku Pandanaran susullah aku di Gunung Jabalkat”.

Selasa, 07 Maret 2017

bahagia itu dicintai olehnya


Awan hitam bergulung gulung Mengabarkan berita pahit Aku harus gimana pada cintaku Bisakah aku jadi langit Biar ku lindungi mendungmu Tak kubiarkan duka berkawan denganmu Biarkan hatiku bertudung Menutupi kenyataanku Menangis sekaligus tersenyum takdirku Tak bisa kau paksa cintaku Berpindah kepada yang lain Sampai nafasku habis Ku mau denganmu Bisakah aku jadi langit Biar ku lindungi mendungmu Tak kubiarkan duka berkawan denganmu Biarkan hatiku bertudung Menutupi kenyataanku Menangis sekaligus tersenyum Pada takdirku Tak bisa kau paksa cintaku Berpindah kepada yang lain Sampai nafasku habis ku mau denganmu Inilah surga yang kurindukan Memastikan kau baik-baik saja Walaupun kita tak bersama lagi Kenanglah aku Cinta untuk hati yang mendamba, semoga kau tetap baik-baik saja doamu melindungiku, terimakasih pelangi yang hilang karena matahari.

Minggu, 05 Februari 2017

yuk, nulis...


Hey apa ada diantara kalian yang punya bakat menulis? Jangan dipendam aja, salurkan bakat menulismu ke wadah yang tepat. Nggak cuma melatih skill menulismu, tapi kamu juga bisa dapat honor, loh. Kali ini 8Share ingin membagikan informasi mengenai alamat email beberapa media yang menerima tulisanmu baik naskah,puisi, cerpen, maupun esai esai kebudayaan disertai nominal honornya. Baca dan catat informasinya ya! 1. Republika sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair. 2. Kompas opini@kompas.co.id, opini@kompas.com Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.100.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis. 3. Koran Tempo ktminggu@tempo.co.id Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan. 4. Jawa Pos ariemetro@yahoo.com, sastra@jawapos.co.id Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 900.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat. 5. Suara Merdeka swarasastra@gmail.com Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada. 6. Media Indonesia cerpenmi@mediaindonesia.com, cerpenmi@yahoo.co.id REDAKSI menerima kiriman naskah cerpen dari pembaca. Kriteria umum naskah 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 700.000,- sampai Rp. 1.000.000,- 7. Suara Pembaruan koransp@suarapembaruan.com Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 8. Suara Karya redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. Namun belum lama ini Ami Herman, redakturnya, di facebook mengatan honor cerpen dan puisi telah naik. 9. Jurnal Nasional tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 10. Seputar Indonesia redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 11. Pikiran Rakyat khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 12. Tribun Jabar cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 13. Kedaulatan Rakyat redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 14. Joglo Semar (Yogyakarta) harianjoglosemar@gmail.com Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 15. Minggu Pagi (Yogyakarta) we_rock_we_rock@yahoo.co.id Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 16. Surabaya Post redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 17. Radar Surabaya radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 18. Lampung Post lampostminggu@yahoo.com Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi. 19. Berita Pagi (Palembang) huberitapagi@yahoo.com Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 20. Sumatera Ekspres (Palembang) citrabudaya_sumeks@yahoo.com Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 21. Padang Ekspres yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi. 22. Haluan (Padang) nasrulazwar@yahoo.com Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 23. Singgalang (Padang) hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 24. Riau Pos budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 25. Sumut Pos redaksi@hariansumutpos.com Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 26. Jurnal Medan nasibts@yahoo.com Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 27. Analisa (Medan) rajabatak@yahoo.com Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 28. Sinar Harapan redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 29. Jurnal Cerpen Indonesia jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 30. Majalah Horison horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening. 31. Majalah Esquire cerpen@esquire.co.id Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 32. Majalah Suara Muhammadiyah redaksism@gmail.com Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan. 33. Majalah Kartini redaksi_kartini@yahoo.com Honor cerpen Rp. 400.000,- Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis. 34. Majalah Alia majalah_alia@yahoo.com Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 35. Majalah Femina kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat. 36. Majalah Sekar sekar@gramedia-majalah.com, majalahsekar@gmail.com Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit 37. Majalah Annida-online majalah_annida@yahoo.com Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer. 38. Majalah Bobo bobonet@gramedia-majalah.com Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 39. Kompas khusus Cerpen Anak opini@kompas.co.id, opini@kompas.com Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan. 40. Tabloid Nova nova@gramedia-majalah.com Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi. 41. Harian FAJAR, Makassar budaya@fajar.co.id Ada cerpen, puisi, essai, dan apresiasi sastra, seni, dan budaya. Cerpen maksimal 1.000 kata. Apresiasi maksimal 750 kata. Puisi satu halaman saja, paling banyak 3 judul puisi pendek. Tulisan yang terkait budaya Sulselbar lebih diutamakan. 42. INDOPOS Puisi –> calzoumbachrisutardji@gmail.com Puisi terbit tiap hari Sabtu satu halaman penuh dengan nama rubrik “Hari Puisi”. Redakturnya adalah Sutardji Calzoum Bachri.
 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template