Sabtu, 08 Februari 2014

Tugas 1 Pengantar Akuntansi


A. PT ZAE memiliki data keuangan untuk tahun 2008 dan 2009 sebagai berikut. Nama Akun 2009 2008 (Rp) (Rp) bangunan 92.000.000 92.000.000 utang obligasi 92.000.000 69.000.000 agio modal saham 69.000.000 63.250.000 kendaraan 57.500.000 51.750.000 piutang usaha 43.700.000 35.075.000 persediaan barang dagangan 37.662.500 40.940.000 laba ditahan 34.758.750 58.937.500 depresiasi akumulasi bangunan 34.500.000 28.750.000 investasi dalam obligasi 34.500.000 37.375.000 investasi dalam reksadana 10.000.000 7.500.000 tanah 28.750.000 23.000.000 utang wesel 27.600.000 25.875.000 depresiasi akumulasi kendaraan 25.300.000 23.000.000 modal saham 23.000.000 17.250.000 peralatan kantor 18.400.000 20.700.000 utang usaha 24.375.000 20.150.000 piutang wesel 11.500.000 9.200.000 diskonto utang obligasi 8.625.000 5.750.000 depresiasi akumulasi peralatan kantor 6.900.000 6.325.000 kas 6.325.000 2.875.000 utang biaya macam-macam 5.462.500 4.485.000 utang pajak penghasilan 4.916.250 8.567.500 cadangan penghapusan piutang 1.150.000 575.000 Petunjuk: 1. Susunlah neraca PT ZAE untuk tahun yang berakhir 2008 dan 2009. Perhatikan klasifikasi akun sesuai yang Anda pelajari di BMP EKMA4115. 2. Analisislah kenaikan/penurunan nilai akun pada dua tahun tersebut dalam persentase. JAWAB : PT. ZAE NERACA PER 31 DESEMBER 2008 DAN PER 31 DESEMBER 2009 URAIAN Per 31 Des 2008 Per 31 Des 2009 URAIAN Per 31 Des 2008 Per 31 Des 2009 AKTIVA PASIVA Kas 2.875.000 6.325.000 a. Hutang Piutang Usaha 35.075.000 43.700.000 Utang obligasi 69.000.000 92.000.000 Piutang Wesel 9.200.000 11.500.000 Utang wesel 25.875.000 27.600.000 Bangunan 92.000.000 92.000.000 Utang Usaha 20.150.000 24.375.000 Kendaraan 51.750.000 57.500.000 Diskonto Utang Obligasi (5.750.000) (8.625.000) Persediaan Barang Dagangan 40.940.000 37.662.500 Utang Biaya macam-macam 4.485.000 5.462.500 Investasi dalam obligasi 37.375.000 34.500.000 Utang pajak penghasilan 8.567.500 4.916.250 Investasi dalam reksadana 7.500.000 10.000.000 TOTAL HUTANG 122.327.500 145.728.750 Tanah 23.000.000 28.750.000 Peralatan Kantor 20.700.000 18.400.000 b. Modal Depresiasi akumulasi bangunan (28.750.000) (34.500.000) Agio Modal saham 63.250.000 69.000.000 Depresiasi akumulasi kendaraan (23.000.000) (25.300.000) Laba ditahan 58.937.500 34.758.750 Depresiasi akumulasi peralatan kantor (6.325.000) (6.900.000) Modal saham 17.250.000 23.000.000 JUMLAH AKTIVA 262.340.000 273.637.500 Cadangan penghapusan piutang 575.000 1.150.000 TOTAL MODAL 140.012.500 127.908.750 JUMLAH PASIVA 262.340.000 273.637.500 PT ZAE NERACA DESEMBER 2008 AKTIVA PASIVA kas kendaraan bangunan diskonto utang obligasi investasi dalam obligasi investasi dalam reksadana peralatan kantor persediaan barang dagangan piutang usaha piutang wesel tanah Total aktiva 2.875.000 51.750.000 92.000.000 5.750.000 37.375.000 7.500.000 20.700.000 40.940.000 35.075.000 9.200.000 23.000.000 326.165.000 Modal Cadangan penghapuan piutang Agio modal saham Modal saham Total Hutang Utang biaya macam-macam Utang obligasi Utang pajak penghasilan Utang usaha Utang wessel Laba ditahan Depresiasi akumulasi bangunan Depresiasi akumulasi kendaraan Depresiasi akumulasi peralatan kantor Total Total Pasiva 575.000 63.250.000 17.250.000 81.075.000 4.485.000 69.000.000 8.567.000 20.150.000 25.875.000 58.937.500 28.750.000 23.000.000 6.325.000 245.090.000 326.165.000   PT. ZAE NERACA DESEMBER 2009 AKTIVA PASIVA kas kendaraan bangunan diskonto utang obligasi investasi dalam obligasi investasi dalam reksadana peralatan kantor persediaan barang dagangan piutang usaha piutang wesel tanah Total aktiva 6.325.000 57.500.000 92.000.000 8.625.000 34.500.000 10.000.000 18.400.000 37.662.500 43.700.000 11.500.000 28.750.000 348.962.500 Modal Cadangan penghapuan piutang Agio modal saham Modal saham Total Hutang Utang biaya macam-macam Utang obligasi Utang pajak penghasilan Utang usaha Utang wessel Laba ditahan Depresiasi akumulasi bangunan Depresiasi akumulasi kendaraan Depresiasi akumulasi peralatan kantor Total Total Pasiva 1.150.000 69.000.000 23.000.000 93.150.000 5.462.500 92.000.000 4.916.250 24.375.000 27.600.000 34.758.750 34.500.000 25.300.000 6.900.000 255.812.500 348.962.500 AKTIVA • Kas = 120% (naik) • Putang usaha = 24,5% (naik) • Piutang wesel = 25% (naik) • Bangunan = -9% (turun) • Kendaraan = 12% (naik) • Persediaan barang dagangan = -8% (turun) • Investasi dlm obligasi = -7,6% (turun) • Investasi dlm reksadana = 33% (naik) • Tanah = 25% (naik) • Peralatan kantor = -20% (turun) PASIVA a. Hutang • Hutang obligasi = 31,8% (naik) • Hutang wesel = 6,7% (naik) • Hutang usaha = 21% (naik) • Hutang biaya macam = 22% (naik) • Hutang PPh = -42,6% (turun) b. Modal • Agio modal saham = 9% (naik) • Laba ditahan = -41% (turun) • Modal saham = 33% (naik) • Cad. Penghapusan piutang = 100% (naik) B. PT. HOKI adalah perusahaan dagang yaitu supplier bahan makanan ternak yang pada akhir Desember 2009, memiliki sebagian data keuangan (dalam rupiah) dari daftar saldo adalah sebagai berikut. Persediaan bahan habis pakai 7.000 Persediaan barang dagangan 385.000 Pembelian 1.578.000 Potongan pembelian 18.950 Retur dan keringanan pembelian 13.050 Biaya angkut pembelian 219.000 Harga pokok penjualan - Asuransi dibayar di muka 2.750 Kendaraan 2.000.000 Barang yang masih belum terjual di gudang Rp322.650; sistem persediaan yang digunakan adalah fisik; perlukah dilakukan penyesuaian pada 31 Desember 2009? Jika Anda menjawab ”perlu”, bagaimana jurnal penyesuaiannya, dan jika ”tidak perlu” kemukakan alasan Anda. Selain data di atas, diketahui pula data penyesuaian lain sebagai berikut. a. masih terdapat sisa bahan habis pakai Rp2.500 b. biaya asuransi untuk tahun 2009 Rp2.250. c. depresiasi kendaraan 20% per tahun. Buatlah jurnal penyesuaian pada 31 Desember 2009 untuk poin a, b, dan c di atas. PT HOKI JURNAL PENYESUAIAN TGL 31 DES 2009 Bulan Tanggal AKUN DEBIT KREDIT Desember 2009 31 Biaya Asuransi 2.750 Persekot Asuransi 2.750 Harga pokok penjualan 1.578.000 Pembelian 1.578.000 Harga pokok penjualan 385.000 Persediaan barang dagangan 385.000 Potongan pembelian 18.950 Harga pokok penjualan 18.950 Harga pokok penjualan 219.000 Biaya angkut pembelian 219.000 Retur & pengurangan pembelian 13.050 Harga pokok penjualan 13.050 Harga pokok penjualan 7.000 Persediaan bahan habis pakai 7.000 Persediaan barang dagangan(akhir) 322.650 Harga pokok penjualan 322.650 Biaya kendaraan 2.000.000 Kendaraan 2.000.000 Biaya depresiasi kendaraan 400.000 Akumulasi penyusutan kendaraan 400.000 Persediaan bahan habis pakai (sisa) 2.500 Harga pokok penjualan 2.500 Beban Asuransi 2.250 Kas 2.250 JUMLAH 4.732.150 4.732.150

DISKUSI 4 KOMUNIKASI BISNIS


Mengapa penulisan laporan dan proposal dalam konteks komunikasi bisnis diperlukan? Tanggapan: Karena Laporan pada dasarnya menyikapi informasi tentang bidang tertentu secara sistematis dan obyektif untuk individu tertentu dalam organisasi yang akan digunakan dalam kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan bisnis dan tujuan organisasi. Laporan juga ditujukan untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Karena pentingnya laporan itu, maka tentu saja dalam penyusunannya didasarkan pada informasi yang akurat dan lengkap.Sedangkam proposal pada dasarnya merupakan usulan yang menggambarkan kondisi saat ini dan kondisi yang hendak dicapai dengan upaya-upaya perbaikan yang rasional. Sama halnya dengan laporan, proposal juga diperinci langkah-langkah yang diperlukan untuk mengubah kondisi saat ini untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Karena itu, dalam proposal pun mesti terkandung informasi yang akurat, utuh dan lengkap sehingga usulan tindakan yang dilakukan didasarkan pada informasi yang tepat dan benar.

DISKUSI 4 AUDIT SDM


Masalah yang dihadapi oleh banyak perusahaan saat ini adalah tingginya angka turnover atau keluar masuknya pegawai. Semakin tinggi angka turnover pegawai, maka berarti makin tinggi biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dan mempersiapkan SDM yang baru. Tanggapan: Tingkat turnover pegawai merupakan salah satu indicator yang paling banyak digunakan oleh perusahaan untuk mengukur efektifitas pengelolaan SDM-nya. Namum demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan HR metric ini, antara lain: a. Tingkat turnover bervariasi untuk setiap industry. Beberapa industry menghadapi tingkat turnover pegawai yang tinggi, misalnya industry teknologi Informasi atau industry pertambangan. Karena itu, perusahaan harus melakukan benchmarking pada perusahaan lain sejenis untuk mengukur vtinggi rendahnya tingkat turnover pegawai di perusahaannya. b. Tingkat turnover yang tinggi tidak selalu berarti jelek, dan sebaliknya tingkat turnover yang rendah tidak selalu selalu berarti baik. Perusahaan yang sedang menjalankan program rasionalisasi atau pengurangan pegawai misalnya tentu akan mengalami turnover pegawai yang tinggi. Tingkat turn over yang tinggi ini akan berdampak positif apabila karyawan yang keluar adalah mereka yang tidak lagi produktif dan digantikan dengan karyawan baru yang masih produktif. Tingkat turnover yang rendah juga dapat berakibat fatal bagi perusahaan. PT KTI yang menghadapi tingkat resign sebesar 2% mungkin masih kecil apabila dibandingkan rata-rata industry katakanlah sebesar 4%. Namun demikian, apabila dari 4 orang yang keluar,ketiganya adalah manajer,tentunya akan merugikan perusahaan. Dengan demikian kita harus sangat berhati-hati dalam menafsirkan tingkat turnover di suatu perusahaan.

Diskusi 3 Akuntansi Perusahaan Dagang


1. perbedaan karakteristik perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Dari ketiganya terdapat akun aktiva yang membedakannya. Akun apakah itu? Jawab: a. Karakteristik Perusahaan Jasa : a. Mengedepankan pelayanan (citra diri yang positif) terhadap konsumen atau pengguna jasa. b. Jasa sangat memperhatikan kepuasan dan kesetiaan konsumen. b. Karakteristik Perusahaan Dagang : a. Dapat mengemas pelayanan yang baik sehingga prodak hasil dari manufaktur dapat ketangan konsumen dengan baik. b. Menjaga loyalitas konsumen agar senantiasa menggunakan produk atau jasa tersebut. c. Karakteristik Perusahaan Manufaktur : a. Mengutamakan kualitas produk. b. Dibutuhkan inovasi yang terus menerus untuk prodak yang dihasilkan oleh manufaktur tersebut. Pada laporan keuangan laba rugi, perusahaan Jasa tidak ada akun Harga Pokok Penjualan (HPP), sedangkan pada perusahaan dagang dan manufaktur ada Harga Pokok Penjualan (HPP). Akun yang membedakan ialah aktiva kewajiban dan ekuitas pemilik. 2. Apa arti syarat penjualan 2/15 n/30? Jawab: 2/15 n/30, artinya dengan syarat ini pembeli akan diberikan potongan 2 % apabila ia membayar harga faktur paling lambat 15 hari setelah tanggal transaksi, sedangkan waktu pembayar paling lambat adalah 30 hari. 2 = (pembilang) artinya besarnya persentase potongan, 15 = (penyebut) artinya batas waktu mendapatkan potongan dan n/30 = batas akhir pelunasan faktur. 3. Apa itu sistem persediaan fisik vs perpetual. Jawab: a. Persediaan Fisik Pada system ini, Harga Pokok Penjualan ( cost of goods sold ) baru dihitung dan dicatat pada akhir periode akuntansi. Cara yang dilakukan adalah dengan menghitung kuantitas barang yang ada di gudang di setiap akhir periode, kemudian mengalikanya dengan harga pokok per unitnya. Dengan cara ini maka jumlahnya, baik pisik maupun harga pokoknya, tidak dapat diketahui setiap saat.Konsekuensinya, jumlah barang yang hilang tidak dapat dideteksi oleh system ini. b. Persediaan Perpetual Dalam system perpetual, perubahan jumlah persediaan ( fisik maupun rupiah ) dimonitor setiap saat. Caranya dengan menyediakan kartu persediaan untuk setiap jenis persediaan. Apabila ada selisih dalam pencatatan persediaan maka pada jurnal dicatat sebagai selisih pencatatan persediaan. 4. Asumsi aliran persediaan FIFO dan LIFO. Jawab: a. Metode FIFO harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir. Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca. b. Metode LIFO membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten. FIFO 1. Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah 2. Menghasilkan laba kotor yang tinggi 3. Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi - LIFO 1. menghasilkan harga pokok penjualan yang tinggi 2. Menghasilkan laba kotor yang rendah 3. Menghasilkan persediaan akhir yang rendah

DISKUSI STATISTIKA


DISKUSI 1 Soal : Mengapa kita perlu mempelajari statistik? Jawab : Karena statistika adalah alat untuk membantu memecahkan masalah terutama bidang ekonomi. Dari perhitungan statistic dapat diketahui gambaran tentang keadaan social suatu Negara dengan beserta permasalahannya, juga dapat untuk mengetahui permasalahan produksi suatu perusahaan. Saat ini alat statistic sangat dibutuhkan karena dapat membantu untuk : 1. Menjabarkan dan memahami suatu hubungan 2. Mengambil keputusan yang lebih baik dan 3. Menangani perubahan. Karena statistic merupakan metode penelitian, Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA yang meliputi : 1. Sarana pengembangan cara berfikir logis 2. Merupakan jalan berfikir 3. Merupakam bahasa berfikir secara ilmiah 4. Dengan statistik dapat merencanakan suatu penelitian. Diskusi 2 Soal : Apa contoh penggunaan probabilitas dalam kegidupan kita sehari-hari? Jawab: Contoh penggunaan peluang dalam kehidupan sehari-hari: a. Sebuah mata uang logam. Apabila dalam mengawali suatu pertandingan sepak bola, biasanya wasit memanggil masing-masing kapten kesebelasan untuk melakukan pengundian dengan cara melempar sekeping uang logam. Setiap kapten memilih satu sisi yaitu gambar atau angka. Pengundian dengan cara seperti itu dianggap paling adil oleh wasit, kedua tim, maupun penonton. Mengapa? Karena munculnya gambar atau angka dianggap memiliki kesempatan yang sama untuk terjadi. b. Dalam permainan monopoli, menggunakan dadu. Dadu mempunyai 6 sisi dan setiap sisi mempunyai peluang yang sama untuk terjadi. pada pelemparan sebuah mata dadu, maka yang terjadi adalah munculnya salah satu mata dadu 1, 2, 3, 4, 5, atau 6. Kegiatan pelemparan mata dadu di atas dinamakan percobaan. c. Dalam satu set kartu bridge pada permainan poker. Diskusi 3 Soal : Kira-kira dalam kegiatan apa kita menggunakan distribusi frekwensi? Sebagai contoh, perhatikan contoh data pada Tabel 1. Tabel tersebut adalah daftar nilai ujian Matakuliah Statistik dari 80 Mahasiswa Tabel 1. Daftar Nilai Ujian Matakuliah Statistik 53 57 59 60 60 60 61 61 62 62 62 62 63 63 65 65 65 66 67 67 68 68 68 69 71 71 71 72 72 73 73 73 73 74 74 74 75 75 75 75 75 75 75 76 76 76 76 77 77 78 78 78 78 78 79 79 79 80 81 82 82 83 84 85 85 85 86 87 88 88 88 89 90 93 93 94 95 95 96 97 no data frekuensi 1 53-58 2 2 59-64 12 3 65-70 10 4 71-76 23 5 77-82 14 6 83-88 10 7 89-94 4 8 94-99 5 jumlah 80 Kegiatan yang menggunakan distribusi frekuensi : a. Menghitung nilai mahasiswa seperti diatas b. Menghitung produksi padi pada suatu kabupaten c. Menghitung umur pegawai pada suatu perusahaan Distribusi frekuensi dibuat dengan alasan berikut: • kumpulan data yang besar dapat diringkas • kita dapat memperoleh beberapa gambaran mengenai karakteristik data, dan • merupakan dasar dalam pembuatan grafik penting (seperti histogram).

MAKALAH KEHAMILAN

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan fungsi normal dari tubuh dan bagian dari fase kehidupan wanita, dimana pada tahap tersebut terdapat kehidupan baru dalam tubuh seorang ibu berupa janin yang akan tumbuh menjadi bayi. Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita di dunia. Seorang wanita disebut hamil jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Hasil pembuahan akan menghasilkan zigot, yang lalu berkembang (dengan cara pembelahan sel secara besar-besaran) menjadi embrio.Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah terjadinya hubungan seksual (persetubuhan) antar lawan jenis, meskipun tidak semua hubungan seksual akan menghasilkan pembuahan. Pembuahan hanya dapat terjadi ketika wanita sedang berada dalam masa subur. Pada masa itu, seorang wanita akan melepaskan sel telur yang sudah matang dan siap untuk dibuahi.Dalam keadaan normal, seorang pria akan mengeluarkan jutaan sperma saat melakukan persetubuhan. Dari berjuta-juta sel sperma tersebut, hanya satu yang akan berhasil membenamkan diri dalam dinding sel telur yang sudah masak, dan menyatukan dua inti sel. Makalah ini akan membahas tentang proses kehamilan dan hal- hal yang berkaitan pada masa kehamilan. A. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian kehamilan ? 2. Bagaimana proses terjadinya kehamilan ? 3. Apa tanda dan gejala kehamilan ? 4. Apa saja tahapan masa kehamilan ? 5. Apa saja masalah ketika hamil ? B. Tujuan masalah 1. Mengetahui pengertian kehamilan. 2. Mengetahui proses terjadinya kehamilan. 3. Mengetahui tanda dan gejala kehamilan. 4. Mengetahui tahapan masa kehamilan. 5. Mengetahui masalah kehamilan. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian kehamilan Menurut Wikipedia, kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Sedangkan menurut salah satu ahli, kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilisasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir. B. Proses terjadinya kehamilan Proses terjadinya kehamilan adalah ketika sel sperma bertemu dengan sel telur wanita yang telah matang (siap untuk dibuahi) yang terdapat pada rahim seorang wanita sehingga menyebabkan terjadinya pembuahan. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan 3 cc sperma ketika mengalami ejakulasi. Sperma yang normal mengandung 100 sampai 120 juta sperma dan ketika sperma keluar di dalam alat kelamin wanita, maka ratusan juta sel sperma tersebut berenang melintasi rongga rahim untuk berebut sel telur matang yang terdapat pada saluran tuba pada rahim wanita. Meskipun ada ratusan juta sel sperma yang berenang untuk membuahi sel telur yang telah matang , tetapi pada kenyataanya hanya beberapa sel saja yang mampu menembusnya dan berhasil membuahinya sehingga menyebabkan terjadinya kehamilan. C. Tanda atau gejala saat hamil Tanda dan gejala pada masing-masing wanita hamil berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala-gejala kehamilan sejak awal, ada yang beberapa minggu kemudian, atau bahkan tidak memiliki gejala kehamilan dini. Namun, tanda yang pasti dari kehamilan adalah terlambatnya periode menstruasi. Selain itu didapatkan tanda-tanda lain yaitu : 1. Nyeri atau payudara yang terasa membesar, keras, sensitif dengan sentuhan. Tanda ini muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah konsepsi (pembuahan). Dalam waktu 2 minggu setelah konsepsi, payudara seorang wanita hamil akan mengalami perubahan untuk persiapan produksi ASI yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. 2. Mual pagi hari (morning sickness) umum terjadi pada triwulan pertama. Meskipun disebut morning sickness, namun mual dan muntah dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Penyebab mual dan muntah ini adalah perubahan hormonal yang dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. Gejala ini dialami oleh 75% wanita hamil. 3. Mudah lelah, lemas, pusing, dan pingsan adalah gejala kehamilan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah dalam kehamilan atau kadar gula darah yang rendah. 4. Sakit kepala pada umumnya muncul pada minggu ke-6 kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan hormon. 5. Konstipasi (sulit BAB) terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan kontraksi usus menjadi lebih pelan dan makanan lebih lambat melalui saluran pencernaan. 6. Perubahan mood karena pengaruh hormon. 7. Bercak perdarahan. Terjadi ketika telur yang sudah dibuahi berimplantasi (melekat) ke dinding rahim sekitar 10-14 hari setelah fertilisasi (pembuahan). Tipe perdarahan umumnya sedikit, bercak bulat, berwarna lebih cerah dari darah haid, dan tidak berlangsung lama. D. Tahapan Masa Kehamilan 1. Trimester Pertama a. 1 Minggu Pada minggu pertama ini baru terjadi proses pembentukan antara sperma dan sel telur. b. 2 Minggu Pembuahan sel telur terjadi pada akhir minggu kedua. c. 3 Minggu Pada usia kehamilan minggu ketiga, ibu mungkin belum sadar jika ia sedang mengandung. d. 4 minggu Bayi sudah berbentuk embrio. Sehingga apabila ibu melakukan test kehamilan, hasilnya positif. e. 5 minggu Ukuran bayi pada minggu ini seperti biji apel yang disebut sebagai embrio. f. 6 minggu Ukuran embrio rata-rata sudah mencapai 2-4 jam. Pada minggu ini jantung bayi mulai berdetak. g. 7 minggu Jantung sudah terbentuk lengkap terbagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri. Pucuk lengan membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. h. 8 minggu Banyak perubahan yang terjadi pada bayi.Beberapa komponen pada organ tubuh seperti lengan, kaki, bahu, telinga,mata terbentuk secara sempurna. g. 9 minggu Pada minggu ini panjang janin sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram. i. 10 minggu Organ reproduksi bayi sudah berkembang, akan tetapi jenis kelamin bayi masih sulit dibedakan jika dilihat di USG. j. 11 minggu Banyak perkembangan pada minggu kesebelas dan kemungkinan risiko keguguran akan berkurang. k. 12 minggu Pada penghujung trisemester pertama panjang janin sudah berukuran sekitar 7,6-10 cm dan beratnya sekitar 28 gram. 2. Trimester kedua a. 13 minggu Memasuki trimester kedua plasenta berkembang sempurna untuk menyediakan oksigen, nutrisi dan pembuangan limbah bayi. b. 14 minggu Setelah tiga bulan pembuahan, alat kelamin bayi sudah dapat dideteksi melalui USG apakah laki-laki atau perempuan. Denyut jantung bayi mulai berdetak kuat hampir dua kali lebih cepat dari sang ibu. c. 15 minggu Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Akan tetapi kelopak matanya masih tertutup. d. 16 minggu Bayi merupakan makhluk kecil yang senang bermain. Bayi mungkin telah menjumpai mainan pertamanya (tali pusat) yang akan dengan senang ditarik-tarik dan dipegangnya. e. 17 minggu Dengan bantuan sonicaid, denyut jantung bayi sudah bisa didengar. Mendengarkan denyut jantung bayi membuat Anda tahu bahwa bayi Anda tumbuh dengan baik. f. 18 minggu Bayi sudah dapat mendengarkan suara dari luar tubuh ibu. Ia juga akan bergerak atau terkejut bila mendengar kebisingan atau suara keras. Dalam minggu ini bayi bergerak sangat aktif dan mungkin ibu sudah dapat merasakan gerakan menendang, menekuk, meraih, berguling, atau bahkan mengisap ibu jarinya. g. 19 minggu Panjang bayi sekitar 20,5 cm dan beratnya sekitar 240 gram. Ia mulai menelan cairan amnion dan ginjalnya terus menghasilkan air seni. h. 20 minggu Separuh waktu kehamilan telah dilewati. Kini panjangnya sekitar 25,4 cm dan beratnya sekitar 260 gram. i. 21 minggu Panjang bayi sekitar 28 cm dan beratnya sekitar 360 gram. Jika Anda berbicara, membaca buku atau menyanyi untuk bayi Anda, dia pasti bisa mendengarnya. j. 22 minggu Indera yang digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Antara kepala dan tubuh semakin proporsional. k. 23 minggu Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari-jari pun terbentuk sempurna. l. 24 minggu Pendengaran bayi sudah terbentuk sempurna. Bayi akan bergerak dengan suara musik dari luar. m. 25 minggu Bayi mulai latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. n. 26 minggu Pada minggu ke-26 bayi sudah mempunyai lemak dibawah kulit yang dapat membantu mengontrol suhu tubuhnya pada saat lahir. o. 27 minggu Bayi terlihat seperti menarik napas, meskipun baru bernapas dalam air dan tidak di udara, ini adalah latihan yang bagus ketika dia lahir. p. 28 minggu Pada masa ini bayi menyelesaikan perkembangan fisiknya. Bayi benar-benar mulai tumbuh dan mengisi ruang yang kosong dalam rahim. 3. Trimester ketiga a. 29 minggu Posisi bayi saat ini mempersiapkan diri seperti posisi lahir dengan kepala mengarah kebawah. b. 30 minggu Otak bayi berkembang sangat cepat. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa. Ketika ia menendang atau mendorong, Anda dapat melihat kaki atau tangannya bergerak di bawah kulit perut Anda. c. 31 minggu Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, tetapi bayi makin tumbuh besar dan berat badannya akan terus bertambah. d. 32 minggu Bayi berada dalam posisi kepala dibawah sampai lahir nanti. e. 33 minggu Pertumbuhan yang pesat terus berlanjut. Pada minggu ini berat bayi sekitar 2-2,7 kg dan panjangnya sekitar 45 cm. Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. f. 34 minggu Tiga puluh empat minggu bayi sudah berada di pintu rahim, ia sudah terbentuk dengan sempurna. Proposi tubuhnya sesuai dengan yang diharapkan saat lahir nanti. Meskipun demikian, ia masih harus mematangkan beberapa hal dan menambah berat badan badan sebelum benar-benar siap dilahirkan. g. 35 minggu Bayi membesar dan sangat sempit dalam rahim sehingga ibu mungkin merasa dia tidak banyak bergerak lagi. Meskipun demikian, ibu bisa mengamati siku, kaki, atau kepalanya menonjol dari perut ketika ia meregang dan menggeliat. h. 36 minggu Mulai minggu ini bayi sudah mempunyai ukuran dan kematangan yang siap untuk lahir. i. 37 minggu Bayi terus berlatih untuk menggerakkan paru-parunya, sebab bayi akan bernapas setelah dilahirkan. j. 38 minggu Refleks bayi sudah terkoordinasi. Bayi sudah dapat membedakan antara terang dan gelap. k. 39 minggu Minggu ini adalah saat menunggu kehadiran sang bayi. l. 30 minggu Pada penghujung trisemester pertama panjang janin sudah berukuran sekitar 7,6-10 cm dan beratnya sekitar 28 gram. E. Masalah kehamilan. Setiap kehamilan memiliki risiko. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi pada kehamilan: 1. Mual dan muntah Mual dan muntah dialami oleh 70-85% wanita pada trimester pertama kehamilan. Namun, pada beberapa wanita terus mual dan muntah berlanjut hingga sepanjang masa kehamilan. Dalam 90% kasus, kondisi tersebut tidak memerlukan pengobatan. Calon ibu hanya dianjurkan untuk menghindari makanan yang terlalu merangsang/pedas, minum suplemen vitamin dan istirahat yang cukup. 2. Keguguran Keguguran adalah penghentian kehamilan karena keluarnya janin sebelum waktunya. Pengeluaran janin mati sebelum usia 20 minggu atau dengan berat di bawah 500 gram dianggap sebagai keguguran. Keguguran terjadi pada 15% kehamilan dan dapat terjadi baik secara spontan maupun karena tindakan. 3. Infeksi saluran kencing Infeksi saluran kencing terjadi pada 5-9% wanita hamil. Jenis infeksi yang umum terjadi adalah cystitis (radang kandung kemih) dan pyelonephritis (radang ginjal). 4. Trauma (benturan) Trauma adalah benturan fisik yang berpengaruh terhadap janin dan kandungan. Sekitar 6% kehamilan mengalami komplikasi karena trauma. 5. Diabetes mellitus Kencing manis terjadi pada 4% ibu hamil dan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, antara lain berupa bilirubin tinggi dan hipokalsemi (kalsium rendah). Wanita dengan riwayat keluarga diabetes, berat badan berlebih, dan berusia di atas 35 tahun berisiko mengidap diabetes selama kehamilan. 6. Infeksi streptokokus Infeksi bakteri ini banyak menyerang bayi yang baru lahir sehingga menyebabkan sepsis, pneumonia, dan meningitis. Infeksi streptokokus dapat terjadi saat di dalam kandungan maupun pada proses kelahiran. Koloni bakteri streptokokus pada saat kehamilan dapat mengakibatkan keguguran. 7. Pendarahan Pendarahan biasa terjadi pada paruh kedua kehamilan dan kebanyakan disebabkan oleh gangguan plasenta atau plasenta previa (plasenta menghalangi jalan lahir). 8. Preeklamsia (Hipertensi ibu hamil) Hipertensi dapat terjadi baik sebagai kelanjutan sebelum hamil atau baru setelah minggu ke-20 kehamilan. Tekanan darah dikatakan tinggi bila tekanan sistolik 140 dan diastolik 90. Selain tekanan darah tinggi, preeklamsia juga ditunjukkan oleh adanya proteinuria (protein dalam air seni) dan edema (pembengkakan) pada muka dan badan. Preeklamsia berisiko menyebabkan kematian ibu dan bayi. 9. TORCH (Toxoplasma, Othera, Rubella, Cytomegalo & Herpes virus) Janin yang terinfeksi toxoplasma, rubella dan cytomegallovirus dapat lahir cacat atau meninggal dunia. Herpes simplex adalah penyakit menular seksual yang ditularkan dari ibu ke bayi pada saat proses persalinan. 10. Kehamilan daluwarsa (postmatur). Masa normal kehamilan adalah 38-42 minggu. Kehamilan dianggap terlalu lama bila telah melewati usia 294 hari atau 42 minggu dari hari terakhir menstruasi. Risiko bagi ibu dan bayi meningkat bila melewati 42 minggu karena semakin besarnya ukuran bayi dan penurunan fungsi plasenta. BAB III KESIMPULAN B. Kesimpulan Kehamilan merupakan fungsi normal dari tubuh dan bagian dari fase kehidupan wanita, dimana pada tahap tersebut terdapat kehidupan baru dalam tubuh seorang ibu berupa janin yang akan tumbuh menjadi bayi. Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. C. Saran Dengan adanya makalah ini, hendaknya pembaca khususnya wanita lebih mengetahui dan memahami tentang kehamilan yang terjadi pada ibu hamil. Sehingga persiapan saat kehamilan bisa lebih maksimal. DAFTAR PUSTAKA http://www.kesehatan123.com/2642/kehamilan http://www.bayikoo.co.id/kehamilan?gclid=CL7O6KKOhLoCFe-E4godO2IA1g https://www.google.com/search?q=tahapan+masa+kehamilan&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

Sabtu, 14 Desember 2013

INISIASI 8 MRP


INTEGRASI RANTAI PASOK Saudara mahasiswa, pada inisiasi 8 ini kita akan mempelajari mengenai integrasi rantai pasok. Seperti talah Anda pelajari pada bagian sebelumnya bahwa suatu sistem rantai pasok memerlukan banyak pihak yang tentu saja membutuhkan kerja sama diantara mereka. Kerja sama sama dengan berbagai pihak dan berbagai departemen dalam perusahaan tersebut melibatkan mulai dari pemasok sampai dengan distributor dan konsumen. Dalam setiap perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa, penting halnya melakukan identifikasi partner yang mampu melakukan penjualan dan pengiriman produk akhir kepada konsumen dengan sukses. Mengidentifikasi partner dagang utama membuat perusahaan fokus pada pengelolaan waktu dan sumber daya dalam membina hubungan yang penting dengan beberapa perusahaan. Pengelolaan ini merupakan proses yang akan membuat kinerja rantai pasok menjadi baik. Di samping itu, bisnis pendukung juga akan memberikan pengaruh dalam keberhasilan manajemen rantai pasok. Struktur jaringan partner dagang utama tergantung pada lokasi perusahaan dalam rantai pasok, apakah dekat dengan pemasok, dekat dengan konsumen akhir, atau diantara keduanya. Pemetaan jaringan terhadap partner dagang utama harus dilakukan untuk membantu perusahaan memutuskan bisnis mana yang akan dimasukkan kedalam manajemen rantai pasok. STRATEGI DENGAN TUJUAN PROSES UTAMA RANTAI PASOK Identifikasi partner dagang harus pula diimbangi dengan pengelolaan proses rantai pasok yang tepat yang memerlukan strategi yang tepat pula. Pada dasarnya, manajemen harus melakukan identifikasi pada strategi utama rantai pasok yang berhubungan dengan produk dan jasa yang disediakan. Jika sebuah produk akhir bersaing berdasarkan kualitasnya, maka anggota dalam rantai pasok tersebut harus menggunakan strategi yang konsisten dengan memberikan produk dengan kualitas terbaik, begitu pula dengan harga yang kompetitif dan tingkat pelayanan yang baik. Strategi tersebut kemudian diwujudkan dalam kebijakan fungsional internal berkaitan dengan pembelian dan pemasok yang digunakan, tata letak pabrik dan proses produksi, desain produk, model transportasi, garansi dan penawaran jasa pengembalian, metode pelatihan karyawan, teknologi informasi yang digunakan, dan jumlah karyawan outsourcing yang diperlukan. Pada setiap bagian tersebut, kebijakan seharusnya dapat membantu strategi yang berorientasi kualitas dalam rantai pasok. Sama halnya jika produk akhir bersaing berdasarkan harga, maka strategi dan kebijakan fungsional pada setiap anggota dalam rantai pasok harus mempunyai tujuan untuk mencapai biaya rendah sepanjang produksi dalam rantai pasok. Dalam persaingan, terjadi perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen yang mengakibatkan manajemen harus mengatur rantai pasok dan strategi internal untuk mampu tetap bersaing. Manajer perlu mengidentifikasi proses utama yang menghubungkan setiap partner utama dalam rantai pasok dan membuat tujuan proses untuk meyakinkan bahwa penggunaan sumber daya dilakukan secara efektif untuk mendukung strategi produk akhir secara keseluruhan. Proses utama dan metode yang digunakan untuk integrasi dan mengelola hubungan proses diantara partner rantai pasok akan berubah berdasarkan struktur internal setiap perusahaan, keadaan ekonomi pasar, dan keadaan hubungan yang ada dalam rantai pasok. Berikut ini tabel yang menunjukkan kunci utama proses bisnis rantai pasok. Tabel 8.1. Kunci Utama Proses Bisnis Rantai Pasok 8 Kunci Utama Proses Bisnis Rantai Pasok Customer Relationship Management Mengidentifikasi segmen konsumen, menciptakan produk dan jasa yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mengukur profitabilitas konsumen dan efek perusahaan pada konsumen Customer Service Management Memberikan informasi kepada konsumen seperti tersedianya produk, waktu pengiriman, status pemesanan, dan pelaksanaan persetujuan produk dan jasa Demand Management Menyesuaikan permintaan konsumen dengan kapasitas output perusahaan, peramalan permintaan, koordinasi dengan produksi, pembelian dan distribusi Order Fulfilment Memenuhi kebutuhan konsumen dengan menyelaraskan pemasaran, produksi dan perencanaan distribusi perusahaan Manufacturing Flow Management Menentukan kebutuhan proses produksi untuk mendapatkan paduan yang tepat antara fleksibilitas dan kecepatan dalam memenuhi permintaan Supplier Relationship Management Mengelola persetujuan produk dan jasa dengan pemasok, hubungan pekerjaan dengan pemasok utama Product Development and Commercialization Mengembangkan produk baru dan memasarkan secara efektif, menggabungkan pemasok dengan konsumen kedalam proses untuk mengurangi waktu pemasaran Returns Management Mengelola pengaturan produk yang digunakan, penarikan produk, kebutuhan pengemasan dan meminimalisasi pengembalian di masa yang akan datang 1. Manajemen Hubungan dengan Kosumen Manajemen hubungan dengan konsumen mempengaruhi struktur perusahaan untuk mengembangkan dan mengelola hubungan tersebut. Kunci utama konsumen adalah kebutuhan mereka ditentukan, kemudian produk dan jasa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhannya. Hubungan dengan konsumen tersebut disatukan dan diteruskan dengan pemberian informasi, peningkatan produk, delivery (pengiriman), kualitas dan biaya, pengembangan tujuan, serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas untuk rekan kerja sesuai dengan persetujuan pembagian keuntungan. Perusahaan harus mengawasi efek dari upaya pengelolaan hubungan tersebut dari segi finansial dan kepuasan konsumen. 2. Manajemen Layanan Konsumen Manajemen layanan konsumen merupakan apa yang diberikan kepada konsumen dan juga melakukan pengelolaan secara terus-menerus pada setiap produk dan jasa antara perusahaan dan konsumennya. Informasi yang diberikan dapat melalui website, interaksi personal, serta hubungan sistem informasi dan media cetak. Tujuan dan kebijakan dikembangkan untuk meyakinkan distribusi produk dan jasa kepada konsumen telah dilaksanakan dengan tepat, merespon dengan baik kesalahan dan keluhan atas produk dan jasa pengiriman, dan untuk memanfaatkan komunikasi secara efektif untuk mengkoordinasikan pengiriman produk, jasa dan informasi. Proses tersebut juga termasuk metode untuk mengawasi dan melaporkan kinerja customer service untuk membuat perusahaan mengerti usaha perluasan manajemen yang dilakukannya dapat mencapai tujuan. 3. Manajemen Permintaan Manajemen permintaan merupakan penyeimbangan permintaan konsumen dengan kapabilitas output perusahaan. Kegiatan khusus dalam manajemen permintaan yaitu peramalan permintaan dan kemudian menggunakan beberapa cara untuk mengubah kapasitas melalui fungsi pembelian, produksi dan distribusi. Berbagai macam peramalan dapat digunakan, baik berdasarkan waktu, pengetahuan si peramal, kemampuan untuk mendapatkan informasi point-of-sale, dan penggunaan model peramalan yang ada dalam sistem ERP. Tahapan selanjutnya adalah menentukan bagaimana menyesuaikan permintaan dengan kapasitas produksi. Cadangan perencanaan harus siap digunakan ketika manajemen permintaan gagal atau ketika peramalan tidak akurat. Sistem pengukuran kinerja dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi peramalan dan untuk mencapai kesuksesan dalam implementasi aktivitas manajemen permintaan. 4. Pemenuhan Pesanan Proses pemenuhan pesanan merupakan serangkaian aktivitas perusahaan untuk memenuhi pesanan konsumen dan menyediakan tingkat pelayanan yang dibutuhkan dengan biaya pengiriman yang terendah. Oleh karena itu, proses pemenuhan pesanan harus diintegrasikan dengan pemasaran, produksi dan perencanaan perusahaan agar lebih efektif. Lebih khususnya, sistem distribusi perusahaan dirancang untuk memberikan tingkat pelayanan yang cukup, dan sistem produksinya harus dibuat untuk menghasilkan tingkat output yang dibutuhkan, dengan perencanaan pemasaran dan promosi yang mempertimbangkan output dan kemampuan pengiriman perusahaan tersebut. Permasalahan yang berhubungan dengan pemenuhan pesanan adalah lokasi pemasok, transportasi inbound dan outbound yang digunakan, lokasi fasilitas produksi dan pusat distribusi, serta sistem yang digunakan untuk memasuki, memproses, mengkomunikasikan, memilih, mengirimkan dan mendokumentasikan pesanan konsumen. Proses pemenuhan pesanan ini harus diintegrasikan dengan manajemen hubungan dengan konsumen, manajemen layanan konsumen, manajemen hubungan dengan pemasok dan manajemen pengembalian untuk memastikan kebutuhan konsumen dapat dipenuhi; tingkat pelayanan konsumen diperbaiki; pemasok membantu dalam meminimalisasi waktu siklus pemesanan; dan konsumen mendapatkan produk dengan kualitas terbaik. 5. Manajemen Aliran Perusahaan Manajemen aliran perusahaan merupakan serangkaian kegiatan yang bertanggungjawab membuat produk aktual, mendirikan fleksibilitas perusahaan untuk melayani pasar dengan baik, dan merancang sistem produksi untuk memenuhi kebutuhan waktu siklus. Agar efektif, aktivitas manajemen perusahaan harus digabungkan dengan manajemen permintaan dan manajemen hubungan dengan konsumen, menggunakan kebutuhan konsumen sebagai input dalam proses. Adanya perubahan konsumen dan kebutuhannya, hal tersebut tentunya akan mengubah rantai pasok dan aliran perusahaan untuk mempertahankan kemampuan bersaing perusahaan. Karakteristik perusahaan juga mempengaruhi kebutuhan pemasok. Misalnya, sebagai perusahaan manufaktur ukuran batch dan waktu tenggang perlu dikurangi yang menjadikan pengiriman dari pemasok menjadi lebih kecil dan sering dilakukan yang menyebabkan adanya perubahan pada interaksi pemasok dan hubungan dengan pemasok. Pentingnya sistem perencanaan bahan baku seharusnya menjadi petunjuk pelaksanaan hubungan dengan pemasok. Kebutuhan konsumen harus diwujudkan dalam kapabilitas produksi dan kebutuhan pemasok. Seperti proses lainnya, kinerja yang baik dapat digunakan untuk mencapai kapabilitas proses produksi untuk memenuhi permintaan. 6. Manajemen Hubungan dengan Pemasok Manajemen hubungan dengan pemasok menggambarkan bagaimana perusahaan mengelola hubungannya dengan para pemasok. Perusahaan mengelola rantai pasok dengan mencari pemasok dengan kinerja yang baik dan saling menguntungkan. Perusahaan memfokuskan pada hubungan yang baik dengan pemasok dalam hal memenuhi biaya, kualitas, dan layanan konsumen untuk bahan baku, komponen dan produk. Untuk produk yang tidak pokok, perusahaan biasanya melakukan pelelangan, serta susunan penawaran atau katalog untuk memilih pemasok. Kegiatan dalam proses ini mencakup penyaringan dan pemilihan pemasok, negosiasi produk dan jasa, pengelolaan pemasok, serta pengawasan dan peningkatan kinerja pemasok. Manajemen hubungan dengan pemasok secara rutin berkomunikasi dengan bagian produksi untuk menciptakan feedback pada pemasok dan kinerja pembelian, dan dengan bagian pemasaran untuk feedback ke konsumen. Pemasok perlu mengetahui pengembangan produk baru dan tujuan kinerja feedback. 7. Pengembangan Produk dan Komersialisasi Pengembangan produk dan komersialisasi adalah tindakan pengembangan produk baru untuk memenuhi perubahan permintaan konsumen dan memasarkan produk tersebut dengan cepat dan efisien. Dalam pengelolaan rantai pasok, banyak konsumen dan pemasok yang terlibat dalam proses pengembangan produk baru untuk meyakinkan bahwa produk dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan perbelanjaan barang dapat memenuhi kebutuhan pabrik. Kegiatan dalam proses pengembangan produk dan komersialisasi mencakup metode dan dorongan untuk membangkitkan ide produk baru, pengembangan mekanisme feedback ke konsumen; pembentukan cross-functional, team pengembangan produk baru internal perusahaan, penilaian dan pemilihan ide produk baru berdasarkan pengaruh finansial, kebutuhan sumber daya yang sesuai dengan infrastruktur pabrik dan logistik, perancangan dan percobaan prototype produk baru, menentukan saluran pemasaran, dan terakhir, menilai keberhasilan dari setiap produk baru. Keberhasilan pengembangan produk baru bergantung pada konsumen dan pemasok eksternal, perusahaan manufaktur, serta pemasaran dan finansial internal. 8. Manajemen Pengembalian Manajemen pengembalian mempunyai arti penting dalam pengaturan dan dapat menguntungkan manajemen rantai pasok untuk mempertahankan pelayanan konsumen dan mengidentifikasi kesempatan perbaikan produk. Kegiatan manajemen pengembalian mencakup pemeliharaan lingkungan dalam hal pembuangan dan proses recycle, penyusunan dan perbaikan instruksi, penyelesaian masalah dan perbaikan garansi, perancangan logisik secara efektif dan pengumpulan data pengembalian. Personalia manajemen pengembalian sering berkomunikasi dengan konsumen dan personalia manajemen hubungan dengan konsumen, pengembangan produk dan komersialisasi, serta manajemen hubungan dengan pemasok selama proses pengembalian. Tujuan dari manajemen pengembalian adalah mengurangi tingkat pengembalian. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengkomunikasikan adanya pengembalian dan perbaikan informasi pada bagian personalia, pengembangan produk, pemasok, dan kontributor lainnya. Hal ini dilakukan untuk perbaikan produk selanjutnya dan perancangan pembelanjaan barang. Pelayanan transportasi dan distribusi juga termasuk dalam lingkup ini. Setiap delapan proses yang diidentifikasi, perusahaan harus mengembangkan tujuan untuk menentukan strategi rantai pasok. Tujuan yang konsisten dengan area fungsional perusahaan dalam setiap proses membantu integrasi proses secara internal. Misalnya, jika strategi rantai pasok adalah bersaing dengan biaya rendah, maka perusahaan harus menemukan hubungan dengan konsumen yang bertujuan untuk mencari alternatif pengiriman dengan biaya yang lebih murah, mengembangkan vendor-managed inventory (VMI), dan untuk mengotomatiskan proses pemesanan oleh konsumen. Produksi dilaksanakan untuk memberikan solusi pengemasan dalam jumlah besar agar konsisten dengan model transportasi dan sistem pengiriman yang digunakan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan produksi secara massal dan untuk mengidentifikasi biaya terendah pada proses manufaktur untuk produk tertentu. Tujuan pembelian adalah mengidentifikasi bahan baku dan komponen termurah yang sesuai dengan spesifikasi dan dapat digunakan untuk pelelangan jika memungkinkan. Perusahaan harus mengalami kemajuan dalam setiap proses yang menggunakan team karyawan dari setiap fungsi dan tujuan pengembangan proses. HAMBATAN PROSES INTEGRASI DALAM RANTAI PASOK Bila Anda sudah mempelajari mengenai integrasi dalam rantai pasok, sekarang, Anda akan pelajari mengenai faktor-faktor yang dapat menghambat proses integrasi dalam rantai pasok. Beberapa faktor yang dapat mengganggu proses integrasi eksternal dalam rantai pasok menyebabkan distorsi informasi, waktu siklus yang lebih panjang, stock-out, dan bullwhip effect yang dapat mengakibatkan tingginya biaya keseluruhan dan menurunnya kapabilitas pelayan konsumen. Manajer dapat mengidentifikasi hambatan tersebut dan mengambil beberapa langkah untuk mengeliminasinya agar dapat meningkatkan profitabilitas dan daya saing untuk anggota rantai pasok. Tabel 8.2. menunjukkan hambatan-hambatan dalam integrasi rantai pasok. Tabel 8.2. Hambatan dalam Integrasi Rantai Pasok Hambatan dalam Integrasi Rantai Pasok Silo Mentality Kelemahan dalam melihat gambaran besar dan bertindak hanya pada satu bagian dalam perusahaan atau satu perusahaan dalam supply chain Lack of supply chain visibility Ketidakmampuan dalam berbagi atau mendapatkan informasi trading partner, sebagai keinginan dari partisipan dalam rantai pasok Lack of Trust Ketidakmauan dalam bekerjasama atau berbagi informasi karena adanya ketakutan jika bagian lain akan mengambil keuntungan dari mereka atau menggunakan informasi secara tidak layak Lack of Knowledge Kekurangan kemampuan proses dan sitem informasi mengenai kepentingan SCM diantara manajemen dan karyawan lainnya dalam perusahaan dan diantara partner Activities causing bullwhip effect Demand forecast updating Menggunakan berbagai pesanan konsumen untuk menciptakan dan memperbarui peramalan, jadwal produksi, dan kebutuhan pembelanjaan Order batching Membuat pesanan barang dalam jumlah besar dari pemasok untuk mengurangi biaya pemesanan dan transpotasi Price fluctuation Menawarkan harga diskon kepada pembeli, menyebabkan perubahan pola pembelian Rationg and shortage gaming Mengalokasikan pasokan produk ke pembeli, menyebabkan pembeli meningkatkan pesanan di luar kebutuhannya di masa yang akan datang 1. Mentalitas Silo (Silo Mentality) Seringkali, perusahaan tidak mempertimbangkan akibat dari tindakan yang dilakukan dalam rantai pasok dan daya saing jangka panjang dan profitabilitasnya. ”I win, you lose” merupakan muatan dalam mentalitas silo dalam membentuk pemasok termurah, sedikit memperhatikan kebutuhan konsumen, dan memberikan beberapa sumber untuk produk baru dan perancangan pelayanan. Pada akhirnya, akan muncul permasalahan dalam kualitas, biaya, waktu pengiriman, dan pelayanan konsumen lainnya yang akan merusak rantai pasok. Secara internal, pengaruh silo dapat muncul diantara bagian. Manajer transportasi, misalnya, mencoba meminimalisasi total biaya transportasi, jika dilakukan dengan tidak hati-hati akan menyebabkan meningkatnya safety stocks, munculnya kekurangan produk, dan memburuknya tingkat pelayanan konsumen. Untuk mengatasi mentalitas silo, perusahaan harus berusaha menyatukan tujuan rantai pasok dengan tujuan serta insentif perusahaan. Keputusan fungsional harus dibuat untuk mempertimbangkan pengaruh pada profit seluruh perusahaan dan dalam rantai pasok. Peninjauan performansi manajer harus mencakup kemampuannya dalam proses integrasi internal dan eksternal dan untuk memenuhi tujuan rantai pasok secara keseluruhan. Di luar perusahaan, manajer harus mendidik pemasok dan konsumen berkaitan dengan pengaruh keseluruhan atas tindakan mereka dalam rantai pasok dan konsumen akhirnya. Hal ini menjadi bagian penting dalam mencipatakan hubungan dan proses manajemen. Pemasok harus dievaluasi secara bertahap dan berpotensial untuk digantikan jika performansi ” vis-a-vis” dalam rantai pasok tidak meningkat. 2. Kurangnya Visibilitas Rantai Pasok (Lack of Supply Chain Visibility) Kurangnya visibilitas informasi dalam rantai pasok biasanya merupakan masalah proses integrasi rantai pasok. Pada survey yang dilakukan tahun 2002, dua dari tiga perusahaan tidak dapat menyeimbangkan operasi rantai pasok dengan partner dagangnya. Jika partner dagangnya harus menuliskan data dari sistem ERPnya dan kemudian mengirimkan ke tempat lain yang harus di upload ke sistem lainnya sebelum data diberikan dan dievaluasi, kehilangan waktu berarti kehilangan konsumen akhir dan biaya lebih tinggi pada seluruh anggota rantai pasok. Hal ini merupakan masalah utama yang harus diatasi oleh pembuat software rantai pasok saat ini. 3. Kurangnya Kepercayaan (Lack of Trust) Keberhasilan proses integrasi antara partner membutuhkan kepercayaan dan sama halnya dengan mentalitas silo dan kurangnya visibilitas rantai pasok. Kurangnya kepercayaan merupakan penghalang utama dalam manajemen rantai pasok. Kepercayaan muncul antara partner rantai pasok yang membangun reputasi diantara bisnis lainnya. Spalding Holding berkolaborasi dengan Wal-Mart, menghasilkan ”win-win solution” untuk kedua perusahaan tersebut. Wal-Mart memberikan hasil peramalan dan data penjualan, sehingga Spalding menjaga tingkat persediaannya dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada Wal-Mart. Hasilnya, jarang terjadinya stock out produk Spalding pada Wal-Mart dan lebih memahami kapasitas dan biaya Spalding. Sayangnya, kebiasaan perusahaan dan sifat alami manusia tidak akan berubah dalam semalam. Hingga setiap bagian mengerti bahwa hal yang paling penting adalah mempercayai satu sama lainnya, maka mencapai kesuksesan manajemen rantai pasok akan menjadi perjuangan yang sulit. Beberapa saran untuk menciptakan kolaborasi dan kepercayaan sebagai berikut: 1. Start small: dimulai dengan melakukan kolaborasi dalam skala kecil. Mengambil proyek yang dapat mengembalikan investasi dalam waktu cepat untuk kedua pihak. Dengan demikian, maka keuntungan dari kolaborasi dan kepercayaan akan terlihat, setelah itu berpindah untuk proyek yang lebih besar. 2. Look inward: kebutuhan awal untuk menciptakan kepercayaan dengan partner luar adalah menciptakan kepercayaan dengan unsur internal terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan menghilangkan rintangan yang ada dalam komunikasi dan integrasi internal. 3. Gather ’round: cara terbaik untuk membangun kepercayaan adalah bertemu secara langsung, berunding menentukan tujuan, dan membuat agenda bersama-sama. 4. Go for the win-win: kolaborasi merupakan cara baru dalam berbisnis, di mana induk perusahaan tidak mengganggu partner mereka melainkan membantu menciptakan lingkungan yang dapat mengoptimalkan bisnis untuk semua anggota rantai pasok. 5. Do not give away the store: tidak ada satupun yang bisa memberikan seluruh informasi. Beberapa informasi harus tetap menjadi rahasia pemilik. 6. Just do it: salah satu cara untuk membangun kepercayaan adalah mudah memberi informasi. Jika semua berjalan baik, kesuksesan akan tercapai melalui kepercayaan. 4. Kurangnya Pengetahuan (Lack of Knowledge) Dalam beberapa tahun, perusahaan mengalami perubahan kolaborasi dan proses integrasi yang didukung dengan teknologi untuk mengejar visi dan membuat proses integrasi mengikuti perluasan rantai pasok. Agar dapat memperoleh jaringan kerja yang baik, dibutuhkan manajer untuk menggunakan kepercayaan dan keyakinan agar perusahaan dan partner dagang melakukan hal yang benar. Perbedaan budaya, kepercayaan, dan pengetahuan dalam keberhasilan perusahaan mengelola rantai pasok memerlukan banyak waktu dan meningkatkan kapabilitas perusahaan dan partner-nya. Perusahaan yang merancang infrastruktur informasi rantai pasok, menggunakan sistem ERP serta aplikasi utama perusahaan dan rancangan software yang seluruhnya dibutuhkan untuk integrasi secara internal dan eksternal. Maka, perusahaan harus menyadari bahwa orang yang menggunakan sistem tersebut harus terlibat terlebih dahulu dalam keputusan pembelian, implementasi proses dan dalam pelatihan. Keberhasilan pengelolaan rantai pasok membutuhkan aturan dalam pelatihan yang kontinyu. Ketika pendidikan dan pelatihan dibatasi, inovasi tidak akan muncul, sedangkan inovasi mengisi persaingan dalam rantai pasok. Kesalahan pekerja akan berpengaruh pada rantai pasok, menyebabkan hilangnya kenyamanan dan kepercayaan dan akan memperluas kesalahan dan biaya koreksi dalam rantai pasok. 5. Aktivitas yang Menyebabkan Bullwhip Effect (Activities Causing Bullwhip Effect) Bullwhip effect dapat menjadi masalah yang besar dalam rantai pasok dan disebabkan oleh beberapa faktor yang harus dikendalikan oleh anggota rantai pasok. Kurang adanya koordinasi dan adanya distorsi informasi yang meliputi pemesanan dan pengiriman dari level yang lebih bawah menuju level yang lebih atas menyebabkan terjadinya distorsi informasi, dimana jumlah pemesanan tidak sesuai dengan jumlah penjualan sehingga akan menimbulkan keadaan yang sangat berfluktuatif. Jumlah permintaan relatif konstan, namun peramalan dan penyesuaian pesanan semakin besar di tiap tingkatan rantai pasok, menyebabkan timbulnya bullwhip effect. Variasi permintaan menyebabkan permasalahan dengan perencanaan kapasitas, kontrol penyimpanan, penjadwalan produksi dan tenaga kerja, dan akhirnya, menyebabkan menurunnya tingkat pelayanan konsumen dan meningkatnya biaya total rantai pasok. Walaupun bullwhip effect secara konseptual tidak sulit dipahami dan memang terjadi di lapangan, pengukuran besar kecilnya bullwhip effect tidak mudah dilakukan. Bullwhip effect bisa diukur dengan membandingkan variabilitas permintaan yang diterima dengan pesanan yang dikeluarkan oleh sebuah channel pada rantai pasok. 6. Pembaharuan Peramalan Permintaan (Demand Forecast Updating) Walaupun pembeli sudah melakukan pesanan, bagian penjualan menggunakan informasi tersebut sebagai prediksi untuk permintaan mendatang. Berdasarkan informasi tersebut, penjual memperbarui peramalan permintaan dan penyesuaian pesanan dengan pemasoknya. Seiring dengan waktu tenggang (lead time) antara pemesanan dan pengiriman, maka safety stock akan bertambah disetiap pemesanan yang dilalui sepanjang rantai pasok. Maka, fluktuasi semakin luas dalam setiap pemesanan antar periode, menyebabkan seringnya pembaruan peramalan permintaan. Hal tersebut merupakan penyebab utama dalam bullwhip effect. Solusi dalam permasalahan ini adalah membuat data permintaan aktual yang tersedia untuk pemasok perusahaan. Lebih baik lagi jika semua data penjualan tersedia untuk tingkatan upstream dalam rantai pasok, seluruh anggota rantai pasok dapat memperbarui peramalan permintaan, serta menggunakan data yang sama. Informasi permintaan aktual ini dapat mengurangi safety stock diantara anggota rantai pasok serta mengurangi perubahan pesanan dalam rantai pasok. Menggunakan teknik peramalan yang sama dan kebiasaan pembelian juga cenderung mengurangi perubahan permintaan diantara anggota rantai pasok. Dalam beberapa hal, pembeli mengizinkan pemasok untuk mengamati permintaan mereka, membuat peramalan, dan menentukan jadwal pasokan, hal ini disebut vendor-managed inventory (VMI). VMI dapat mengurangi penyimpanan persediaan. Mengurangi panjangnya rantai pasok juga dapat mengurangi bullwhip effect dengan mengurangi saat terjadinya kalkulasi peramalan. Sebagai contoh, Dell computer, Amazon.com, dan perusahaan lainnya menghindari distributor dan melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen. Perusahaan dapat melihat permintaan aktual konsumen akhir, sehingga diperoleh peramalan yang akurat. Pengurangan waktu tenggang dari pemesanan sampai pengiriman akan mengurangi bullwhip effect. Mengembangkan pemesanan just-in-time dan kapabilitas pengiriman, menghasilkan penyesuaian antara pasokan dan pola permintaan. 7. Pemesanan dalan Jumlah Besar (Order Batching) Dalam skenario pembeli/pemasok, permintaan untuk mengurangi jumlah persediaan sampai pada titik pemesanan kembali (reorder point) dimana pembeli melakukan pemesanan kepada pemasok. Tingkat persediaan (safety stocks), dan pemesanan dengan muatan penuh (truckloads) bahan baku dapat menimbulkan pemesanan setiap bulannya atau dalam waktu interval yang berbeda. Maka, pemasok melakukan pemesanan dalam jarak tertentu, sampai terdapat pesanan berikutnya. Jenis order batching ini memperbesar perubahan permintaan dan dapat menyebabkan bullwhip effect. Jenis lain dari order batching dapat muncul ketika pedagang perlu memenuhi kuota akhir tahun penjualan, atau ketika pembeli ingin menghabiskan anggaran belanja tahunannya. Pedagang akan membuat pemesanan produksi untuk memenuhi permintaan mendatang, dan pembeli akan melebihkan pembelanjaan untuk menghabiskan uang anggaran belanjanya. Perubahan, peningkatan konsumsi dan produksi ini dapat meningkatkan bullwhip effect. Jika waktu peningkatan ini sama untuk beberapa konsumen, maka bullwhip effect juga akan semakin kuat. Dengan melakukan pembaruan peramalan, visibility informasi dan sering melakukan pemesanan dalam ukuran yang lebih kecil cenderung akan mengurangi permasalahan order batching. Ketika pemasok mengetahui bahwa pesanan dalam jumlah besar muncul karena kebutuhan untuk menghabiskan anggaran belanja, pemasok tidak akan mengubah peramalan berdasarkan informasi tersebut. Ketika menggunakan sistem pemesanan secara otomastis, biaya pemesanan akan berkurang, sehingga dapat memungkinkan perusahaan menambah frekuensi pemesanan. Untuk menghilangkan pemesanan dalam jumlah penuh (truckloads), perusahaan dapat melakukan pemesanan dalam jumlah yang lebih kecil dari berbagai produk dari pemasok atau menggunakan freight forwarder untuk menggabungkan pengiriman jumlah kecil untuk menghindari biaya transportasi yang tinggi. 8. Fluktuasi Harga (Price Fuctuation) Ketika pemasok melakukan promosi, diskon, atau harga khusus lainnya, fluktuasi harga ini menyebabkan perubahan aktivitas forward buying pada pembeli. Pembeli cenderung mengambil keuntungan dari penawaran harga murah yang diberikan. Forward buying muncul antara ritel dan konsumen, distributor dan ritel, dan antara perusahaan dengan distributor karena adanya promosi harga dalam setiap tingkat dalam rantai pasok. Hal ini juga menyebabkan terjadinya perubahan pola pembelian dan bullwhip effect. Ketika harga diskon tersebut menjadi sebuah kebiasaan, perusahaan akan berhenti membeli ketika harga tidak didiskon dan hanya akan membeli ketika adanya penawaran harga diskon. Dengan demikian, bullwhip effect dapat muncul. Untuk menghadapi lonjakan permintaan ini, perusahaan harus mengubah kapasitas dengan melakukan penjadwalan overtime dan under time pekerja, mencari tempat untuk menyimpan cadangan persediaan, membayar lebih untuk transportasi, dan menghadapi tingkat kerusakan persediaan yang lebih besar karena penyimpanan untuk waktu yang lebih lama. Cara yang tepat untuk mengurangi permasalahan yang disebabkan oleh fluktuasi harga ini adalah menghilangkan harga diskon diantara anggota rantai pasok. Perusahaan dapat mengurangi forward buying dengan menawarkan harga yang sama untuk pembelian dalam jumlah besar kepada konsumennya. Banyak ritel melakukan “everyday low prices (EDLP)”, dibandingkan menghilangkan penjualan atau promosi yang dapat menyebabkan forward buying. Sama halnya, pembeli dapat melakukan negosiasi dengan pemasoknya untuk menawarkan EDLP, dibandingkan membatasi promosi. 9. Rationing and Shortage Gaming Rationing akan muncul ketika terjadi kelebihan permintaan produk akhir dari pemasok; dan dalam hal ini, pemasok dapat mengalokasikan produk untuk pesanan pembeli. Maka, jika pasokan barang adalah 75% dari total permintaan, pembeli akan mengalokasikan 75% dari pasokan dan cenderung meningkatkan pesanan untuk mencukupi kebutuhan mereka sesungguhnya. Strategi ini disebut shortage gaming. Tentu saja, hal ini dapat memperburuk permasalahan rantai pasok. Sebagai pemasok, pasokan mereka diusahakan tetap dalam tingkat permintaan yang lebih tinggi. Ketika kapasitas produksi akhirnya sesuai dengan permintaan dan pesanan dapat dipenuhi, permintaan akan turun melewati tingkat sebenarnya. Sebagai pembeli, perusahaan membongkar kelebihan persediaan mereka. Hal ini sering terjadi di Amerika Serikat dan dimanapun, misalnya, dengan pemasok bensin. Ketika konsumen melihat tanda adanya kekurangan pasokan, permintaan akan meningkat dengan cepat di mana masyarakat memenuhi tangki mereka dan berusaha menimbun bensin, dan hal tersebut yang menimbulkan shortage sesungguhnya. Cara untuk menghilangkan shortage gaming yaitu penjual mengalokasikan produk berdasarkan permintaan konsumen di masa lalu. Dalam hal ini, konsumen tidak diperbolehkan memperbesar permintaan. Penyampaian informasi persediaan dan kapasitas antara perusahaan dengan konsumennya dapat membantu menghilangkan kegelisahan konsumen berkaitan dengan shortage dan menghilangkan gaming. Selain itu, menyampaikan perencanaan pemesanan mendatang kepada pemasok penting dilakukan agar pemasok dapat meningkatkan kapasitas produksi jika diperlukan untuk menghindari situasi rationing. Dapat dilihat bahwa sejumlah keputusan rationing pada bagian pembeli dan pemasok cenderung menyebabkan bullwhip effect. Ketika partner dagang menggunakan strategi sebelumnya untuk mengurangi bullwhip effect, perkembangan penyampaian informasi, kolaborasi dan proses integrasi muncul sepanjang rantai pasok. Perusahaan yang berusaha menyampaikan data, peramalan, perencanaan dan informasi lainnya dapat mengurangi bullwhip effect secara signifikan.
 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template