Sabtu, 14 Desember 2013

Inisiasi 3 Ekonomi Manajerial


Materi Inisiasi 4 Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP 4312 struktur biaya sebuah perusahaan sumbu tegak menunjukkan biaya dan sumbu datar menunjukkan jumlah barang yang diproduksi/dijual. Law of diminishing returns membuat biaya marjinal (MC) naik semakin cepat. MC memotong biaya rata-rata (AC) pada AC minimum. MC memotong biaya rata-rata variabel (AVC) pada AVC minimum. Gambar 5.1. Struktur Biaya struktur biaya sebuah perusahaan sumbu tegak menunjukkan biaya dan sumbu datar menunjukkan jumlah barang yang diproduksi/dijual. Law of diminishing returns membuat biaya marjinal (MC) naik semakin cepat. MC memotong biaya rata-rata (AC) pada AC minimum. MC memotong biaya rata-rata variabel (AVC) pada AVC minimum. Gambar 5.1. Struktur Biaya Produsen mempunyai struktur biaya seperti pada Gambar 5.1 menghadapi kurva permintaan seperti pada Gambar 5.2. Berapa jumlah produksi yang optimal bagi produsen? Jumlah produksi yang optimal artinya jumlah produksi yang memaksimumkan keuntungan atau meminimumkan kerugian. Keuntungan produsen adalah: : keuntungan : pendapatan (revenue) : biaya (costs) q : kuantitas (quantity) Perhatikan bahwa keuntungan, pendapatan dan biaya semuanya fungsi dari output. Kondisi keuntungan optimal adalah turunan pertama keuntungan terhadap output sama dengan nol. Jadi . Secara intuisi, apabila harga pasar relatif tinggi sehingga biaya rata-rata lebih kecil dari harga produknya, produsen menikmati keuntungan positif. Keuntungan ini disebut keuntungan di atas normal (super normal). Apabila harga pasar turun sehingga biaya rata-rata sama dengan harga, keuntungan produsen sama dengan nol (keuntungan normal atau normal profit). Apabila harga pasar turun lagi sehingga biaya rata-rata kurang di bawah harga produk, produsen mengalami kerugian atau keuntungan di bawah nol (sub-normal profit). Tiga kategori keuntungan bisa diilustrasikan dengan grafik. 1. Perusahaan Menikmati Keuntungan di atas Normal Gambar 5.5. Perusahaan Menikmati Keuntungan di Atas Normal Gambar 5.5 menggambarkan produsen mempunyai struktur biaya standar dan menghadapi kurva permintaan pasar horizontal. Produsen yang mengoptimalkan keuntungannya memenuhi kondisi MC = MR. Output optimalnya adalah 100. Dengan output 100, biaya rata-rata produk adalah 8. Tentu saja harganya 10. Produsen menikmati keuntungan sebesar 200. Ini adalah keuntungan di atas normal (super normal profit). Keuntungan di atas normal tentu saja mengundang produsen-produsen lainnya (entries). Persediaan (supply) output di pasar meningkat dan menurunkan harga produk. Produsen baru akan tetap masuk selama masih ada super normal profit. Atau, produsen baru akan tidak mempunyai insentif untuk masuk bila super normal profit sama dengan nol. Keuntungan sama dengan nol ini disebut keuntungan normal (normal profit). Jadi, apabila harga di atas 7 (harga yang membuat keuntungan di atas normal), harga akan turun ke 7. 2. Perusahaan Menikmati Keuntungan Normal Keuntungan normal terjadi bila harga sama dengan biaya produksi rata-rata. Gambar 5.6 menunjukkan keuntungan normal. Produsen memenuhi kondisi optimal MC = MR. Output optimal adalah 90. Harga sama dengan biaya rata-rata, yaitu 7. Keuntungan produsen adalah nol (normal profit). Gambar 5.6. Perusahaan Menikmati Keuntungan Normal Perusahaan Menikmati Keuntungan di Bawah Normal (Subnormal) Misalnya, penurunan permintaan pasar membuat harga turun hingga sama dengan 5. Produsen mengoptimalkan keuntungannya dengan memenuhi MC = MR dan memproduksi sebanyak 80. Pada saat output sama dengan 80, biaya rata-ratanya adalah 8. Produsen menderita kerugian 240 (3 80). Kerugian (keuntungan negatif) disebut keuntungan di bawah normal (sub-normal profit).

Inisiasi 4 Ekonomi Manajerial


Materi Inisiasi 4 Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP Ekonomi Manajerial 4312 Regresi linier bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sejumlah variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Model regresi yang merupakan fungsi linier sejumlah variabel berguna untuk menjelaskan variasi dependen variabel. Model regresi yang ideal adalah model dengan jumlah variabel sedikit, namun bisa menjelaskan sebagian besar variasi dependen variabel. Jadi, metode dalam mengestimasi model regresi, tujuannya adalah memilih koefisien variabel independen dalam model yang meminimumkan variasi error. Metode ini disebut ordinary least squares (OLS), yaitu metode yang meminimumkan jumlah kuadrat error. Jumlah kuadrat error adalah ukuran variasi error. Error adalah selisih nilai variabel dependen yang sesungguhnya dengan nilai prediksi model regresi. 1. Pembentukan Hipotesis Fokus pengujian adalah hubungan kausalitas. Bentuk hubungan kausalitas adalah sebuah variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Bentuk hubungan yang lebih informatif adalah apabila nilai variabel independen berubah satu persen, variabel dependen berubah berapa persen. Apabila variabel independen harga produk tidak mempengaruhi permintaan produk, pengaruh harga terhadap permintaan produk adalah nol. Dalam memilih variabel bebas tentu saja yang diharapkan adalah bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel dependen. Hal yang tidak diharapkan adalah variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen. Hipotesis variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen disebut H0 (hipotesis nol). Angka nol merujuk bahwa pengaruh independen terhadap dependen variabel adalah nol (tidak berpengaruh). Sedangkan hipotesis variabel independen mempengaruhi dependen variabel disebut H1 (hipotesis 1 atau hipotesis alternatif). Kata alternatif merujuk pada hipotesis bahwa pengaruh independen variabel berpengaruh pada dependen variabel. Oleh karena itu, bentuk dari hipotesis adalah sebagai berikut: di mana menunjukkan pengaruh variabel sebuah variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam pengujian hipotesis tentu saja yang diharapkan adalah menolak H0 atau menerima H1 (baca hipotesis alternatif untuk mengingatkan hipotesis alternatif dari H0). Menolak H0 atau menerima H1 artinya data sesuai dengan hipotesis alternatif yang dibentuk berdasarkan teori. Lebih dari itu, nilai beta yang tidak sama dengan nol mengkuantifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai variabel ditransformasikan dengan ln, koefisien masing-masing variabel merupakan elastisitas variabel dependen variabel terhadap perubahan masing-masing variabel independen. 2. Pengujian Hipotesis Untuk menentukan penerimaan atau penolakan sebuah H0 memerlukan uji t. Uji t sering disebut sebagai uji sebuah koefisien karena menguji masing-masing koefisien variabel independen dalam model regresi. Dalam uji t, koefisien (misalnya ) diasumsikan menyebar normal dengan rata-rata 0, sesuai dengan H0. Kemudian, nilai estimasi beta tersebut ditransformasi normal baku dan nilainya disebut t hitung. Variabel t hitung ini menyebar secara t. Apabila t hitung berada jauh dari rata-ratanya (0), maka nilai estimasinya tidak sama dengan nol, atau H0 ditolak. Apabila nilai t hitung berada di sekitar nol maka nilai estimasinya sama dengan nol. Oleh karena itu, daerah di sekitar nol pada distribusi t disebut daerah penerimaan H0, sedangkan daerah distribusi t yang jauh dari nol disebut daerah penerimaan H0. Gambar 4.3 menggambarkan daerah penerimaan dan daerah penolakan H0 untuk kasus ukuran sampel besar. Apabila ukuran sampel besar, distribusi t konvergen pada distribusi z. Gambar 4.4. Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 Apabila nilai t hitung sama dengan -2 maka H0 ditolak dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila nilai t hitung sama dengan +2 maka H0 juga ditolak dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengujian ini disebut pengujian dua ekor (two tail) atau ada yang menyebut pengujian dua arah. Pengujian dua ekor ini berdasarkan pada H1, yaitu variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen . Dalam hal ini, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen bisa positif atau negatif. Bila pengaruhnya negatif, seperti yang ditunjukkan dengan hasil estimasinya maka nilai t hitung akan negatif. Sebaliknya, apabila pengaruhnya positif maka nilai t hitungnya positif. Misalnya, nilai t hitung adalah 1, nilai satu jatuh pada daerah penerimaan H0. Oleh karena itu, H0 diterima. Perhatikan menerima H0, yaitu menerima hipotesis nilai beta sama dengan nol, artinya variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen. Dikatakan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tidak signifikan. Bila hasil nilai estimasi tidak terdeviasi cukup jauh dari nol maka disimpulkan bahwa nilai parameter yang diestimasi sama dengan nol. Dalam kondisi apa nilai t hitung akan cenderung jatuh pada daerah penolakan H0? Semakin jauh nilai terdeviasi dari nol dan semakin kecil deviasi standar estimasi beta, maka semakin besar nilai t dan semakin besar kemungkinan nilai t jatuh pada daerah penolakan. (Lihat formula transformasi t di atas). Semakin kecil deviasi standar estimasi beta, artinya semakin tinggi ketepatan (presisi) estimasi beta. Deviasi standar estimasi beta bergantung pada standar deviasi error. Kecilnya deviasi standar error regresi, mengindikasikan kemampuan model menjelaskan variasi variabel dependen. Apabila koefisien variabel-variabel dalam model signifikan, artinya variabel-variabel dalam model bisa menjelaskan variasi dependen variabel. Untuk menguji apakah sebuah model bisa menjelaskan variasi variabel dependen digunakan uji F. Uji F biasanya disebut uji model. Sebagai indikasi, apabila koefisien ada variabel independen yang signifikan (dengan menggunakan uji t), model tersebut dikatakan bisa menjelaskan variasi variabel dependen. Prosedur uji F dijelaskan pada bagian berikutnya pada modul ini. ILUSTRASI REGRESI Ilustrasi regresi ini menampilkan estimasi fungsi permintaan. Variabel dependen adalah permintaan produk x (penjualan produk x). Variabel independen adalah harga produk x, harga produk lain dan pendapatan konsumen. Diasumsikan bahwa bentuk fungsi permintaan adalah fungsi permintaan Cobb-Douglas. Fungsi permintaan Cobb-Douglas merupakan fungsi pangkat yang sulit diestimasi. Supaya lebih mudah diestimasi, fungsi pangkat perlu dijadikan fungsi linier, yaitu dengan mentransformasikan semua variabel dengan transformasi ln. Transformasi ln ini membawa implikasi yang diharapkan, yaitu nilai estimasi koefisien regresi dari variabel yang ditransformasikan dengan ln merupakan elastisitas dari masing-masing variabel independennya. Dan, nilai elastisitas-elastisitas tersebut tidak berubah untuk semua nilai permintaan. Jadi, fungsi Cobb-Douglas mengasumsikan bahwa nilai elastisitas harga, elastisitas silang dan elastisitas pendapatan adalah konstan untuk semua nilai permintaan. Tabel 2.3 menampilkan data permintaan produk x, harga produk x, harga produk lain dan pendapatan konsumen. Tabel 2.3. Data Fungsi Permintaan Nomor 1 5000 500 250 100 2 5800 650 280 200 3 6000 660 310 300 4 6600 770 330 350 5 7000 790 450 550 6 7300 810 480 650 7 7500 880 500 750 8 8000 890 550 800 9 8800 950 590 850 10 9900 980 650 900 Catatan: Data ini adalah data hipotetis : permintaan produk x (penjualan produk x) : harga produk x : harga produk y : pendapatan konsumen : ukuran sampel atau jumlah observasi (n = 10) adalah variabel dependen dan ketiga variabel lainnya adalah variabel independen atau predictors. Oleh karena diasumsikan model fungsi permintaan Cobb-Douglas (fungsi pangkat), model dilinierkan dengan mentransformasikan semua variabel, baik variabel dependen maupun variabel independen, dengan transformasi ln. Fungsi permintaan Cobb-Douglas adalah: Fungsi Cobb-Douglas dilinierkan menjadi:

Materi Inisiasi 2 Ekonomi Manajerial 4312


Materi Inisiasi 2 Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP Ekonomi Manajerial 4312 1. Makan Tempe A makan tempe. A yang sedang lapar akan menghabiskan berapa buah tempe? Tempe pertama memberikan kepuasan (utiliti) kepada A sebesar 7, lihat Gambar 2.1. Gambar 2.1 menggambarkan fungsi utiliti A. Tempe kedua memberikan tambahan utiliti 2 kepada A. Tempe ketiga memberikan utiliti 1 kepada A. Stop! A tidak mengambil tempe keempat. Gambar 2.1 Fungsi Utiliti Konsumen Mengapa A tidak mengambil tempe keempat? Perhatikan gambar fungsi utiliti A. Tempe keempat akan memberikan tambahan kepuasan relatif amat kecil dibanding tempe ke tiga, apalagi tempe pertama. Misalkan, harga sebuah tempe adalah Rp1.000,00. Misalkan, A menilai pengeluaran Rp1.000,00 pertama menyebabkan utiliti-nya turun 0,25 saja. Tentu saja A amat senang menukar uang seribu pertamanya dengan tempe pertamanya yang memberi tambahan utiliti 7. Kemudian, A menilai pengeluaran 1000 kedua menyebabkan utiliti-nya turun 0,5. Tempe kedua memberikan tambahan utiliti 2. A dengan senang menukar uang seribu keduanya dengan tempe kedua. Apabila untuk kehilangan 1.000 ketiganya, utiliti A turun 1. Dan, tempe ketiga memberikan kepada A tambahan utiliti sebesar 1 juga. A indifferent (tidak berbeda) terhadap uang 1.000 ketiganya dan tempe ketiganya. Bagaimana dengan tempe keempat. Tempe keempat memberikan utiliti kepada A sebesar 0,1. Untuk mendapatkan tempe keempat tersebut, A harus mengeluarkan uang 1.000 keempatnya. Misalnya, utiliti A akan turun 2 apabila kehilangan seribu keempatnya, A tidak bersedia menukar uang 1.000 keempatnya dengan tempe keempat. Jadi, A membeli hingga tempe ke tiga. Dikatakan bahwa permintaan individual A terhadap tempe pada harga 1000 adalah 3 buah. Perhatikan bahwa penurunan marjinal utiliti setiap penurunan kekayaan sebesar Rp1000,00 semakin membesar. Argumen ini adalah interpretasi lain dari law of diminihing return dalam utiliti (hukum pertambahan yang berkurang). Awalnya A tidak mempunyai uang. Seribu pertama akan memberikan utiliti 2. Seribu kedua memberikan utiliti 1. Seribu ketiga memberikan utiliti 0,5. Marjinal utiliti seribu keempat adalah 0,25. Law of Diminishing Returns Pertambahan utiliti karena pertambahan konsumsi sebuah tempe disebut marjinal utiliti (MU) tempe. Marjinal utiliti tempe pertama lebih besar dibanding dengan marginal utiliti tempe kedua. Marginal utiliti tempe kedua lebih besar dibanding dengan marjinal utiliti ketiga dan seterusnya. Fenomena penurunan marjinal utiliti ini adalah salah satu bentuk dari hukum pertambahan yang berkurang (law of diminishing returns) dalam utiliti Kondisi Optimal Perhatikan bahwa A berhenti pada konsumsi ketiga, yaitu pada saat marjinal utiliti tempe ketiga sama dengan marjinal utiliti uang 1.000 ketiga A, yaitu sama-sama satu. A mengoptimalkan konsumsinya dengan membeli tiga tempe. MU tempe > MU 1.000 rupiah, tambah tempe. MU tempe < MU 1.000 rupiah, kurangi tempe. MU tempe = MU 1.000 rupiah, pas. A akan mencapai tingkat konsumsi tempe yang optimal bila tempe terakhir yang dibeli memberikan utiliti yang sama dengan tingkat utiliti yang diberikan oleh uang sebesar harga tempe terakhir tersebut atau kondisi optimal A adalah nilai marjinal utiliti (value marginal utility, VMU) tempe yang dibeli terakhir sama dengan harga tempe. Ingat dalam membandingkan dua hal harus bersifat apple-to-apple, jadi satuan marjinal utiliti tempe harus sama dengan satuan harga tempe. Untuk membandingkan dua barang yang berbeda kita mempunyai alat pembanding (alat tukar) yang universal, yaitu uang. Asmuni, pelawak Srimulat, mengatakan bahwa “Keris ini asalnya dari ular. Teori Alokasi Harga Perhatikan berapa banyak A mengonsumsi tempe. Selain tingkat kesukaan A terhadap tempe yang tercermin dalam fungsi utiliti-nya, faktor harga memegang peranan penting. Apabila harga rendah, A akan membeli tempe lebih banyak. Sebaliknya, apabila harga tempe naik, A akan membeli tempe lebih sedikit. Cerita simpel ini adalah salah satu dari fenomena dari apa yang disebut teori alokasi harga (price allocation theory). Konsumsi dan Eksternalitas Dalam ilmu ekonomi menganut prinsip tidak ada sesuatu yang gratis (there is no such a free lunch). Harga harus benar. Ini adalah esensi ilmu ekonomi. A merokok. B yang tidak merokok terpaksa menghirup asap rokok yang diakibatkan A mengonsumsi rokok. B merasa tidak nyaman. Utiliti B turun. Prinsip tidak ada sesuatu yang gratis mengharuskan A untuk memberikan kompensasi kepada B sehingga utiliti B kembali pada posisi semula. Upaya pemerintah DKI Jakarta untuk menghukum perokok yang mengeluarkan eksternalitas negatif mendapatkan pembenaran.

Materi Inisiasi 1 Ekonomi Manajerial 4312


Andriyansah, 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka Sumber: BMP Ekonomi Manajerial 4312 Untuk meningkatkan aliran keuntungan dimasa datang, perusahaan dapat menambah modal dengan cara menarik dana dengan menerbitkan utang (debt). Aliran keuntungan perusahaan sekarang menjadi milik pemegang saham dan pemegang surat utang (bond holders). Dengan adanya surat utang maka nilai perusahaan yang baru terdiri dari nilai saham dan nilai utang. : nilai perusahaan : nilai ekuiti (saham) : nilai utang Nilai ekuiti sama dengan nilai sekarang aliran kas yang dihasilkan perusahaan untuk pemegang saham. Apabila perusahaan mampu memberikan harapan (ekspektasi) keuntungan secara berkesinambungan maka nilai ekuiti akan lebih besar dibanding dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Nilai ekuiti ini tercermin pada harga ekuiti (saham) yang tinggi. Sebaliknya, nilai ekuiti akan lebih rendah dari dana awal yang diinvestasikan oleh pemegang saham apabila diperkirakan perusahaan akan menderita kerugian untuk waktu yang panjang dimasa datang. Harga saham perusahaan akan turun bila diperkirakan akan menderita kerugian dimasa datang. Untuk kasus memaksimumkan keuntungan, perusahaan memaksimumkan pendapatan dengan kendala biaya. Nilai pendapatan bergantung pada jumlah produk yang terjual. Biaya juga bergantung pada jumlah produk yang diproduksi. Diasumsikan bahwa jumlah produk yang terjual sama dengan jumlah produk yang diproduksi. Jadi, pendapatan dan biaya merupakan fungsi jumlah produk. Fungsi keuntungan di atas dapat ditampilkan sebagai berikut: Permasalahan bagi perusahaan adalah berapa jumlah produk (q) yang membuat keuntungan maksimum. Teknik maksimalisasi matematika mengarahkan bahwa keuntungan akan maksimum pada nilai produk (q) di mana turunan fungsi keuntungan sama dengan nol. di mana: : turunan pertama pendapatan terhadap jumlah produk atau pendapatan marjinal (marginal revenue) : turunan pertama keuntungan terhadap jumlah produk atau keuntungan marjinal (marginal profit) : turunan pertama biaya terhadap jumlah produk atau biaya marginal (marginal cost). Keuntungan maksimal terjadi apabila , pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal. Pendapatan marjinal adalah tambahan pendapatan apabila perusahaan menjual satu produk lagi. Apabila harga diasumsikan konstan, tidak bergantung pada jumlah penjualan produk, pendapatan marjinal sama dengan harga produk. Fungsi pendapatan adalah: p : harga produk q : jumlah produk yang dijual atau permintaan produk Apabila harga produk sama dengan 2, fungsi pendapatan sama dengan: . Fungsi pendapatan ini adalah fungsi linier. Artinya, kenaikan pendapatan sebanding dengan kenaikan jumlah produk terjual. Bentuk fungsi linier adalah: Gambar 1.1. Fungsi Pendapatan Linier Turunan pertama fungsi pendapatan adalah .Turunan pertama fungsi pendapatan merupakan kemiringan (gradien/ slope/tangen) fungsi pendapatan tersebut. Kemiringan fungsi pendapatan tersebut adalah 2 (2 dibagi 1), lihat Gambar 1.1. Apabila perusahaan menambah penjualan satu produk, keuntungan perusahaan bertambah 2 (satuan diabaikan). Untuk semua tingkat produk, kemiringan fungsi pendapatan sama dengan dua. Keuntungan marjinal adalah tambahan keuntungan apabila perusahaan menjual tambahan satu produk lagi. Keuntungan marjinal pada awalnya tinggi (jumlah produk relatif sedikit) yang tampak pada lereng fungsi keuntungan yang relatif tegak, kemudian semakin mendatar seiring bertambahnya penjualan produk. Setelah mencapai batas maksimum akan menurun. Contoh bentuk fungsi keuntungan ditampilkan dalam Gambar 1.2. Gambar 1.2 Fungsi Keuntungan Marjinal Biaya marjinal adalah tambahan biaya apabila perusahaan memproduksi tambahan satu produk lagi. Biaya marjinal pada awalnya rendah, kemudian menjadi semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya jumlah produksi. Gambar 1.3 menampilkan biaya marjinal.

DISKUSI DAN TUGAS MRP


FORUM DISKUSI 1 dari Meirani - Senin, 2 September 2013, 07:35 Saudara mahasiswa, Anda sudah mempelajari mengenai manajemen rantai pasokan, bukan...? Nah sekarang, mari kita diskusi bersama mengenai hal itu. Pertanyaan saya, coba Anda sebutkan contoh penerapan manajemen rantai pasokan pada satu jenis industri, boleh untuk perusahaan manufaktur ataupun jasa. Contohnya boleh apa saja, silahkan agar kita dapat berbagi informasi kepada teman-teman lain contoh manajemen rantai pasokan. FORUM DISKUSI 2 dari Meirani - Selasa, 10 September 2013, 07:49 Teman-teman, coba perhatikan ilustrasi berikut. PT. A menjual produk XX melalui iklan di televisi. Bagi orang yang ingin membeli produk XX tersebut, pembeli dapat menelepon ke nomor telepon tertentu, kemudian barang langsung dikirim ke alamat pembeli. PT. B menjual produk YY melalui beberapa saluran. Pertama adalah melalui distributor yang dilanjutkan dengan pengecer, kemudian ke pembeli. Sekarang, coba berikan pendapat Anda, termasuk dalam penjadwalan penyerahan apakah PT. A dan PT. B tersebut. Jelaskan jawaban Anda. FORUM DISKUSI 3 dari Meirani - Senin, 16 September 2013, 15:17 Teman-teman semua.... Setelah Anda mempelajari materi yang sudah saya sampaikan, sekarang coba kita diskusikan materi ini ya...... Permintaan handphone dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli dengan kebutuhan berkomunikasi secara cepat dan efisien sekaligus sudah menjadi gaya hidup. Permintaan handphone ini termasuk dalam pola permintaan apakah..? Jelaskan jawaban Anda! Tugas 1 Coba Anda buat rangkuman mengenai teknik-teknik peramalan yang Anda ketahui. Jelaskan masing-masing teknik secara singkat saja DISKUSI 4 dari Meirani - Senin, 23 September 2013, 08:08 Bagaimana Saudara mahasiswa..? Anda sudah paham mengenai persediaan model EOQ...? Sekarang coba berikan pendapat Anda mengenai kelebihan dan kekurangan metode EOQ Tugas 2 Teman-teman, coba Anda jelaskan kaitan antara strategi rantai pasok dengan strategi kompetitif perusahaan ! Boleh singkat saja ya.. DISKUSI 5 dari Meirani - Senin, 30 September 2013, 08:33 Coba Anda diskusikan, apakah perlu diantara anggota rantai pasok mengembangkan keterbukaan informasi..? jelaskan jawaban Anda DISKUSI VI dari Meirani - Selasa, 8 Oktober 2013, 10:33 TEman-teman, coba Anda saling berdiskusi mengenai satu permasalahan mengenai lead time berikut ini. Jika suatu perusahaan menekankan pada biaya, artinya dalam memproduksi termasuk dalam aliran rantai pasok selalu menekankan pada efisiensi biaya sedangkan respon cepat terhadap konsumen memerlukan biaya tinggi, bagaimana menurut pendapat Anda kedua hal tersebut bisa disatukan..? Tugas 3 Coba Anda jelaskan menurut pendapat Anda, apa keuntungan penetapan tingkat yang optimal bagi perusahaan dan apa kerugiannya apabila usaha itu tidak tercapai. FORUM DISKUSI 7 dari Meirani - Sabtu, 12 Oktober 2013, 07:41 Pada diskusi kita kali ini, saya akan buka mimbar bebas, silahkan mengajukan pertanyaan dan saling menambbahkan

TUGAS PENGEMBANG SDM


TUGAS 1 Jika Anda bekerja sebagai manajer sebuah organisasi, maka tugas utama Anda adalah mengembangkan organisasi untuk pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang Anda inginkan. Bagaimanakah langkah-langkah yang akan Anda lakukan untuk melakukan pengembangan SDM pada organisasi Anda, serta uraikan langkah dalam membangun nilai strategis pengembanganSDM? Petunjuk Untuk menjawab pertanyaan diatas, lihat dan perhatikan uraian pada Modul 1, 2 dan 3 BMP EKMA4366 Jawaban dikirim (upload) melalui jendela tugas. Batas waktu pengiriman (upload) tugas paling lambat tanggal22 September 2013 Tuliskan Nama Anda dan NIM serta UPBJJ dipojok atas sebelah kiri. Tugas yang dikirim merupakan hasil tugas yang dikerjakan sendiri, tidak diperkenankan “mencontoh atau meniru” tugas mahasiswa lain yang telah diposting (upload) terlebih dahulu (sebelumnya). Selamat Bekerja Available from: Jumat, 13 September 2013, 11:15 Tanggal penyelesaian: Minggu, 22 September 2013, 23:55 Upload file (Ukuran tertinggi: 2Mb) TUGAS 2 Jikalau sebuah organisasi bisnis atau perusahaan yang telah cukup berkembang, memiliki nilai investasi yg cukup memadai dan sudah barang tentu memiliki SDM yang kompeten didalamnya, apakah perlu untuk melakukan Pelatihan dan Pengembangan SDM secara terus-menerus mengingat bahwa untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pengembangan SDM membutuhkan biaya yang cukup besar, dan bahwa Organisasi Bisnis atau perusahaan tersebut juga perlu melakukan efisiensi serta menekan biaya operasional untuk memperoleh profit atau laba yang optimal, Bagaimana menurut Anda? Petunjuk Untuk menjawab pertanyaan diatas, lihat dan perhatikan uraian pada Modul 4 dan 5 BMP EKMA4366 Jawaban dikirim (upload) melalui jendela tugas. Tuliskan Nama Anda dan NIM serta UPBJJ dipojok atas sebelah kiri. Tugas yang dikirim merupakan hasil tugas yang dikerjakan sendiri, tidak diperkenankan “mencontoh atau meniru” tugas mahasiswa lain yang telah diposting (upload) terlebih dahulu (sebelumnya). Selamat Bekerja Available from: Jumat, 27 September 2013, 12:05 Tanggal penyelesaian: Minggu, 6 Oktober 2013, 23:55 TUGAS 3 1.Pengembangan SDM Terpadu dilakukan sebagai upaya Organisasi dalam mencapai tujuan/goal organisasi serta peningkatan kinerja secara efektif dan efisien, didalamnya terdapat penerapan konsep Pengembangan Manajemen SDM berbasis Kompetensi dan manajemen SDM berbasis Talenta. Uraikan perbedaan yang mendasar diantara keduanya? 2.Uraikan mengapa dalam upaya pengembangan organisasi diperlukan Organisasi Belajar? Serta Uraikan bagaimana Organisasi Belajar di-implementasikan dalam suatu organisasi Petunjuk Untuk menjawab pertanyaan diatas, lihat dan perhatikan uraian pada Modul 6 dan 7 BMP EKMA4366 Jawaban dikirim (upload) melalui jendela tugas. Tuliskan Nama Anda dan NIM serta UPBJJ dipojok atas sebelah kiri. Tugas yang dikirim merupakan hasil tugas yang dikerjakan sendiri, tidak diperkenankan “mencontoh atau meniru” tugas mahasiswa lain yang telah diposting (upload) terlebih dahulu (sebelumnya). Selamat Bekerja, Salam

Senin, 09 Desember 2013

Puisi Ada Apa Dengan Cinta


“Kumpulan Puisi Dalam Film Ada Apa Dengan Cinta” 1. Oleh: Rako Prijanto Ketika tunas ini tumbuh Serupa tubuh yang mengakar Setiap nafas yang terhembus adalah kata Angan, debur dan emosi Bersatu dalam jubah terpautan Tangan kita terikat Lidah kita menyatu Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu Hanya angin meniup saja Lalu terbang hilang tak ada Tapi kita tetap menari Menari cuma kita yg tau Jiwa ini tandu maka duduk saja Maka akan kita bawa Semua Karena.. Kita.. Adalah.. SATU 2. Oleh: Rako Prijanto Kulari ke hutan kemudian menyanyiku Kulari ke pantai kemudian teriakku Sepi… sepi dan sendiri aku benci Ingin bingar aku mau di pasar Bosan aku dengan penat Enyah saja engkau pekat Seperti berjelaga jika kusendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramai Biar mengaduh sampai gaduh Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai 3. Oleh: Rako Prijanto Perempuan datang atas nama cinta Bunda pergi karena cinta Digenangi air racun jingga adalah wajahmu Seperti bulan lelap tidur dihatimu Yang berdinding kelam dan kedinginan Ada apa dengannya Meninggalkan hati untuk dicaci Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa Ada apa dengan cinta Tapi aku pasti akan kembali Dalam satu purnama Untuk mempertanyakan kembali cintanya Bukan untuknya Bukan untuk siapa Tapi untukku Karena aku ingin kamu Itu saja
 
About Dee Blogger Template by Ipietoon Blogger Template