Minggu, 21 Januari 2024
Jumat, 15 September 2023
Vina Panduwinata - Cinta
“Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita.
Mulailah menerima dengan lapang hati. Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi.
Bergetar hatikuSaat kuberkenalan dengannya Kudengar dia menyebutkan nama dirinya Sejak kubertemu, ku telah jatuh hati padanya Di dalam hati telah menjelma cinta dan bawalah daku selalu Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu Genggamlah daku kini juga nanti Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya Bergetar hatiku saat kuberkenalan dengannya Kudengar dia menyebutkan nama dirinya Sejak kubertemu, ku telah jatuh hati padanya Di dalam hati telah menjelma cinta dan bawalah daku selalu Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu Genggamlah daku kini juga nanti Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu Genggamlah daku kini juga nanti Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya Uu-hu-uu U-huu Di dalam hati telah menjelma cinta dan bawalah daku selalu Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu Genggamlah daku kini juga nanti Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu Genggamlah daku kini juga nanti Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya Ha-ha Daku kini juga nanti Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
Kamis, 07 April 2022
Pangeran Tak Berkuda
Judulnya lucu ya...hhha
Iya, aku baru kenal dia yg sobat ambyar.
Patah hati lalu berusaha mendekatj.
Aku jadi target cinta barunya.
Sebenarnya, aku enggan menerima orang asing dihidupku.
Aku enggan membuka hati maupun diri.
Ingin kututup rapat hatiku, tapi apalah dayaku.
Ada notif yg tiap hari, tiap jam kuabaikan.
Aku ya aku, keras kepala dan terlalu melindungi diriku sendiri.
Aku tak mau tau orang itu, tak mau peduli dan kuabaikan kesekian kalinya.
Tapi gimana, ada kata ikhtiar dan sabar yg selalu kuandalkan.
Pelan-pelan tpi pasti, kubuka diriku.
Ikut alur perasaannya, kubuat ilfeel seperti biasanya..udah hafalkan?
Aku paling jago buat cow mundur, tanpa hrus menolaknya.
Itu berlaku jg untuknya.
Aku ingin tau kerasnya dia berupaya memperjuangkanku.
Aku seperti biasa jurus 50:50
Karena aku gmau lagi patah hati.
Pasang wajah flat, hhe
Aku cuek orangnya, g bnyak tanggepan.
Klo mau tak bles ya wa lah lagi, coba lagi sampe aku mau untuk merespon.
Adakah yg bisa meluluhkan hatiku?
Adalah...
1. Nyamanlah denganku.
2. Cari aku sampe aku luluh
3. Sayangi aku dg segalanya
4. Gemati.
5. Genggam tanganku ke surgaNya.
Itulah yg kumau, mas calon imam.
Aku kn jatuh cinta padamu saat kau lulus sah menikahiku.
Selasa, 29 Maret 2022
Denting
denting yang kudengar sepi kurasakan, ada rindu sehat untuk menyapa.
ada apa ya hatiku?
rasanya mau mendeskripsikan otak yang tak singkron dengan gigi.
sakit,....tapi aku berani
gimana ya rasanya, gimana makanku nanti.
aku baik baik saja kan?
aku gapapa kan?
hmm.....rasanya aku mau diam.
g ada reaksi, flat aja
kutelusuri terowongan panjang sakitku, ku ikuti saja
apapun pasti bisa kuhadapi.
rasa pusing sangat amat mengganggu.
tetiba saja dengung di telinga kian asing.
aku kenapa ya?
hmmm...ada gigi bungsuku yang tumbuh tanpa ruang.
andai bisa kujelaskan, ini hlooo cabut saja.
biar g sakit lagi, biar aku baik" saja.
ngilu tiada tara
duh...
aku boleh ngeluh g?
kontrol dan rawat jalan sendiri kulewati
aku bisa kok.
tenang saja.
odentektomi, apa itu?
haaiisstt...pingin rasanya keluar umpatan
tapi aku juga g bkat mengumpat.
fiiuuuhhh...tarik nafas panjang.
Odentektomi saat H-7 sebelum lebaran.
hmmmmmm...
Aku kikuuukk
tapi gimanalagi, sebaiknya diambil.
kuikuti saja apa maunya dokter.
aku kan murid baik. preeettt
ngeyel bgt padahal.....
Detik waktu kontrol, terapi, rawat jalan kujalani.
tetap harus maju, aku mau apapun
harus makan apapun sebelum tgl 27 April 2022
Wisata kuliner, dan aku gmau kehilangan kegendutanku ini.
51 kg, rekor terberat BBku.
hmmmmmm..
akankah kurus setelah tindakan gigi?
lihat saja setelah lebaran, hhe
Senin, 28 Februari 2022
Pulanglah ke taman SurgaNya
Embun pagi menemaniku
Menyusuri jalan arahmu pulang
Ada rumah disana untukmu
Ada hati yg menunggu
Ratapan sedih orang terkasih
Jumat, 06 Agustus 2021
Pelangi Ilahi tak pernah Ingkar Janji
Bukan biru warnaku, tapi Abu-abu.
Rasanya segera hujan saja, tapi harus ada kilat yang menyambar
Badai ditengah langitku.
Angin berhembus kencang serasa tahu akan datangnya hujan.
Bagaimana bisa mendung tidak hujan?
Sedangkan Pelangi datang menjanjikan sebuah keindahan sesaat.
Akankah Awan akan membiru setelah langit menangis?
Ada saat hembusan angin melemparkan kearah matahari.
Matahari yang bersinar seakan tersenyum membiaskan cahaya.
Pelangi pun hadir dan berbisik pada angin.
Terimakasih telah memaksaku hadir dan menghiasi langitmu.
Langitpun menangis melihat kepergian pelangi.
Pelangi yang indah telah berlalu diatas mendungnya awanmu.
Angin badai yang tadi berhembus seakan berlalu tanpa permisi.
Rintih air hujan pun jatuh, seakan sudah berpasrah bertemu tanah.
Tanah yang gersang seakan ingin menyambut dengan lillah.
Tetesan airmata langitpun menyuburkan tanah.
Selalu ada anugrah ditengah badai musibah.
Hikmah dan kenangan seakan berpasrah.
Ada Allah tempatmu pulang berpasrah.
Itulah Manusia berasal dari tanah.
Indahnya hidup seperti pelangi, hanya sesaat lantas pergi.
Pergi tanpa basa-basi, karena memang tak ada tujuan kembali.
Seakan surga hanya fana, terbang mengikuti telepati.
Terbanglah tinggi meneguhkan hati.
Jika lelah kembalilah pada Ilahi.
Sajadah panjang telah tergelar seakan menanti.
Rapuh hati bersujud tanpa gengsi.
Seakan tau bagaimana langkah terhenti.
Jeda memaksamu sejenak mengambil spasi.
Spasi untuk Berpasrah hati.
Sadar diri hati ini milik Ilahi.
Lantas, kuatlah ada Allah yang membersamai.
Karena hati takkan sepi.
Ada Iman disana yang menemani.
Ada do'a yang tiada terhenti melindungi.
Lantas apalagi?
Tetaplah tersenyum, jagalah hati dengan hati-hati.
Jika waktu berkata mungkin nanti, tetaplah berjalan lagi.
Jika Sepi memaksamu bersedih, tetaplah menanti.
Jika penantian tak memberi jawaban pasti,
Maka tunggulah sampai pasti.
Kata pasti memang tak seasyik sajak ilusi.
Tapi yakinlah selalu ada Kun Fayakun dari Ilahi.
-@daysidee-
6 Agustus 2021













.png)
.png)


.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
